Part 45

1.4K 76 2

~~~

Carlos membuka ponselnya yang berdering tanda pesan singkat yang hinggap di notifikasinya. Matanya membulat sempurna ketika membaca isi pesan itu. Bagaimana tidak, adiknya saat ini dalam bahaya dan ia tak bisa memberitahu Romy karena takut kondisinya semakin buruk. Dengan gesit, Carlos menghubungi Tresya untuk menemaninya menemui adiknya.

“Kamu kenapa, Los?” tanya Romy yang baru saja datang dari arah ruang keluarga.

Carlos menoleh ke arah Romy dengan wajah yang gugup. “Nggak, Pi. Nggak apa-apa. Aku mau ke tempat Tresya dulu ya, Pi. Ada birthday party di tempat temennya, dia minta aku temenin dia,” pamit Carlos yang kemudian menepuk pelan bahu Romy. “Papi hati-hati di rumah. Kalo capek, minta bantu Bi Ijah buat nganter ke kamar. See you, Dad!

Carlos berjalan keluar rumahnya dengan tangan yang menggenggam ponselnya. Perasaannya tak menentu saat ini, adiknya sedang dalam bahaya. Belum sampai Carlos masuk ke dalam mobilnya, ia mendapati Faldo yang baru saja turun dari mobilnya yang diparkir di depan gerbang rumahnya.

“Faldo?” Carlos mengernyitkan keningnya bingung. Bagaimana bisa kebetulan seperti ini?

“Bang, Sye ada di rumah?” tanya Faldo dengan wajah yang terlihat panik.

“Nggak ada waktu buat buat tanya-tanya. Resto Amuz Gourmet sekarang. Lo jalan duluan, nanti gue nyusul,” perintah Carlos yang kemudian dibalas anggukan oleh Faldo.

Carlos kembali berjalan menuju mobilnya dan membawanya pergi ke rumah Tresya. Tak sampai setengah jam, dirinya sudah sampai tepat di depan rumah kekasihnya. Carlos berjalan memasuki gerbang rumah Tresya lalu mengetuk pintu utama rumah itu hingga menampilkan Tresya dari balik pintu yang sudah siap pergi.

“Ayo, cepet.” perintah Carlos seraya menarik tangan kekasihnya menuju mobil.

“Ini ada apa sih, Los? Kenapa kamu panik gitu?” tanya Tresya dengan nada yang bingung.

“Nanti aku jelasin di mobil,”

Carlos kembali melajukan mobilnya menuju tempat dimana adiknya berada. Caranya mengemudi sangat berbeda dari biasanya dan itu membuat Tresya panik dengan apa yang akan terjadi.

♦♦♦

“Mau apa lo?” tanya Sye ketus kepada orang itu.

Orang itu membalikkan tubuhnya lalu menyeringai yang membuat Sye sedikit lebih takut dari sebelumnya. “Apa kabar, dear?” tanya orang itu seraya melangkahkan kakinya mencoba mendekati Sye yang justru melangkah mundur untuk menghindar dari orang itu.

“Kenapa lo selalu teror gue?” tanya Sye dengan tatapan mata yang tajam dan deru nafas yang tak menentu.

“Kenapa? Karena lo nggak mau balikan sama gue dan lebih milih Faldo buat jadi pacar lo,” gertak Karel dan membuat Sye memicingkan matanya heran.

“Cuma karena itu, lo sampe teror gue? Gue bersyukur sama Tuhan karena waktu itu gue nggak mengiyakan ajakan lo buat balikan. Buat apa lo ngejar-ngejar cewek yang udah jelas lebih bahagia sama yang lain dibanding sama lo? Percuma, Rel.”

“Cuma? Lo bilang cuma? Lo nggak tau gimana hancurnya gue setelah gue tau kalo lo jadian sama Faldo. Dan lo nggak akan pernah tau karena lo udah bahagia dan bakal lupa sama semuanya,” ucap Karel yang kembali melangkah mendekati Sye yang tak bisa berkutik lagi.

“Lo bisa bilang kalo lo hancur pas tau gue jadian sama Faldo, tapi lo nggak tau kalo gue pernah ngerasain hal yang sama bahkan lebih perih waktu lo mutusin gue dan nuduh gue selingkuh sama Reno. Apa lo mikir sampe sejauh itu? Nggak, karena lo nggak pernah mikirin perasaan orang lain dan sibuk nurutin ego lo yang nggak tau sampe kapan bakal segila ini,” tutur Sye seraya menelan salivanya dalam-dalam. “Walaupun lo mau neror gue kayak apapun, itu nggak bakal bikin gue sama Faldo putus. Karena apa? Yang menyakiti akan kalah dengan yang menyayangi. Dan itu ibarat lo sama Faldo,”

Love Is Miracle [COMPLETED]Read this story for FREE!