Chapter Four

73.8K 1.2K 8

Tekan tanda "Bintang" dan berkomentar sudah membuat ku senang:))

"Reyhan?! Sudah selesai?" Mona memotong pembicaraan mereka
***

Spontan Reyhan memutar badannya dan sekarang sudah berhadapan dengan Mona, Mona hanya tersenyum sok polos dan pura-pura tidak tahu apa-apa

"Reyhan? Kamu lagi dimana?" Tanya Nayna di sebrang sana, Nayna dengan nada khawatir dan juga curiga terhadap suaminya itu.

Tut..

Reyhan mematikan sambungan telfonnya.

•••

Sementara Nayna di kamarnya menatap handphone nya dengan tatapan bingung, menatap nama Reyhan yang tertampang disana.
"Ck, kenapa dia?" Tanya Nayna pada dirinya sendiri, lalu memutar bola matanya sendiri.

Sekarang sudah jam 1 pagi, Nayna masih menunggu kedatangan Reyhan, Nayna sangat khawatir dan juga curiga
"Aahhh.." Nayna menggosok bibir vaginanya dengan satu jarinya.

"Duh aku jadi sange gini, kok bisa yaah" Nayna menatap ke langit-langit kamarnya.
"Kangen Reyhan, mungkin ini yah penyebabnya?" Tanya Nayna lagi, lalu ia tersenyum jahil.

Nayna beranjak dari ranjangnya lalu mengambil handphonenya dan menuju toilet.

Nayna mengunci rapat rapat pintu toiletnya, memastikan tidak ada orang satupun yang bisa masuk ke toiletnya.

Nayna duduk di closet yang sudah tertutup, perlahan Nayna membuka celana piyamanya lalu membiarkan dirinya hanya memakai celana dalam.

Nayna mengangkat kakinya dan melebarkannya, Nayna menggosok perlahan bibir vaginanya yang tertutupi celana dalam.

"Sshhh...ahh" Desahan Nayna lolos dari mulutnya
"Akhhh, ga nyaman" Nayna membuka kasar celana dalamnya lalu menggosok pelan bibir vaginanya, dan mulai memasukkan jari tengahntengahnyakknya dengan ritme pelan.

"Aakhhss..aaaaahh..sshhnm" desahan Nayna memenuhi toilet,

•••

Sementara di kantor Reyhan,

Reyhan menatap Mona serius, kini mereka berdua tengah duduk berhadapan.

"Rey..-eh pak" Panggil Mona, Mona tak berani mendongakkan kepalanya disaat keadaan seperti ini
"Hm?" Jawab Reyhan tetap menatap Mona yang tertunduk

"Maafin aku Reyh, aku tadi cuma mau nanya berkas yang harus ak-"
"Gak papa, udah sekarang saya mau pulang" Reyhan berdiri dan merapikan bajunya lalu menuju meja kerjanya dan mengambil tas nya.

Baru saja Reyhan ingin membuka pintunya dihalang oleh Mona,
"Reyhan, aku suka sama kamu. Sampai kapanpun" Jujur Mona

•••

Ceklek..

"Aku pulang" Reyhan menatap sekitar rumah, sepi.

Reyhan menghembuskan nafasnya berat lalu kembali berjalan menuju kamarnya.

Di depan kamarnya, mata Reyhan membulat sempurna. Ia mendengar desahan yang sangat menikmati

Glek...
Reyhan meneguk ludahnya dengan masih tak percaya,
Dengan amat pelan Reyhan membuka pintu kamarnya lalu berjalan menuju arah suara itu.

"Aakkhsss....sshhhh...aaahhh...fastheeerrrrsshhh...aaahhhsss"
Lagi-lagi Reyhan terpatung di depan pintu toilet.

"Bersama siapa dia? Kenapa dia sangat menikmati?" Batin Reyhan bingung, Reyhan mengacak rambutnya frustasi. Lalu terlintas di pikirannya. Toh.. Tak mungkin juga Nayna membawa laki-laki lain kan?.

Reyhan tersenyum jahil
"Lagi horny karena nungguin aku kali ya?" Lalu Reyhan melepas dasinya dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang.

Sementara di dalam toilet,
"Aaaahhh..aakuu mau kelhuaarr aahhhsss" Tubuh Nayna menggeliat kecil. Nayna sudah orgasme sebanyak 5 kali. Sudah lelah rasanyaa..

"Ssshhh...aaahhh" Nayna meremas pelan payudaranya, lalu ia memakai kembali celana dalamnya dan juga celananya.

Cairan kental yang berhamburan di sekitaran closet, ia siram sampai bersih. Nayna takut Reyhan mengetahuinya. Pasti Reyhan akan tersenyum jahil.

Ceklek...
Baaaa...

Nayna terkejut bukan main melihat suaminya yang sedang duduk di tepi ranjang, senyum jahil nya mengembang.

"Hi beauty wife, habis ngapain?" Reyhan mengedipkan satu matanya lalu berdiri menghampiri Nayna.
"Reyy..rey" Panggil Nayna gugup

"Kenapa sayang?" Jawab Reyhan sambil memeluk Nayna erat
"Kamu..."
"Iya aku udah denger, apakah kamu menikmati nya?" Tanya Reyhan

Nayna hanya bisa tersenyum malu, pipinya bersemu merah.

"Aahhss" Nayna mendesah kecil saat penis Reyhan menyentuh perutnya

"Ups , maaf. Adik kecil udah bangun" Reyhan kini melumat bibir Nayna dengan lembut

"Gak enak berdiri, yuk ke ranjang" Reyhan menggendong Nayna lalu menghempaskan tubuh Nayna,

Sekarang Reyhan sedang diatas Nayna, kedua tangannya digunakan untuk menopang tubuhnya

"Reyhan" panggil Nayna manja

"Aku sangat suka milikmu, bolehkah aku memilikinya dan terus membuatnya basah?"
Nayna menunjuk penis Reyhan yang masih tertutup celana kerjanya dan tersenyum jahil.

"Tentu, sayang" Reyhan mulai melumat bibir Nayna kasar. Seperti singa yang haus akan korban

***
Halo semuanya, astagaaaaa.. Aku sangat berterimakasih pada kalian, huhu terharu (。•́︿•̀。)

Ok, maap nih kalau aku php sama kalian, jadi part enaena nya ada di chapter five ya guys, karena aku pgn membuat kalian penasaran! Haha...

Next? Spam comment and vote ˞͛ʕ̡̢̡⚈้̤͡ꇴ⚈้̤͡ ॢʔ̢̡̢˞͛
Aku pgn disemangatin sama kalian semua, bikin ini tuh gak segampang membalikkan telapak tangan.

Btw, cerita "I Love My Sister's Husband" istirahat dulu.
Otak saya lagi buntu, gak bisa melanjutkannya sementara, sorry and thanks for kalian semua.

Suka? Vomment (Vote & Comment)

Bye!❣

DesahanBaca cerita ini secara GRATIS!