Prologue

53.3K 6.2K 851

Gue hanya bisa menegak ludah saat berdiri di depan rumah sakit besar itu. Menarik nafas panjang, gue mencoba melangkah tapi kaki ini rasanya berat banget. Keringat sudah bercucuran, jantung berdegup gak beraturan, pokoknya benar-benar sudah gak karuan.

Langkah ini yang akan menentukan masa depanku. Hancur lebur atau tetap hancur namun tidak lebur. Ya, pilihan yang sulit. Walaupun dua-duanya merugikan, setidaknya gue harus memperhatikan efek jangka panjangnya.

Akhirnya, gue memutuskan untuk berjalan masuk ke dalam rumah sakit tersebut.

Rumah sakit yang akan jadi saksi bisu atas kejahatan kejiku yang rahasia ini. Gue akan dilaknat Tuhanku setelah ini.

Oh, lupa. Tampaknya gue sudah dilaknat dari jauh-jauh hari.

Langkah kaki gue terhenti waktu melihat seseorang keluar dari sana.

Dengan cepat gue berbalik badan dan berlari, bersembunyi di dekat pot tanaman besar.

Jantung gue lagi-lagi berdegup makin kencang.

Disana, berdiri laki-laki tua yang konyolnya adalah dekan fakultas gue.

Shit, kenapa dia ada di sini coba?

Sambil menunggu di pergi, gue cuma bisa termenung.

Apakah ini tindakan yang benar? Gue tahu kalau gue gak melakukan ini, hidup gue bakalan hancur. Tapi, hati kecil gue bakal menyesal seumur hidup kalo melakukannya.

Gue mengelus perut gue yang masih rata.

Iya, gue hamil.

Dan berniat menggugurkan janin ini. Karena menurut logika gue, hal ini adalah yang terbaik buat masa depan gue.

Orang bilang, yang paling benar adalah kata hati karena terkadang logika membuat kita menentang nurani dan juga, tidak selamanya benar itu baik.

Jadi, gue memutuskan untuk mengikuti kata hati gue.

Ya, gue gak boleh menggugurkan kandungan ini.

Terimakasih untuk pak dekan fakultas gue, ayah dari cowok yang menyuruh gue untuk aborsi.

Berkat dia, gue jadi punya waktu untuk berpikir dua kali.

Walaupun gue yakin, anaknya akan sangat marah kalo tahu gue gak menggugurkan kandungan ini.

**

Gue melihat cowok itu, dengan tidak pedulinya hanya melihat gue sekilas, melewati bangku gue dan duduk di belakang bersama teman satu geng nya.

Enggak, dia bukannya bersikap dingin dan pura-pura gak kenal ke gue karena kejadian itu. Karena pada dasarnya, itulah hubungan gue dan dia setiap hari. Kita bukan teman, apalagi pacar.

Tapi punya anak.

Lucu, kan?

Kalian mungkin aja berpikiran kalo gue ini gak lebih dari cewek lacur yang mau aja di ajakin make love sama sembarang orang. Gak, gue bukan cewek seperti itu. Tapi, pada akhirnya, itulah faktanya.

Gue gak bilang kalo gue sering melakukan 'itu'. Jujur, ini pertama kalinya buat gue dan tampaknya Allah langsung mengutuk gue.

Kita melakukannya tanpa sengaja, oke? Rasanya semacam otak gue udah gak berfungsi semestinya. Gue gak tahu soal dia, yang jelas, kita berdua sama-sama mabuk.

Gue secara pribadi gak menyangka adegan mainstream yang terjadi di film-film itu bakalan terjadi pada gue dan Jung Jaehyun.

Iya, Jung Jaehyun.

Si bajingan brengsek yang merangkap sebagai perfect college student.

Pintar? √
Dia selalu dapet IPK nyaris sempurna. Kalau presentasi selalu dipuji dosen, tugasnya juga selalu dijadikan contoh ke mahasiswa lain.

Kaya? √
Anak dekan mana yang miskin?

Aktif? √
Gubernur BEM-F, juga ketua angkatan.

Good Looking? √
Semua cewek ngiler melihatnya. Gue juga pernah suka sama dia. Gue gak mau munafik, karena munafik itu gak baik.

Lucu? √
Herannya, dia juga bisa ngelucu sama teman-temannya.

Good attitude? √
Semua respect ke dia. Bahkan semua dosen sayang sama dia.

Muka polos bak malaikat? √
Gak bakalan kalian mikirin hal buruk soal dia. He is just too perfect to be real. Semacam bersinnya nabi Yusuf.

Hot Body? √
Bukan sesuatu yang harus dipamerkan, tapi, gue sudah mencicipinya. Ekhem, tolong tidak usah dibayangkan.

Ramah? √
Gue tahu dia terkenal ramah dan baik hati, tapi, untuk gue dia gak ramah sama sekali.

Sisi gelapnya benar-benar gelap. Sampai-sampai gue berpikir kalo ada dua Jung Jaehyun di tempat ini.

Susah menjelaskannya gimana.

Namun yang pasti, kata-kata menusuk dia yang bakalan gue masukin hati sampai mati adalah

" Gugurin atau gue bakal menghancurkan hidup lacur sampah macam lo karena udah mengotori hidup gue yang 'bersih'. "

Iblis itu jahat, tapi, Jung Jaehyun is more than devil.

Dan gue, Roseanne Park, tampaknya sudah masuk ke dalam jerat iblis.

Irony ; Jaehyun ✓ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang