Part 2 - Minder

Mulai dari awal

"Apa aku belum bisa melupakannya?" lirihnya. Rasa sesak mengegerogoti dadanya. Ternyata sangat sulit. Bibirnya bergetar dan air matanya tiba-tiba mengembang dipelupuk mata. Ia mengatur napasnya mengurangi kesesakan itu. Lama-lama ditempat itu hanya akan membuatnya tersiksa. Semakin tidak bisa melepaskan Krisna. Aisha memutuskan untuk pergi. Dengan terburu-buru ia keluar dari cafe tersebut setelah membayarnya.

Kakinya melangkah dengan tidak pasti. Pikirannya melanglang buana entah kemana. Ia menemukan halte dan duduk disana. Pulang adalah pilihan yang tepat. Daripada di jalan seperti ini.

Aisha memesan ojek online. Di jalan yang ada pikirannya tertuju pada kenangan yang menyakitkan. Tidak lama sebuah motor matic berhenti di depannya.

"Mbak Aisha?" tanya ojek online tersebut.

"Iya, Mas." Ojek itu memberikan helm. Aisha naik ke motornya. Dengan kecepatan sedang motor itu melaju.

"Baru pulang kerja, Mbak?" tanyanya.

"Iya, Mas," jawab Aisha dengan ramah.

"Oh, kerja dimana?"

"Di garment, Mas."

"Oh," lalu ojek itu tidak bertanya lagi.

Setengah jam kemudian sampai di rumah Aisha. Karena macet biasanya 15 menit sudah sampai.

"Makasih ya, Mas," ucap Aisha seraya menyerahkan uangnya.

"Ini lebih, Mbak."

"Nggak apa-apa kok,"

"Makasih ya, Mbak."

Aisha masuk ke dalam rumahnya. Di ruang tv ada ibunya sedang duduk. Ia mengucapkan salam lalu mencium tangan sang ibu.

"Baru pulang?" sang ibu bertanya.

"Iya, Ma. Bapak kemana?"

"Ada lagi sholat,"

"Oh, aku ke kamar dulu ya,"

"Iya, jangan lupa sholat terus makan, Sha."

"Iya, Ma."

Suasana kamar begitu minim cahaya. Aisha sengaja tidak menyalakan lampu. Duduk di kursi meja rias sambil menatap cermin. Kapan ia bisa membahagiakan keluarganya? Melihatnya duduk dipelaminan yang kini hanya tinggal bayangan semu.

Aisha mampu menyembunyikan perasaan sedihnya. Hingga semua orang tertipu dengan senyumnya yang penuh luka. Ia menghembuskan napasnya. Menguncir rambut lalu berwudhu karena akan shalat isya.

***

Ponselnya berdering saat ia menonton tv. Aisha masuk ke dalam kamarnya. Melihat nama yang tertera ia langsung mengangkatnya. Dari temannya sesama kanak-kanak.

"Hallo, assalamua'laikum.." ucap Aisha.

"Wa'alaikumsalam, Sha. Ini aku Tya."

"Iya, aku tau," nomornya sudah ia simpan di kontak ponsel Aisha.

"Kamu lagi apa?"

Feeling  (GOOGLE PLAY BOOK)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang