Part 1 - Kehilangan

4K 361 5
                                    

Ia menatap ponselnya cukup lama. Bukan menunggu seseorang menghubunginya namun dirinya sudah membaca pesan yang baru masuk. Ia terdiam lalu menghembuskan napasnya secara perlahan. Perasaan kecewa dan sedikit marah menghinggapinya. Mungkin inilah jawabannya selama ini. Jika mereka tidak mungkin bersama.

Ingin rasanya membalas chat tersebut untuk meminta penjelasan namun diurungkannya. Percuma saja, bisik hati kecilnya. Cukup tahu dan menerima lebih baik. Meskipun hatinya kembali terluka.

"Dari siapa?" tanya Mela seraya menatap sahabatnya. Ia curiga jika Aisha mendapatkan kabar tidak menyenangkan.

"Aku bukan seseorang yang berarti buat dia," ucap Aisha lirih. Dahi Mela mengerut, bingung.

"Dia itu siapa?" bukannya menjawab, Aisha malah semakin murung. Mela tidak pernah tahu jika selama ini, dirinya dekat dengan Krisna. Teman sekolah waktu SMA. "Kenapa kamu nggak pernah curhat sama aku sih, Sha?"

"Aku... " Aisha merasa malu jika bercerita. Masalahnya Mela tahu siapa itu Krisna. Walaupun mereka tidak pernah sekelas. "Aku belum yakin aja untuk cerita ke kamu. Dan akhirnya memang seperti ini. Disaat aku udah membuka hati tapi malah seperti ini."

"Kamu pacaran dengannya?"

Aisha sulit menjelaskannya. Dibilang pacaran tapi Krisna tidak pernah menyatakan cinta padanya. Dibilang hanya teman tapi Krisna memberikan harapan jika mereka bisa bersama ke jenjang yang lebih serius. Mereka bukan lagi remaja yang saling menyatakan cinta. Cukup jalani saja. Karena Krisna selalu menanyakan hal-hal yang mengarahkan berumah tangga.

"Nggak, aku cuma kecewa saja. Aku baru sadar kalau aku memang bukan siapa-siapa dia. Cukup tahu aja, Mel." Aisha tersenyum hambar untuk menghibur dirinya. Meskipun dalam hatinya sangat terluka. Impiannya untuk menikah sirna sudah.

Selama ini Aisha menerima Krisna apa adanya. Ia sudah nyaman, nyatanya hanya kebahagiaan sesaat. Padahal hatinya sudah yakin dengan Krisna. Pria itu sejak SMA baik dan tidak aneh-aneh. Karena itu Aisha mencoba mengenal lebih jauh dengan Krisna.

"Kamu ini aneh, Sha," Mela mendengus. Aisha hanya tersenyum.

Ia pulang ke rumah dengan perasaan sedih. Ia tidak menyangka, ternyata salah menilai Krisna. Kecewa dengan sikapnya yang hanya pemberi harapan palsu. Usia Aisha sudah 30 tahun. Ketika ada yang memberi kepastian tentang pernikahan disambutnya dengan tangan dan hati terbuka. Tapi kini pandangan terhadapnya telah berubah. Tidak ada lagi kenyamanan itu. Rasanya untuk komunikasi dengan Krisna pun Aisha sudah malas.

Aisha bukanlah tipe orang yang mudah menumpahkan curahan hatinya pada seseorang. Walaupun ia mempunyai sahabat. Gadis itu selalu memilih curhat pada teman dunia mayanya. Aisha mempunyai alasan kenapa ia lebih terbuka pada teman sosial medianya. Mereka bukan hanya sekedar teman tapi sahabat. Rasanya mereka lebih mengerti apa yang Aisha rasakan. Ia akan menyembunyikan perasaan dikehidupan nyatanya.

Di dalam kamar ia memandangi langit-langit kamar. Aisha down, tadi ia sudah mengirim pesan kepada Ambar. Sahabat dunia mayanya.

Aisha : Aku kesal

Ambar : Kenapa?

Aisha : Aku bukan orang yang spesial bagi dia.

Ambar : Dia?

Aisha : Ya,

Ambar tahu kedekatan Aisha dengan Krisna.

Ambar : Huft.. Kenapa kamu bilang begitu?

Aisha menjelaskan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Ambar tahu tentang Krisna. Gadis itu meneteskan air mata saat menjelaskannya pada Ambar. Air mata kecewa tentu saja. Memang hal sepele hanya karena Krisna tidak mengajaknya ke pesta pernikahan teman mereka. Kemarin malam Krisna bilang tidak hadir karena bekerja. Tapi buktinya ia datang dengan yang lain tanpa Aisha. Dari situlah Aisha merasa jika dirinya bukan orang yang penting dalam Krisna. Mungkin pria itu telah menemukan seseorang yang lebih dari dirinya.

Feeling  (GOOGLE PLAY BOOK & KBM APP)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang