3. Pindah

804 103 99

Ariana mengembuskan napas berat sebelum menutup rapat pintu mobil milik Arya-- papanya. Ia berjalan dengan langkah pelan menuju halaman sekolah.

Beberapa murid menyapanya dan di sambut Ariana dengan senyuman tulus atau berbincang-bincang sejenak. Ariana bukan tipe yang cuek dengan sekitarnya, maka dari itu ia disukai banyak murid dari SMA Gemilang.

Saat melewati koridor lantai satu, langkahnya terhenti ketika mendengar percakapan mesra dari ruang UKS. Ia berhenti dan bersembunyi di balik pintu, sesekali mengintip dalam kaca yang berada di sebelah kanan pintu.

"Kok bisa gini," ucap Mifta sambil menekan luka di sudut bibir Arga, sontak Arga merintih kesakitan.

"Bentar deh, aku mau ambil obat." Celetuk Mifta. Arga tersenyum senang dan membelai rambut ikal Mifta.

"Thanks," ucapnya, Mifta menunduk dan mencium kening Arga sebelum pergi mengambil obat.

Ariana merasakan sesak yang menghujam jantungnya, sesak itu kembali lagi. Ia memejamkan mata, tanpa sadar setetes bulir air mata jatuh membasahi pipinya, dengan cepat ia menyeka air matanya dan hendak pergi dari sana, tetapi terhenti ketika mendengar teriakan cempreng tak keruan di belakang.

"NANAA~ LO NG--"

Ariana meletakkan telunjuknya di bibir, sontak Rika menutup mulutnya dan mengintip apa yang dilihat Ariana di dalam. Mata Rika membelalak tidak percaya dengan apa yang dia lihat, tangannya menutup kedua mulut dan melangkah mundur, lalu menatap Ariana, jelas kepedihan terpancar di matanya, tanpa membuang waktu Rika menarik tangan Ariana dan pergi dari sana.

"Gue bilang juga apa na! Lo sih mau jadi pacar dia, gue udah bilang berapa kali kalau Arga itu playboy kelas kakap. Dia itu 'hanya' balas dendam sama lo, karena lo ngak nganggep dia ada, padahal semua cewek ngarep jadi pacar dia-"

"Rik--"

"--Siapa tadi itu? Mifta? Tuh cewek cantik banget deh, biar pacar orang akan di empat--"

"Rika--"

"--Apa na? Emang gitu kok kenyataannya, dia sok cantik banget, padahal mukanya dipoles make up berlebihan--"

"Eh, ka Arga putus sama ka Ariana?" tanya salah satu adik kelasnya yang mendengar.

"Mungkin. Tapi gue suka mereka, pasangan goals banget, sayang banget kalau putus."

"Ka Arga emang dari dulu playboy ya? Kasihan ka Nana."

Ariana mengembuskan napas berat, sekarang dia menjadi tontonan dan pembicaraan para murid gara-gara ucapan Rika yang terlihat heboh dan menarik perhatian.

"--Arga bodoh banget ya na! Sok kegantengan banget jadi cowok--"

"RIKA!" bentak Ariana pada akhirnya, sontak Rika terdiam dan memandangai Ariana, lalu para adek kelas yang sudah mendengarkan percakapan mereka, apa yang baru saja ia lakukan? Astaga!! Runtuknya dalam hati.

"Maaf na," selanjutnya yang ia lihat adalah punggung Ariana yang menjauh. Rika memelototi adik kelasnya yang masih saja membicarakan tentang Arga dan Ariana agar mereka diam-- sebelum ia berlalu mengejar Ariana.

Rika kira Ariana akan pergi ke taman atau perpustakaan untuk menenangkan dirinya, tetapi dugaannya ternyata salah ketika melihat Ariana memasuki kelas.

Ariana memasuki kelas dan memijat pelipisnya, dia mengambil tempat di kursi bagian belakang dan menenggelamkan kepalanya di atas meja, mungkin tidur bisa menghilangkan rasa sesak itu.

♡♡♡♡

Ariana bersandar pada tembok dan memejamkan mata. Ia menarik napas dan membuangnya. Semangat!!!, ujarnya dalam hati.

Memory Of The PastRead this story for FREE!