17

4.4K 303 19

Pov Cary
Saat ini aku akan memberi nama kepada pria di depanku ini, dia terlihat gagah dengan pakaian berwarna maroon yang dia pakai "nama apa yang anda berikan kepada yang mulia, ratu?" Aku menatap pria yang sejak tadi melakuan ritual pemberian nama pada pria ini "aku memberinya nama Dominic."

Semua orang yang ada di sini bersorak gembira saat aku memberi nama pada pria di depanku ini yang sekarang namanya adalah Dominic, dia mengecup keningku lalu memelukkku dengan erat "sekarang penguasa kita sudah memiliki nama yaitu yang mulia Dominic."

Tiba -tiba tubuh Dominic bersinar dan menyilaukan penglihatanku "akhhhhhhh."

Saat sinar itu menghilang Dominic jatuh tidak sadarkan diri, aku panik karena dia tiba-tiba tidak sadar "cepat bawa Dominic ke kamarnya!" Perintahku pada pengawal yang ada di sini, mereka mengangkat badan Dominic ke dalam kastil, aku mengikuti mereka dari belakang.

Sekarang Dominic sudah berbaring di tempat tidur, aku duduk di sampingnya sambil menatap Dominic, aku teringat dengan siluman putih, aku mengatakan kalau aku akan pergi bersama dia saat aku sudah memberi nama pada Dominic dan sekarang aku sudah memberinya nama lalu bagaimana caraku untuk bertemu dengan siluman putih?

Kakiku melangkah dan keluar dari kamar Dominic, tujuanku sekarang adalah pergi keluar kastil, saat diluar kastil aku memanggil siluman putih berkali-kali, entah apa yang aku lakukan tapi aku berharap semoga saja siluman putih datang.

"Siluman putih, siluman putih, jemput aku siluman putih," aku merasa tenggorokanku mengering karena berteriak memanggil siluman putih berkali-kali hingga akhirnya aku menyerah lalu berbalik badan untuk masuk kembali ke dalam kastil "apa kau memanggilku?"

Tubuhku menegang saat kudengar suara siluman putih, aku pun berbalik badan dan langsung berlari menghambur kepelukan siluman putih saat aku melihat dia tepat berada di belakangku "aku merindukanmu siluman putih," kami memang baru berpisah beberapa jam tapi aku sudah merindukan siluman putih.

"Padahal kita baru berpisah beberapa jam cantik," dia membuatku benar-benar merasa nyaman saat aku  bersamanya "aku mau ikut denganmu siluman putih."

"Apa kali ini kau yakin?"

"Ya aku yakin, Dominic belum sadar jadi sekarang kita bisa pergi."

"Baiklah kalau begitu tapi jika kau hidup denganku kau akan hidup dalam pelarian karena pria yang sekarang namanya Dominic pasti akan mencariku," aku tidak masalah jika aku harus hidup dalam pelarian yang terpenting adalah aku bisa bersama siluman putih "tidak apa."

"Baiklah sekarang tutup matamu," aku menutup mataku hingga kurasakan hembusan angin yang kencang "sekarang buka matamu," mataku terbuka dan hal pertama yang aku lihat adalah pohon - pohon lebat di sekitarku "kita ada dimana siluman putih?"

"Kita berada di alam bebas cantik, lihatlah di atasmu," di atasku ada sebuah rumah pohon yang ukurannya tidak terlalu besar "jadi untuk sementata waktu kita akan tinggal di sini?"

"Kau benar."

Kuikuti langkah kaki siluman putih, dia berjalan ke sebuah pohon beringin lalu duduk di bawahnya, dia memejamkan matanya, aku begitu terpukau dengan ketampanan siluman putih yang membuatku terpikat, rambut putihnya melambai mengikuti gerakan angin sepoi-sepoi.

"Aku tahu kau terpikat dengan ketampananku," pipiku memanas karena aku terpergok memandangi siluman putih kemudian aku mendekati siluman putih yang sudah membuka matanya, aku duduk di sampingnya "kau memang tampan."

"Tidak perlu mengatakan berulang-ulang cantik," aku tahu bahwa aku sudah terlalu sering memujinya tapi kurasa itu tidak pernah cukup karen bagiku dia adalah pria yang paling tampan dimuka bumi ini "aku tahu siluman putih tapi jangan pernah menghentikan aku untuk memujimu tampan."

"Baiklah cantik."
*****
Pov Dominic
Saat aku membuka mataku aku langsung dibuat marah karena mateku dinyatakan hilang, aku begitu marah saat mengetahui hal itu hingga aku membunuh banyak orang sekarang, kemarahanku tidak dapat aku pendam "apa tidak ada satu pun yang melihat mateku pergi?"

"Tidak ada yang mulia," darahku semakin mendidih sekarang, aku mencekik pengawal di depanku hingga dia mati "kau harus mati karena sudah menyampaikan sesuatu yang tidak aku suka."

"Kakak tenanglah, jangan begini, sekarang kau sudah memiliki kekuatan yang semakin besar jadi kau bisa mencari matemu menggunakan kekuatanmu," aku sampai lupa kalau aku sudah memiliki kekuatan yang besar sekarang, aku menggunakan kekuatanku untuk mencari keberadaan mateku dan yang aku lihat dari penglihatan batinku adalah wajah dari seorang pria.

Pria itu adalah seorang siluman putih yang menjadi musuhku selama ratusan tahun hingga saat ini "aku akan membunuhmu siluman putih."

"Siapa yang kau lihat?"

"Siluman putih, dia membawa mateku Angel."
*****
Jangan lupa Vote, Comment and Share 😉😉😊😘😘

CAGED DEVILBaca cerita ini secara GRATIS!