15

13.5K 776 5

Setelah sampai, salah satu bodyguard membuka pintu untuk mereka. Saat Carissa keluar dari mobil, flash dari banyak kamera menyorotinya. Sebelumnya, ia belum pernah di sorot seperti ini.

Tiba-tiba tangannya digenggam seseorang. Carissa menoleh dan melihat Varrel yang menatapnya dengan tersenyum. "Tersenyumlah sayangku." bisik lelaki itu.

Carissa berusaha tidak mengedipkan matanya, saat flash kamera menyorotinya. Carissa tersenyum tipis dan berjalan menyusuri red carpet. Carissa sedikit terkejut saat lengan Varrel tiba-tiba melingkari pinggang mungilnya.

Mereka berhenti sebentar, memberi akses paparazi untuk memfoto mereka, lalu kembali melanjutkan langkah mereka, masuk ke dalam gerbang utama

Di sana mereka disambut tuan rumah. "Selamat datang Varrel." sambut Sam Scocer dengan tersenyum lebar lalu memeluk Varrel, membuat Varrel melepas rangkulannya dari Carissa.

Carissa merasa lega dan ingin kabur, namun tidak lama kemudian lengan Varrel kembali melingkar di pinggangnya. Lelaki itu memperkenalkannya pada Sam.

"Sam, kenalkan ini tunanganku. Carissa Valeria Zacrie." ucap Varrel.

Carissa tersenyum lalu mereka berjabatan tangan. "Maaf, aku tidak bisa datang di hari pertunangan kalian." ucap lelaki itu berambut pirang itu.

"Tidak masalah, Sam."

"Aku pergi dulu ya, aku mau menyambut tamu yang lain. Enjoy the party, please. "

"Of course." jawab Varrel sembari menerima sampenye yang di tawarkan pelayan pada mereka. Lalu Sam meninggalkan mereka berdua.

"Kau tidak?" tanya Varrel padanya. Carissa menggeleng.

"Hei, Varrel." Tiba-tiba dua pria tampan datang menghampiri mereka. Sepertinya, mereka teman Varrel.

Tidak lama kemudian, Varrel ikut bersama mereka dan meninggalkan Carissa sendirian. Carissa memperhatikan Varrel lekat. Lelaki itu sangat menikmati pesta.

Carissa melihat sekelilingnya. Pesta sudah mulai ramai. Carissa berjalan menyusuri keramaian itu dan mencari cela untuk keluar.

Hingga akhirnya Carissa berhasil keluar dari kerumunan itu. Ia duduk di salah satu sofa yang kosong. Ia belum pernah mengunjungi pesta sebelumnya. Ia bahkan tidak pernah menari seperti orang-orang yang berada di dance floor itu.

Sudah cukup lama ia duduk sendirian dan ia merasa tidak nyaman. Carissa akhirnya mencari keberadaan Varrel. Entahlah, sebenarnya ia tidak peduli keberadaan lelaki itu. Ia hanya ingin mengetahuinya saja.

Pandangannya menemukan keberadaan Varrel yang sedang berkumpul bersama yang lainnya. Lelaki itu terlihat menggoda seorang wanita berpakaian sangat terbuka dan ketat.

Carissa menatap pandangan itu dingin. Ia bukan cemburu. Ia bahkan tidak peduli lelaki itu bersama wanita lain. Tapi, ia merasa tidak dihormati dan tidak dihargai. Carissa akan memberitahu ini pada William, ayahnya. Ia tidak ingin berakhir dengan lelaki seperti itu.

Carissa berdiri dari duduknya dan bergegas pergi dari tempat itu. Namun, tiba-tiba langkahnya berhenti setelah melihat sosok yang sudah tidak jumpai akhir tahun ini. Carissa menatap lelaki itu dengan tertegun. Lalu ia memperhatikan pakaian yang dikenakan lelaki itu. Apakah ia kembali menjadi bodyguard?

***

Maxim baru saja diperintahkan langsung oleh William Zacrie, untuk menjaga putrinya yang baru saja ditemukan. Ia tidak terkejut mendengar itu, karena ia sudah tahu dari Derek.

Saat melihat mobil yang dinaiki oleh Carissa dan Varrel baru saja pergi, ia membawa mobilnya untuk mengawal mobil itu.

Setelah sampai, Maxim melihat salah satu rekan kerjanya membukakan pintu untuk Carissa dan Varrel. Ia sempat tertegun melihat penampilan gadis itu. Sangat cantik.

Melihat Varrel keluar dan menggandeng Carissa, membuat Maxim tersadar akan posisinya sekarang. Maxim mengawal pasangan itu dari belakang.

Ia mengingat pesan William untuk menjaga Carissa saja. Bahkan Varrel tidak mengetahui bahwa bodyguard keluarga Zacrie ikut bersamanya. Bisa dikatakan, ini adalah misi rahasia dan sepertinya William Zacrie belum sepenuhnya mempercayai Varrel.

Setelah masuk ke dalam pesta, Maxim selalu memperhatikan Carissa dengan jarak yang jauh. Kemanapun gadis itu pergi selalu ia ikuti.

Maxim menatap Carissa lekat, saat gadis itu menatap dingin ke arah Varrel yang sedang menggoda wanita lain. Tidak ada raut sedih dari wajah gadis itu, karena memang Carissa tidak memiliki perasaan apa-apa selain benci terhadap Varrel.

Tiba-tiba Carissa berdiri dari duduknya dan berbalik tepat ke arahnya. Seketika tubuh Maxim membeku setelah melihat mata hijau itu menatapnya.

Mata itu...

Rasanya seperti bertahun-tahun ia tidak menatap mata indah itu.

***

TBC

THANKYOUUUU😘😘

IG: capricorn_rere

MY MYSTERIOUS BODYGUARDBaca cerita ini secara GRATIS!