Chapter Five

69.8K 1K 20

Klik bintang itu tidak membutuhkan waktu 1 menit kan?;) klik bintang! Dan aku akan sangat senang

Warning!!!! Cerita ini mengandung unsur adegan dewasa.

***

"Tentu, sayang" Reyhan mulai melumat bibir Nayna kasar. Seperti singa yang haus akan korban.

"Sshhh....ahhh" Desah Nayna karena Reyhan meremas lembut payudara nya.

Tapi Nayna segera mendorong Reyhan sangat keras dan spontan Reyhan terkejut akan kelakuan Nayna kepadanya,

"Kamu kenapa sayang?" Tanya Reyhan kebingungan, ia sangat bingung dan penasaran kenapa Nayna menjadi marah begini, Apakah Reyhan salah?.

"Aku gamau" Jawab Nayna membuang wajahnya dari tatapan Reyhan
"Maksud kamu?" Tanya Reyhan yang kebingungan, ia sangat tidak mengerti kali ini.

"Aku denger suara cewek waktu kamu telfonan sama aku, siapa dia? Kok kamu bilang kerja tapi malah sama cewe lain?" Sekarang Nayna menatap Reyhan dengan tajam

"Itu Mona, dia sekretaris ku sayang. Aku gak punya hubungan apa-apa sama dia, dia hanya sekretaris ku dikantor" jawab Reyhan, kini membelai rambut Nayna halus
"Kamu bohong Rey" Nayna tak percaya

"Apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya sama aku Nay?" Tanya Reyhan "Haruskah aku mencabut Mona sebagai sekretarisku?" Lanjutnya.

"Bukan gitu. Aku cemburu tau! Aku gamau kamu deket-deket sama Mona. Kamu pernah cerita dulu, Mona suka sama kamu dan sampai sekarang dia masih suka kan?" Tanya Nayna ketus, Nayna sangat cemburu.

"Enggak. Aku cuma punya kamu Nay" Reyhan kini mendekatkan kepalanya, sekarang hidung mereka berdua sudah saling bersentuhan, Nayna hanya memejamkan matanya.

Reyhan malah beralih ke telinga Nayna dan membisikkan sesuatu
"Aku sangat suka desahanmu. Bagaimana kalau kita mendesah bersama untuk selama lamanya?"

Nayna bersemu merah, ia menyembunyikkan kepalanya di dada bidang Reyhan, Reyhan tersenyum jahil melihat Nayna seperti kepiting rebus.

"Kalau sekarang, gimana?" Tanya Reyhan tanpa dosa.

Nayna tak banyak bicara, ia secepat kilat menyambar bibir Reyhan, melumatnya secara lembut lalu kasar, Bisa dibilang Nayna cukup hebat dalam berciuman.

"Shhhhhh.." Desah Nayna, Reyhan membalas lumatan itu. Reyhan membaringkan Nayna dibawahnya, mulutnya tetap berlumat.

Reyhan menarik kaos polos Nayna, kedua payudara Nayna rupanya sudah tegang, Reyhan memainkan nipple Nayna dengan mulut yang masih bercumbu.

"Sshhh...reyh" Desah Nayna
"Sebut namaku sayang" Lalu Reyhan kembali melumat bibir Nayna secara lembut.

"Ahhh..." Ciuman Reyhan turun ke leher jenjang milik Nayna, membuat tanda kepemilikkan sangat banyak disana

DesahanBaca cerita ini secara GRATIS!