Top Hallyu : 23 [Part 2]

20.7K 4.6K 775
                                    

Dulu, saat tinggal bersama ayah angkatnya yang suka menyiksa, Fara pernah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menangis, sekeras apapun cambukkan ayahnya.

Punggung Fara memar, bahkan saat cipratan darah keluar dari punggungnya pun, Fara berusaha untuk tidak menangis. Untuk apa? Menangis itu tidak ada gunanya.

Ayahnya tidak akan berhenti memukul meski Fara menangis terisak. Yang Fara lakukan hanya memohon sambil menggumam maaf agar Ayahnya mau berhenti. Beliau pernah bilang pada Fara, "Dunia ini keras, banyak orang jahat sepertiku. Menangis itu hanya akan membuat orang jahat lebih suka menyakitimu. Mereka akan menganggap kau lemah. Ingat, dunia tidak menerima orang-orang lemah sepertimu."

Untuk itu, Fara tumbuh menjadi sosok kuat. Sosok yang tidak akan menangis ketika mendapatkan pukulan di wajah, punggung, perutnya, dan segala caci maki yang dilontarkan orang-orang padanya.

"Anak buangan!" Ayahnya selalu memaki Fara dengan sebutan itu. Ia tidak tahu siapa ibunya, dimana ayah kandungnya, karena dari kecil, Fara selalu sendiri. Dia berpindah dari tangan ke tangan. Tidak pernah ada yang mau menerimanya dalam waktu yang lama.

Mungkin, karena Fara anak yang jelek, tidak terurus, dan pendiam. Meskipun jatuh ke dalam kubangan lumpur, Fara tidak akan beraksi seperti anak lainnya. Dia akan menyeka pakaiannya yang kotor, lalu menatap orang tuanya dengan pandangan 'Aku baik-baik saja, Mama'

Setiap orang yang ingin memiliki bayi pasti menginginkan anak yang cantik, manis, dan berlaku normal seperti menangis ketika jatuh, atau suka merajuk dan bertingkah menggemaskan di hadapan orang tuanya. Mereka tidak menginginkan anak yang membersihkan pakiannya sendiri ketika jatuh, yang tidak pernah bertingkah menggemaskan agar orang-orang tertawa.

Ibarat buah apel yang dijual di pasar, mereka memiliki golongan yang menjadikannya pembeda antara apel satu dengan apel lainnya. Biasanya pembeli hanya menginginkan apel yang bagus, bersih, dan terlihat berkilauan. Mereka meninggalkan apel yang cacat, yang berlubang dimakan ulat, atau apel busuk karena terbentur. Mereka meninggalkan apel-apel itu di tangan pedagang, lalu berakhir dibuang.

Seperti itulah Fara. Ia hanya sosok perempuan yang sudah terbiasa dibuang. Seharusnya Fara tidak menangis, seharusnya Fara tidak kecewa, karena sejak dulu, harapannya tidak pernah berakhir bahagia.

"Berhenti menangis, Ra. Berhenti...." Fara menahan isakkannya.

Tapi, tidak berhasil.

Ia tetap menangis, sampai-sampai security yang berdiri di lobby mengerjit bingung.

Fara tidak bisa mengendalikan dirinya. Ia sudah terlalu jauh menyimpan harapan, kalau ia dan Baekhyun akan bahagia bersama.

Tapi, sepertinya, lagi-lagi, harapan itu hanya akan berakhir menjadi sebuah angan. Tidak seharusnya manusia seperti Fara, yang hina, yang tidak tahu asal-usulnya dari mana berharap begitu tinggi dengan sosok sempurna seperti Baekhyun.

"Seharusnya kau sadar diri, Ra...." Fara membuka pintu apartemen, lalu merosot di lantai. "Seharusnya kau sadar diri...."

Benar kata Jonathan, Fara terlalu sombong. Ia mengangkat tinggi dagunya, menghayal bahwa Baekhyun kelak membalas perasaannya.

Padahal.... siapa Fara? Ia bahkan tidak cantik, miskin, tidak punya orang tua, tidak punya teman, tidak punya siapa-siapa. Berani sekali orang sepertinya mengharapkan sosok seperti Baekhyun. Bahkan dengan kurang ajarnya Fara menginginkan anak dari pria itu.

"Benar-benar tidak tahu diri." Fara menenggelamkan wajahnya di lutut, terisak merutuki air matanya yang tak henti-hentinya mengalir.

Ini semua lebih menyakitkan dari apapun. Bahkan rasa sakitnya melebihi sakit ketika Fara ditinggalkan di jalanan, ketika dia tidak dianggap, ketika dia disiksa, dan ketika dia kabur dari Korea agar menghindar dari kematian. Bahkan kehidupan berat yang Fara alami di Las Vegas pun terasa lebih ringan dari semua ini.

Kehadiran Baekhyun sangat berarti, sampai-sampi kekecewaan Fara mendatangkan sakit yang rasanya berkali-kali lipat.

Seharusnya Fara tidak sekecewa ini. Baekhyun membayarnya seharga 10 milyar won, harga yang berhak untuk menyakitinya. Tapi, ketika Baekhyun memberinya secuil harapan, Fara terlena. Dia merasa tidak seharusnya Baekhyun menyakitinya dengan uang itu, karena Fara juga manusia.

Dia juga tidak mau terlahir seperti ini.

"Hai, bagaimana? Suka dengan pertunjukkannya?" Jonathan mendorong pintu, hingga tubuh Fara terlempar ke depan.

Fara meringis, ia bangkit dari lantai, lalu menampar wajah Jonathan. Tidak hanya itu, Fara menarik kaos Jonathan lalu menyeretnya hingga terpental ke ruang tamu.

"BERANI-BERANINYA KAU MENGAMBIL SUAMIKU!!!" Fara menaiki tubuh Jonathan lalu memukul pria itu berkali-kali. Pria itu memberontak, ia mendorong tubuh Fara, lalu membalas pukulannya.

Wajah Fara terlempar ke samping. Rahangnya terasa koyak oleh pukulan Jonathan. Bagaimanapun, dia wania.

"Aku kira kau hanya gay yang mengambil suami orang. Tapi ternyata...." Fara berdecih, "Kau bajingan brengsek yang tidak tahu malu. Kau laki-laki atau apa? Berani-beraninya memukul perempuan!"

"BRENGSEK!" amarah Jonathan terpancing. Ia menendang tubuh Fara, hingga terlempar ke lantai.

Fara meringis, sikunya berdarah.

"Kau yang merebut Baekhyun dariku.... Sejak kecil kami bersama, kau yang tiba-tiba datang lalu membuat semuanya rumit!"

"Hei? Kau tidak punya kaca? Kau itu laki-laki. Kau kira aku percaya Baekhyun gay? Dia hanya menyayangimu, dan mau-mau saja menuruti perintahmu. Di sini kau yang sakit Jonathan. Kau yang sakit!!"
Jonathan berteriak marah, dia sudah ingin menghajar Fara, tapi Fara dengan gesit menghindar. Ia mengambil tongkat baseball, lalu memukul kepala Jonathan hingga darah segar mengalir di kepalanya.

"Kau ingin membunuhku?" Fara menyeringai, "Jangan harap.... Aku tidak semudah itu untuk mati. Orang-orang yang sudah terlalu lama menderita, tidak semudah itu untuk mati."

Fara tertawa lalu memukul tubuh Jonathan hingga pria itu terbatuk. "Kita liat, siapa yang akan mati. Kau atau aku."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Top Hallyu and Me (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang