Chapter Two

113K 2.1K 24

Klik "Bintang" aku sangat membutuhkan dari kalian!:)

Reyhan malah mendorong Nayna dan membuat Nayna terbaring di ranjangnya
"Ayo mulai" Reyhan tersenyum jahil.

Reyhan melumat bibir Nayna secara lembut, lalu lumatan itu berubah menjadi kasar, Reyhan mulai menjelajahi leher jenjang milik Nayna.

Dan dibuatnya banyak kissmark sebagai tanda kepemilikan, lalu Reyhan turun lagi hingga Reyhan sudah di depan payudara Nayna.

"Aku rindu ini" Reyhan meremas dua payudara Nayna secara lembut
"Hmmpphhh...aahhh" Desahan lolos dari mulut Nayna.

"Memohon lah kepadaku Nay" Reyhan tersenyum, lalu mulai memainkan nipple milik Nayna. Di gigit nya, di emut nya, di jilatnya oleh Reyhan.
"Ingat ini hanya milikku" Reyhan mengecup payudara Nayna. Nayna hanya merespond tersenyum sambil mendesah kecil.

Turunnya Reyhan, sekarang sudah di perut Nayna, Reyhan menjilat perut Nayna. Tubuh Nayna menggeliat kecil, semakin membuat Reyhan bergairah.

Reyhan turun lagi dan sekarang sudah di hadapan vagina milik Nayna, Reyhan sangat suka aroma vagina milik Nayna
"Hmm.. Masih harum sama seperti dulu, aku sangat suka ini sayang" Reyhan mulai menjilat vagina Nayna

"Aahhh....hmmmpphh grrrhh" Desahan keluar dari mulut Nayna
"Ayo sayang , adikkecilku sudah sangat tegang" Reyhan tersenyum jahil lalu memasukkan satu jarinya ke vagina Nayna

"Kita basahkan dulu" Reyhan mulai mengocok vagina Nayna dengan ritme sedang
"Aakhhmmmmm aahhh REY LEBIH CEPAT!! lebih cepaaatthh" Mohon Nayna
"Teruslah memohon sayang" Reyhan makin mempercepat ritmenya

"Ahhmm....rghhhh,aaakkhhh hmmmpphhh" Tubuh Nayna menggeliat kecil, lalu terangkat
Nayna sudah orgasme.

Cairan kental menyelimuti jari-jari Reyhan, segeralah Reyhan menjilatnya.

"Adik kecil sudah tidak tahan" Reyhan membuka celananya lalu membuka celana dalam. Sekarang Penis Reyhan sudah sangat tegang dan tegak.

Nayna yang melihat itu hanya meneguk ludahnya, Reyhan mengocok penisnya sebentar lalu mulai menyodorkan ke vagina Nayna, Reyhan hanya memainkan penisnya di bibir vagina Nayna, lalu ia tersenyum jahil.

"Reyyy kau memainkan ku! cepat masukkannn" Nayna sudah tidak tahan lagi
"Siap sayang" Reyhan tersenyum lalu ia menahan pinggul Nayna, sehingga ia berhasil memasukkan Penisnya dalam satu hentakan

"AKHHMMMM...REYGHH" Desahan Nayna lolos "Teruslah mendesah! Sebut namaku sayang" Reyhan terus menggoyangkan pinggulnya, tangannya tak tinggal diam tangannya juga memainkan payudara Nayna

Nayna menjambak rambut Reyhan, lalu melingkarkan tangannya di bahu Reyhan, Sementara Reyhan sibuk menggoyangkan pinggulnya
"Ahmm...rghhhh..hmmmpphh...aahhhhh , arghhhmm" Desahan Nayna membuat Reyhan bertambah nafsu, kini Reyhan melumat bibir Nayna yang kecil nan manis itu.

Semakin cepat Reyhan menggoyangkan pinggulnya, dan tangannya bermain di payudara Nayna
"AKKKHMMM REYHAN NAY MAU KELUARRHH" Nayna sudah mencapai puncaknya, tubuhnya terangkat sedikit. Cairan kental keluar dari vagina Nayna, yang membuat penis Reyhan terdorong keluar.

"Ahhh, Reyhan aku sudah lelah" Nayna sudah merasa lelah, tetapi Reyhan malah menarik Nayna lagi, ia menggenjotnya lagi, Karena Reyhan belum keluar.

Kamar mereka hanya terisi dengan desahan desahan yang saling menyaut
"Reyhann lebih ahmm... cepath hhmmmpphhh..aku aaahhh.. tidak tahannh hmmphh" Nayna mendesah lagi, Reyhan melumat bibir Nayna, lalu tangan Nayna tak diam, ia juga menggosok klirotis vaginanya sendiri.

"ahhhmmmmm aaaahhh Reyhann cepat lah lebih cepattjh aku mau keluaarrrh!!!" Desahan Nayna, ia sudah ingin mencapai puncaknya lagi.
"Iyaa hmmmm... Ahhj bersamaahh sayanghhh" Reyhan makin mempercepat menggenjot Nayna.

"AHHHMMM AAAAKKKH REYHAANNNHH.." Tubuh Nayna terangkat lalu keluarlah cairan kental dari vagina Nayna, sementara Reyhan mengeluarkannya di dalam rahim Nayna.

•••

Nayna terbangun saat sinar matahari menusuk matanya, ia melihat Reyhan yang tertidur pulas disampingnya. Entah sampai jam berapa mereka kemarin bercinta

Nayna bangun, dan merasakan lengket, dia melihat sprei nya terdapat banyak cairan hasil mereka bercinta kemarin.

Wajah Nayna memerah seketika lalu ia mengelap cairan itu, dan beranjak ke kamar mandi. Saat sudah selesai menyelesaikan ritual mandinya, Nayna sudah melihat Reyhan yang terduduk lemas dengan pandangan setengah sadar.
"Morning" Ucapnya sambil tersenyum lemas,
Nayna menghampiri Reyhan lalu mengecup dahinya

"Morning too" Nayna tersenyum manis,
"Jangan menggodaku" Reyhan menarik tubuh Nayna sehingga mereka berpelukan.

"Rey ini sudah pagi, aku mau menyiapkan sarapan lalu kamu berangkat kerja" Nayna berusaha mendorong Reyhan, tapi percuma saja.

"Sarapanku adalah kamu" Reyhan menyeringai jahil..

bersambung

Woy napa dah, ini readers nya 2k lebih tp yang vote cuma 21?
sakit tp gk berdarah.
kalau kalian suka, Vote dan juga Comment.
Next? Comment "Next" and "Vote".
Next? 20 voting, and i will update.

DesahanBaca cerita ini secara GRATIS!