5

1.1K 184 10


Krystal mengerahkan seluruh tenaganya membawa sehun ke ranjang. "Ya tuhan... sajangnim bangunlah huft..." eluh krystal masih mencoba mengatur nafasnya. "Jangan panggil siapapun.." racau sehun masih menutup matanya




"Baiklah setelah aku merawatnya. Aku akan pergi" batin krystal masih menahan kesal




Krystal mencopot semua sepatu dan kaos kaki sehun menyiapkan alat kompres dan alat medis seadanya, krystal mengkompres dahi sehun "anda yakin tidak ingin pergi kerumah sakit?"tanya krystal sedikit khawatit karena suhu badan sehun "aku akan baik baik saja jika kau tidak pergi"jawab sehun masih menutup matanya "saya disini sajangnim..baiklah aku akan mengganti baju anda" ijin krystal membuka satu persatu kancing kemeja sehun




"Tunggu kenapa hawanya menjadi panas seketika seperi ini?? Ada apa denganmu krystal.. kenapa kau gugup seperti melakukannya pertama kali kau sering mrlihat badan2 pasienmu sadarlah.." batin krystal sedikit gugup




Krystal masih membuka satu persatu kancing dari kemeja sehun tiba2 sehun memegang tangan krystal. "Jangan.. jangan membukanya sembarangan" racau sehun membuat krystal sedikit emosi "saya sedang tidak mau memperkosa anda sajangnim.. jangan salah paham, begini saja saya yang dokter disini jika anda ingin sembuh anda harus mengikuti aturan saya sajangnim" ucap krystal kesal lalu menyingkirkan tangan sehun dengan paksa sampai dimana krystal terkejut melihat bekas luka yang sangat banyak di bagian perut sehun, sehun membuka matanya melihat ekspresi krystal "aku bilang juga apa.. jangan membukanya sembarangan, tidak bisakah kau menuruti apa yang ku katakan sekali saja"ucap sehun terlihat lemah dan mencoba menutupnya kembali





"Ada apa dengannya? Dengan tubuh sepanas itu dia memiliki luka yang sangat mengerikan, luka jahitan dimana mana. Sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Sampai menderita seperti ini" batin krystal masih terkejut





Krystal kembali mencoba mengontrol ekspresi terkejutnya, "seharusnya anda memberitahuku dari awal kalau anda keberatan untuk ini" ucap krystal pembelaan diri "aku sudah mengatakannya.. sudahlah lupakan" jawab sehun disisa tenaganya "lalu.. ada yang sajangnim butuhkan mungkin? Aku akan bersedia mengambilnya" tawar krystal merasa tidak enak. Sehun pun menarik tangan krystal dengan cepat agar krystal tidur di pelukannya




"Ada apa ini?? Ya tuhan dada panas ini sejak kapan aku jadi berdekatan dengan dada panas sajangnim" batin krystal terkejut





"Begini saja.. bisakah kau diam, dan tidur sampai besok" ucap sehun mempererat pelukannya pada krystal. "Sajangnim.... aaa aku rasa aku sedikit tidak nyaman dengan posisi seperti ini"ucap krystal gugup. "Jika hari ini kau merasa tidak nyaman, maka biarkan besok aku membuatmu nyaman sampai kau tidak bisa pergi dariku" ucap sehun masih menutup matanya, wajah mereka berhadapan "tapi sajangnim.. aku rasa ini sedikit berlebihan" protes krystal lagi mencoba mengatur detak jantungnya yang ingin meledak melihat wajah sehun sedekat ini. "Aku tidak ingin sendiri saat ini" ucap sehun lirih kali ini dia membuka matanya sendu menatap krystal





Tak sadar terlalu lama bertatapan krystal pun menutup mata sehun dengan tangannya "ahhh sajangnim.. tidurlah, berhenti menatapku seperti itu hahahaha itu menakutkan" ucap krystal merusak suasana





"Ini pertama kalinya aku di tatap seseorang sedalam ini, ya tuhan ada apa denganku? Ingatkan aku dia hanya seorang yang membuat dirimu sulit krystalll" batin krystal





Sehun pun hanya tersenyum tipis melihat sikap krystal yang cukup menggemaskan mungkin baginya "mulai besok ayo kita tidur bersama, aku baru menyadarinya obrolan diatas ranjang menyenangkan juga" ledek sehun membuat krystal terkejut lalu tangan krystal beralih menutup mulut sehun "sajangnim.. lepaskan saya sekarang juga" ucap krystal menahan rasa malu dengan kata2 sehun tadi mungkin wajahnya sudah sepenuhnya merah sehun hanya mengabaikannya dan mulai tertidur






"Baiklah kali ini saja aku ijinkan" batin krystal lalu ikut tertidur menyusul sehun





Drttt..drtt...drttt....


