Part 40

1.5K 91 1

~~~

“Kamu beneran mau sekolah?” tanya Carlos pada Sye yang sedang menyantap sarapannya.

Sye menganggukan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Carlos. “Sye udah mendingan kok,” ucap Sye dengan mulutnya yang penuh dengan nasi goreng.

“Kalo belum kuat, nggak perlu dipaksain, nak.” ujar Sarah ikut menimpali.

I’m okay, Mom. Nanti kalo Sye ngerasa ada yang sakit atau apa, nanti aku telpon Mami atau Bang Carlos kok,”

Sarah yang tak bisa menyanggah perkataan anaknya pun hanya bisa menghela nafas pasrah dengan berharap tak ada hal buruk yang akan terjadi. “Ya udah kamu hati-hati ya di sekolah,”

Sye menganggukan kepalanya patuh dan langsung meraih tas ranselnya yang berada tepat di sebelahnya. “Aku berangkat dulu ya, bye.” pamit Sye yang kemudian berlalu dari hadapan Carlos dan Sarah.

Barusaja Sye keluar dari rumahnya, tiba-tiba matanya menangkap kehadiran Faldo yang baru tiba di sana. “Kak Faldo mau ngapain ke sini?” gumam Sye yang bingung akan kehadiran Faldo.

Faldo berjalan menghampiri Sye yang masih berdiri mematung di depan pintu rumahnya. “Hai,” sapa Faldo dengan senyum manisnya.

“Hai, Kak. Kak Faldo ngapain kesini pagi-pagi?” tanya Sye dengan wajah polosnya.

“Emm, mau jemput lo. Boleh?”

Sye yang terkejut pun seketika membulatkan matanya sempurna mendengar ajakan itu. “Hah?”

“Kenapa? Nggak boleh sama abang lo, ya?” tanya Faldo seraya menaikkan satu alisnya.

“Oh nggak, boleh kok. Bentar ya,” Sye tersenyum kikuk untuk menutupi kebahagiaannya saat ini. “Mami, aku nggak bawa mobil. Aku berangkat sama Kak Faldo, ya. Bye!” teriak Sye dari luar rumahnya.

Sye menganggukan kepalanya ke arah Faldo seakan memberi isyarat bahwa dirinya sudah siap. Faldo yang mengerti maksud Sye pun langsung menggandeng pergelangan tangan Sye dan berjalan menuju mobilnya.

Faldo melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata supaya Sye tidak takut jika kejadian dua minggu lalu akan terjadi lagi. “Lo masih inget sama hukuman yang gue bilang?”

Sye menolehkan kepalanya ke arah Faldo lalu menganggukan kepalanya. “Hari ini, ya?” tanya Sye polos.

“Iya, lo siap, kan?”

“Siap, bos!”

“Oke, istirahat pertama gue tunggu di taman sekolah ya,” pesan Faldo yang kemudian dibalas anggukan oleh Sye.

Ini resikonya, Syeila.

Faldo kembali fokus dengan jalanan di hadapannya. Keheningan kembali tercipta di antara mereka berdua. Sye yang selalu memandang jalanan luar melalui kaca mobil dan Faldo yang fokus dengan tugasnya mengemudi. Sepertinya, dua anak manusia itu kini mulai merasakan kenyamanan satu sama lain.

Sesampainya mereka di sekolah, Faldo memarkirkan mobilnya dengan benar di area parkir sekolahnya. Faldo menoleh ke arah Sye lalu tersenyum ke arahnya. “Aku duluan ya, Kak.” ucap Sye seraya membuka pintu mobil Faldo.

Faldo menganggukan kepalanya dengan senyuman yang masih terukir di wajahnya. “Hati-hati,” pesan Faldo pada Sye yang kemudian keluar dari mobilnya.

♦♦♦

Sye melangkahkan kakinya menuju toilet yang berada di dekat kelasnya sebelum ia bertemu Faldo di taman. Bel istirahat sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu. Namun Sye memilih untuk pergi toilet terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa gugupnya. Setelah merasa siap untuknya bertemu Faldo, Sye langsung berjalan menuju taman untuk bertemu Faldo.

Love Is Miracle [COMPLETED]Read this story for FREE!