4. Kafe

556 89 49

Ariana berjalan sendirian menuju kafe yang terletak di ujung kompleks perumahannya. Cewek itu mengeratkan jaket jeans berwarna dark blue--milik Kevan yang belum sempat ia kembalikan-- ketika merasakan udara dingin yang begitu menusuk.

Setelah menyebrangi jalan, Ariana memilih duduk di dekat jendela tempat yang biasa ia tempati ketika datang di sana.

Cewek itu melambaikan tangannya memanggil pelayan. "Matcha dan hamburger," ucapnya ketika melihat-lihat menu. Pelayan itu mengangguk dan pergi membiarkannya kembali sendiri.

I'm only one call away
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one call away

Ariana melihat ke arah panggung kafe itu, ia mengerutkan kening bingung melihat panggung yang biasanya kosong itu di tempati oleh beberapa orang.

Call me, baby, if you need a friend
I just wanna give you love
Come on, come on, come on
Reaching out to you, so take a chance

"Eh, sejak kapan di sini ada band yang manggung??"

Ariana menoleh ke arah belakang dan menatap tiga orang cewek yang biasa ia lihat ketika di kafe. Ternyata bukan hanya dia yang merasa bingung ketika melihat ada band di sana.

"Lah bukannya emang tiap malam minggu mereka ada. Lo aja kali yang gak pernah lihat." Jawab salah satu teman cewek itu.

Ariana berpikir, dia juga tidak pernah datang di waktu malam minggu dan ini yang pertama kalinya, Karena menurutnya malam minggu adalah malam yang paling menyenangkan untuk tidur sepanjang hari. Tapi hari ini beda karena mood-nya yang memang sedang tidak bagus untuk tidur.

"Bodo amat dah. Tapi by the way pemain bandnya kayaknya ganteng-ganteng banget deh." Balas cewek yang bertanya tadi.

Benar juga, batinnya. Ariana membalikkan badannya dan menatap para cowok yang sedang berdiri di atas panggung. Cowok tinggi, kulit berwarna putih dan poni terbelah yang membuatnya terlihat cool memukul drum dengan sangat bersemangat sehingga menarik perhatian para pengunjung di sana.

Kali ini tatapannya beralih pada seorang cowok yang memainkan keyboard yang terus tersenyum menampilkan lesung pipinya membuatnya tampak manis, cowok itu pendek, badannya kurus dan kulitnya berwarna putih.

Come along with me and don't be scared
I just wanna set you free
Come on, come on, come on
You and me can make it anywhere
For now, we can stay here for a while, ay
'Cause you know, I just wanna see you smile

Suara itu menyentaknya, sungguh ini pertama kalinya ia mendengar suara sebagus itu. Cowok yang sedang bermain gitar itu bernyanyi dengan wajah yang tampak datar tapi suaranya sangat menggugah hati semua orang yang mendengarnya.

"Eh, kalian gak penasaran kok mereka make topeng ya?" Pertanyaan itu di angguki oleh Ariana, padahal bukan dia yang ditanyai.

Ya benar ia sangat penasaran pada ketiga cowok itu, tampaknya mereka merahasiakan wajah mereka.

I'm only one call away
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one, I'm only one call away
I'll be there to save the day
Superman got nothing on me
I'm only one call away

I'm only one call away

Ariana menganggkat bahunya tidak peduli dan memakan kembali hamburger yang baru saja di antar oleh pelayan.

"Oke, itu tadi lagu untuk menghibur para pengunjung." Suara itu bergema karena orang itu berbicara lewat mik. Cewek yang memakai jaket jins itu kembali menatap panggung. Ternyata orang yang bersuara itu adalah cowok yang memainkan keyboard tadi.

"Ada yang mau rek lagu gak?" Semua orang bersahut-sahutan meminta lagu yang mereka pilih masing masing.

"Bazzi beautiful kak." Cowok itu tampak berpikir dan menanyakannya kepada vokalis, vokalis itu mengangguk.

"Ok, Bazzi beautiful. Tapi lebih asik lagi kalau ada yang mau naik ke panggung." Kini teriakan pengunjung semakin riuh sehingga membuat kafe itu lebih pantas disebut tempat konser.

Ariana diam menatap intens sang vokalis yang berada di panggung, ada rasa penasaran ketika mendengar suaranya. Ariana yakin, ia pernah mendengar suara seperti itu, tapi entah di mana.

Masih penasaran karena vokalis itu, ia mengangkat tangannya.

"Nah yang cewek di sana!" Tepat sasaran. Ariana menyeringai dan mulai naik ke atas panggung.

"Sialan lo Nino, giliran cewek cantik ajah di embat," ucap drumer itu menggelengkan kepala lalu tertawa keras, sedangkan Nino-- sang pianis itu menyengir lebar. Ariana yang sudah naik ke panggung hanya tersenyum tipis, ia langsung berdiri di dekat vokalis itu.

"Gapapalah tur, sekalian kenalan ya gak?" Tanya Nino kepada Ariana. Ariana tersenyum sambil mengangguk. Sedangkan cowok yang di bilang 'tur' itu mendengkus.

"Nama lo siapa?"

"Ariana, panggil aja Nana."

"Gue Nino, yang megang pianis itu Fatur dan yang vokalis itu... " Ariana mengernyit bingung ketika Nino tidak melanjutkan ucapannya, ia melihat vokalis itu menatap Nino tajam.

"Lo boleh panggil siapa aja, bebep kek, sayang kek terserah dah." Ariana semakin menggernyit bingung, memilih diam tanpa memperpanjang.

"Oke, di sini ada yang nemanin kita. Namanya Ariana, say hai dong!" Ucap Nino kembali di mik, semua yang di kafe itu berteriak senang walaupun tadi sempat kecewa karena tidak terpilih.

"Lagunya Bazzy- beautiful, lo tau kan?" Ariana mengalihkan pandangannya menghadap cowok yang berdiri di sampingnya, vokalis itu sedang menatapnya, Ariana bisa melihat ada ekspresi terkejut dari raut cowok itu walaupun ia menutup setengah wajahnya dengan topeng berwarna putih. Ariana juga bingung karena ditatap seperti itu, bibirnya baru saja akan mengatakan sesuatu tapi terhenti ketika vokalis itu mengubah raut wajahnya menjadi lebih datar, Ariana saja merinding berada di sampingnya.

"Jadi, Lo tau kan? Gue anggap diam Lo artinya iya."

Tunggu kayaknya gue kenal suara ini deh, tapi siapa?, batin Ariana.

***


"Lo mau gak? Gabung sama band kita?" Ariana menaikkan sebelah alisnya ketika Nino dan Fatur menghampirinya.

"Iya, suara lo bagus," puji Nino.

"Tapi gue ngak bisa main alat musik."

"Lo nyanyi aja."

"Nanti gue pikirin deh."

"Oke, kalo lo mau gabung telfon gue aja." Ariana tersenyum tipis, kemudian mengambil sebuah kertas dari tangan Fatur.

Melirik sekitar kafe itu, pandangannya mengitari panggung tempat band itu tampil, yang ia cari sudah hilang kemana. Ya, dia mencari vokalis itu.


TBC

Maafkan diriku ini yang nggak nepatin janji :(( mood nulis aku tiba-tiba ilang gitu aja 😭😭

Semoga kalian bisa menikmati part ini🙃

Salam😍

Alynaakira, penulis amatir yang perlu di komentarin 🤣🤣

9 Oktober 2018

Memory Of The PastRead this story for FREE!