Suara dering ponsel sehun berbunyi membuat sehun dan krystal terusik, sehun membuka matanya untuk mengambil ponselnya "iya.. ??"jawab sehun lirih takut membangunkan krystal. "Sajangnim.. anda tidak lupa untuk melakukan perjalanan pagi menuju seoul bukan? Apa ada masalah sajangnim?? Tidak biasanya anda bangun terlambat" ucap sekertaris jang membuat sehun sedikit terkejut. "Ah.. benarkah?? Kenapa aku bisa kesiangan seperti ini" ucap sehun "setengah jam lagi akan ada pemberangkatan selanjutnya aku akan mempersiapkan semuanya" ucap sekertaris jang, sehun menatap gadis disampingnya yang masih tertidur dengan lelap "jangan.. kita pakai pemberangkatan sore saja, sepertinya aku butuh istirahat lebih lama" ucap sehun karena tidak tega membangunkan krystal "baiklah sajangnim" sehun memutuskan untuk membersihkan bandannya sekarang






Sehun menatap wajah krystal lama"ini semua karenamu lagi aku kesiangan dasar gadis bodoh" lirih sehun tersenyum tipis lalu tak sadar membuat krystal terusik dan membukakan matanya "nyenyak sekali tidurmu dokter jung" sindir sehun tak mengalihkan tatapannya pada krystal, krystal pun membulatkan matanya terkejut "ah... maaf sajangnim, apa aku membuat kesalahan??"jawab krystal segera bangun dengan gugup. "Kita ketinggalan kereta 1 jam yang lalu.. krena kau tidur terlalu nyenyak"ucap sehun dingin "benarkah?? Ahhh maafkan aku, aku akan siap2 kita akan segera mengambil pemberangkatan selanjutnya" ucap krystal merapihkan baju dan rambutnya. "Tidak usah buru2.. kita akan berangkat sore nanti, ini kesempatan untukku agar bisa beristrirahat, sebaiknya kau mandi aku akan menunggumu di bawah untuk sarapan"





"Apa yang kau pikirkan krystal?? Kecupan romantis dipagi hari dia hanya seorang iblis yang kebetulan menjadikanmu bantalnya, ohhh tungguuu apa aku baru saja mengaharapkan pagi yang romantis dengan iblis itu sadar krystal" gerutu krystal dalam hati lalu pergi menuju kamar mandi







Krystal dengan dress casualnya menghampiri ruang makan hotel untuk menemui sehun "sajangnim... makasih untuk pakaiannya" ucap krystal senyum, sehun memang membelikan beberapa pakaian untuk krystal tadi "baiklah itu cocok untukmu, aku tidak mau kau pake baju yang sama dari kemarin jujur itu membuatku risih" ketus sehun membuat krystal kembali kesal menghadapi sehun "ahhh sepertinya sarapan pagi semua sudah seimbang sajangnim, anda bisa langsung memakannya" ucap krystal masih berusaha ramah "duduklah.. kau juga perlu makan, aku tidak mau diriku menjadi alasan kau mati kelaparan" ucap sehun "sajangnim... terimakasih anda sudah peduli"sindir krystal senyum terpaksa lalu ikut duduk untuk sarapan







Mereka pun makan dengan diam "untuk besok.. sarapan, makan siang dan makan malam sebaiknya kau----" ucapan sehun terpotong oleh krystal "tidak usah sajangnim.. jika anda tersinggung dengan kata2 saya tadi malam jangan di ambil hati saya akan makan dengan baik, makan bersama anda adalah kehormatan bagi saya jadi kita tidak perlu makan bersama seperti ini seterusnya terima kasih tawarannya" ucap krystal senyum





"Sikapnya berubah.. yeahhh walaupun dia tetap dingin tapi dia berlagak seperti kekasihku sekarang aku harus membuatnya tau batasan bahwa aku hanya dokter pribadinya" batin krystal





"Bukan itu maksudku dokter jung.. mulai besok sarapan, makan siang, makan malam, kau bisa belajar dengan sekertaris jang agar bisa makan di jadwal padatku, aku tidak mau hanya alasan kau kelaparan kau mengajukan surat pengunduran diri, aku memberi solusi jadi aku tidak menerima alasan seperti itu" ucap sehun membuat krystal menatap sehun tidak percaya "begitukah?? Hahahaha kenapa tak terfikirkan olehku bagaimana sekertaris jang bisa hidup selama ini dengan anda" jawab lirih krystal menahan malu "ada yang ingin kau sampaikan dokter jung??ucap sehun "ahhh tidak.. solusi anda membantu sekali sajangnim" jawab krystal menahan kesal






"Dan satu lagi.. pakailah ini saja" ucap sehun menyodorkan sepatu putih untuk krystal "jika kau pakai higheels terus2san kakimu akan terluka, jadi pakailah" tambah sehun membuat krystal terkejut dan bingung sekaligus "ahh.. terimaksih atas perhatiannya sajangnim" jawab krystal senyum. Sehun pun menunduk namun di hentikan oleh krystal "ahhh tidak perlu memasangkannya sajangnim.. aku bisa sendiri" ucap krystal tidak enak, "ada apa denganmu hari ini dokter jung?? Kau selalu salah paham aku sedang membetulkan tali sepatuku yang terlihat tidak sempurna" jawab sehun tersenyum tipis sambil mengikatkan tali sepatunya melihat tingkah krystal sedari tadi







"DAMN IT... AKU INGIN OPRASI PLASTIK SAJA" teriak krystal dalam hati menahan malu














Tbc

Si ital gak belajar dari pengalaman hahahahaha 😂

Mr. Oh SehunBaca cerita ini secara GRATIS!