Bagian 28 : Childish!

11.7K 1.5K 94
                                    

"Kau masih kelas satu, kau sungguh tak apa bertunangan?"

Seul-Ji berbisik pada gadis dengan rambut dikuncir ekor kuda di hadapannya. Keduanya duduk di sudut kantin dengan sebuah susu pisang di tangan mereka.

Gadis di hadapan Seul-Ji menghela napas panjang, kemudian meringis.

"Semua ini untuk yayasan milik Ayahku. Aku dan Jung-Kook bertunangan hanya untuk suntikan dana dan mencari sponsor. Orangtuaku sudah menjualku dan menjadikan Ayah Tiriku sebagai perantaranya," ucap gadis itu lirih.

"Ya! Lee Min-Ji!"

Gadis berkuncir ekor kuda yang sedang duduk bersama Seul-Ji menoleh. Menatap malas seorang laki-laki yang tadi memanggil namanya dengan lantang, Jeon Jung-Kook.

Jung-Kook berlari mendekati Min-Ji dan Seul-Ji. Matanya menyipit ketika melihat Seul-Ji, memastikan apa yang dilihatnya.

"Oh! Kau kekasih Tae-Hyung Hyeong, 'kan?!" seru Jung-Kook bersemangat.

Seisi kantin melirik Jung-Kook. Menatap jeli antara Min-Ji dan Seul-Ji yang sedang duduk satu meja dengannya.

Seul-Ji menendang kaki Jung-Kook cukup keras. Bersiap melempar bekas bungkus susu pisang di tangannya kalau-kalau Jung-Kook berteriak lagi padanya.

Benar saja, Jung-Kook hampir kembali berteriak kalau saja Seul-Ji tidak mengambil ancang-ancang untuk melempar bekas bungkus susu pisang di tangannya.

"Tidak bisa kah kau menutup mulutmu?!" tanya Seul-Ji dengan nada tinggi yang tertahan. Kemudian, gadis itu melanjutkan, "Lagipula aku bukan kekasihnya!"

Jung-Kook di samping Min-Ji. Merebut susu pisang di tangan gadis itu dan menyedotnya hingga habis.

Min-Ji merenggut malas, namun masih berusaha mengendalikan air wajahnya agar tidak terlihat masam.

"Bagaimana bisa kalian bukan sepasang kekasih? Seingatku, selain Seul-Gi Noona, dia tidak pernah mengantar seorang gadis pulang ke rumah," jelas Jung-Kook.

Pipi Seul-Ji memanas. Namun, ia kembali terbayang pada Seul-Gi.

Kang Seul-Gi... bagaimana kabarnya sekarang?

"Sudah diam!" titah Seul-Ji galak yang langsung membuat Jung-Kook tutup mulut.

Seul-Ji tampak berpikir sejenak. Kemudian, gadis itu memajukan dirinya, memandang Jung-Kook lekat.

"Dia mengetahui soal Da-Hyun?" tanya Seul-Ji pelan.

Min-Ji melirik, namun tidak menghiraukan percakapan mereka karena tidak mendengar dengan jelas pertanyaan dari Seul-Ji.

"Tidak dan jangan biarkan dia mengetahuinya. Aku sangat memohon padamu, Noona."

Suara Jung-Kook terdengar parau, seperti suara penuh iba seorang ayah yang menemukan seorang bayi di pinggir jalanan. Juga seperti gelandangan yang mengharapkan uang recehan.

"Kenapa tidak kau beritahukan saja padanya? Akan menyakitkan jika dia tau dari orang lain, bocah," bisik Seul-Ji menuntut.

Jung-Kook menyeringai. Melirik Min-Ji sebentar hingga gadis itu mendelik, kemudian kembali menatap Seul-Ji.

"Pertunangan kami hanya karena uang. Jadi, dia tidak berhak tau urusan percintaanku yang sebenarnya dan tak pantas cemburu juga nantinya."

Angkuh dan naif.

Seul-Ji mendapati nada angkuh dari Jung-Kook. Sungguh kelinci bergigi serigala yang naif.

"Kalau sampai kau yang nanti mencintainya dan dia pergi, kau akan mengerti rasanya cinta karena terbiasa dan menyesali kepergiannya nanti."

Damn TaehyungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang