14

14.5K 797 6

Carissa terbangun, lalu mengedarkan pandangannya dan menyadari bahwa ia berada di kamar lamanya. Di London. Carissa langsung menegakkan tubuhnya menyadari itu, namun rasa pusing tiba-tiba menyerangnya.

Carissa memijat pelipisnya dan berusaha melawan rasa pusing itu. Ia turun dari ranjang dan bergegas menuju jendela kamar. Apakah ini mimpi?

Carissa memandang luar jendela dengan tertegun. Ini tidak mimpi. Ia telah kembali ke mansion. Carissa berjalan menuju pintu, namun saat ia hendak membukanya, pintu itu telah terkunci.

Carissa menggedor-gedor pintu itu dan berteriak, "HEII!! KELUARKAN AKUU!! CEPAT! BUKA PINTUNYAAA!!!"

Di luar kamar, pengawal yang menjaga di kedua sisi pintu, sedikit terkejut, mendengar sang putri berteriak dengan keras. Sebelumnya, mereka belum pernah melihat tuan putri mereka sebrutal itu.

Carissa menendang pintu di depannya dengan kesal. Ia melihat seisi kamar, mencari apa saja yang bisa membuat ia keluar dari kamar. Carissa menuju ke arah jendela dan membukanya.

Sial, terlalu tinggi.

Carissa tidak akan menyerah. Carissa mengecek setiap laci yang ada di kamar itu. Ia berharap bisa menemukan tali.

Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kamar. Carissa menoleh dan mendapat Varrel yang tengah berdiri di sana.

Carissa berjalan mendekati lelaki itu dan menatapnya dengan penuh amarah. "Sebenarnya apa sih maumu? Bisakah kau melepaskan aku saja. Aku benci kau dan aku tidak akan pernah menikah dengan pria brengsek sepertimu."

Napasnya naik turun setelah mengucapkan itu. Ia benar-benar marah. Ingin sekali Carissa menghilangkan wajah itu dari dunia ini. Ia sudah muak.

Varrel yang mendengar itu, hanya menatap Carissa datar. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Carissa. "Apapun yang akan kau lakukan, kau tidak akan pernah bisa kabur lagi. Sekarang, persiapkan dirimu, orangtuamu sudah menunggumu di sana."

Setelah mengucapkan itu, Varrel menjauhkan wajahnya dan berbalik meninggalkan Carissa yang masih menatapnya tajam.

***

Carissa berjalan menuju ruang tengah yang kelewat luas itu. Ada empat pengawal menjaganya hanya untuk ke ruang tengah, di mana orangtuanya menunggu. Carissa berdecak sinis. Hidup yang sangat menyedihkan.

Pintu menuju ruang tengah terbuka. Carissa dapat melihat William dan Riana duduk di bangku kebesaran mereka di sana.

Carissa berhenti tepat di hadapan mereka dengan wajah dingin. Tidak ada sedikitpun kerinduan yang ia pancarkan kepada kedua orangtuanya. Seandainya Varrel sudah tidak berurusan dengan kedua orangtuanya lagi, tidak akan ada kemarahan ataupun kekecewaan yang timbul. Namun, nyatanya mereka masih bersama dengan lelaki jahat itu.

Riana menghampirinya dengan mata berkaca-kaca dan memeluknya dengan penuh kerinduan.

Riana menangkup wajah Carissa agar putrinya itu menatap ke arahnya. "Kau dari mana saja nak? Tidakkah kau merindukan kami?"

Carissa diam tidak menjawab. Ia memandang lurus ke depan dengan wajah dingin, lalu ia menatap William. "Aku tidak ingin menikah." ucap Carissa dingin.

"Kau akan menikah beberapa bulan lagi. Persiapkan dirimu." ucap William tidak memperdulikan ucapan Carissa.

"Aku menolak." sahut Carissa penuh dengan penekanan, namun William tampak enggan mendengar ucapannya. Pria setengah baya itu berdiri dari bangkunya hendak pergi meninggalkan ruangan itu, seolah pembicaraan mereka telah selesai.

Melihat itu membuat Carissa menatap Willim dengan penuh amarah. "Sudah aku katakan. Aku menolaknya." ucap Carissa sekali lagi dengan keras.

William kembali menatap Carissa. "Kau akan menikah dengannya dan mulai sekarang, kau bebas pergi kemana pun. Kau bisa keluar mansion seperti yang kau mau selama ini."

Carissa berdecak sinis membuat Riana menatap putrinya itu dengan terkejut. Ia tidak menyangka putrinya telah berubah.

"Sayangnya, bukan itu yang aku mau. Tapi, tidak masalah. Jangan larang aku pergi kemanapun aku mau." Setelah mengucapkan itu, Carissa segera pergi dari ruangan itu.

Saat ia hendak pergi, ia menemukan Varrel berdiri tidak jauh darinya, membuatnya menghentikan langkahnya sejenak. Carissa kembali melanjutkan langkahnya melewati Varrel tanpa membalas tatapan lelaki itu sekali pun.

***

Carissa duduk di halaman belakang. Ia sedang mencari cara agar ia tidak menikah dengan Varrel, namun ia belum menemukannya. Pengawal semakin banyak di mansion dari sebelumnya. Bahkan jika ia ingin keluar, harus dikawal oleh pengawal. Ia selalu merasa seperti tahanan di tempat ini.

"Lady, saya sudah siapkan pakaian untuk Anda. Nanti malam Lady bersama Tuan Barnaby akan pergi mengunjungi pesta dari teman Tuan Barnaby." ucap Windhy mengingatkannya tentang pesta nanti malam. Carissa menghela napas. Bisakah lelaki itu pergi sendiri saja?

Carissa berdiri dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam mansion dengan raut kesal.

***

"Kau sangat cantik malam ini, sweetheart." ucap Varrel mendekat ke arah Carissa dan mengulurkan tangannya pada gadis itu.

Carissa tersenyum sinis. Ia masuk ke dalam mobil tanpa menerima uluran dari Varrel. Varrel yang ditolak hanya tersenyum geli, lalu masuk ke dalam mobil, duduk di samping Carissa.

Kemudian sang supir membawa mereka ke tempat tujuan.

"Berapa banyak bodyguard yang kau bawa?" tanya Carissa tanpa mengalihkan pandangannya dari luar kaca jendela.

"Apakah itu penting?" balas Varrel dengan pertanyaan membuat Carissa menoleh ke arah lelaki itu.

"Aku hanya ingin mengetahuinya saja."

"Tidak banyak, hanya beberapa saja."

Varrel menatap Carissa intens, membuat gadis itu mengalihkan pandangan ke luar jendela. "Jangan menatapku seperti itu."

Varrel terkekeh. Pandangannya jatuh pada pundak mulus Carissa yang terbuka, membuatnya tidak bisa menahan untuk tidak mendekati gadis itu. Varrel mendekatkan tubuhnya ke arah Carissa lalu mencium wangi tubuh gadis itu.

"Aku tidak sabar untuk menikahimu." bisiknya di telinga Carissa.

Carissa yang menyadari itu, menoleh dan menatap Varrel tajam. "Bisakah kau menjauh?"

"Maaf, sayangku. Aku tidak bisa."

Carissa yang merasa risih, menyudutkan dirinya, berusaha memberi jarak dari Varrel. Namun, Varrel masih terus saja mendekat.

Ya Tuhan.. kapan penderitaan ini berakhir

***

Masih dikit😢
Makasih ya yang udah kasih vote dan udah mau baca ceritaku ini..
Sampai jumpa di chapter selanjutnya🤗

IG: capricorn_rere

MY MYSTERIOUS BODYGUARDWhere stories live. Discover now