15

4.7K 326 15

Pov Cary
Aku terbangun di atas tumpukan jerami, kepalaku sedikit pusing tapi masih bisa aku tahan, aku keluar dari gubuk ini dan melihat pemandangan yang begitu memukau, banyak pohon - pohon berwarna - warni di sini juga bunga yang indah, aku berlari ke sana ke mari seperti anak kecil menikmati keindahan alam yang aku lihat "apa kau tidak lelah?"

Kutolehkan kepalaku ke belakang dan ternyata tidak terlalu jauh di belakangku ada pria berambut putih, dia sangatlah tampan, aku menghampirinya tanpa rasa takut karena dia terlihat ganas jadi aku tidak takut sama sekali jutru aku ingin menyentuh wajahnya, saat aku berdiri menjulang di depannya dia menyeringai mesum, apa aku salah lihat?

"Tetnyata jika dilihat dari bawah itumu besar," aku mengikuti arah pandangannya dan ternyata arah pandangannya mengarah pada dadaku, aku langsung menutupi dadaku dengan kedua tanganku "kau ini mesum sekali," ujarku kesal, dia terkekeh geli lalu secara tiba - tiba menarik tanganku dan mengakibatkan bokongku jatuh di pahanya, aku mau berdiri tapi dia menahan pinggangku.

"Duduklah cantik karena aku suka dengan bokong empukmu," aku memelototkan mataku karena dia meremas bokongku walaupun hanya bagian atas saja "aaaaaaa apa yang kau lakukan sialan!" Beraninya dia meremas bokongku padahal sebelumnya tidak ada yang berani melakukannya, ternyata seorang pria lebih menakutkan saat mereka memiliki sifat mesum.

"Hehehe ternyata bokongmu bukan hanya empuk tapi juga besar," akhirnya aku berhasil menjauh dari dia walaupun aku sempat terjatuh tapi aku tidak terluka "sekali lagi kau menyebut tentang bokongku aku akan menarik rambut panjangmu itu," lelaki di depanku ini memang memiliki rambut panjang.

"Jangan coba - coba cantik, rambutku ini sangat berharga jadi jangan coba - coba untuk menarik rambutku," rambut putih seperti itu dibilang berharga, rambutku lebih bagus dari rambutnya "terserah kau saja, oh ya apa kau yang memculikku?"

"Kau benar aku yang menculikmu, aku suka dengan harum tubuhmu yang membuatku bergairan cantik," sifat mesumnya tidak pernah hilang, saat aku mencoba mencium bau tubuhku yang aku cium adalah bau kecut "jangan menghinaku lelaki tengik, aku memang belum mandi jadi pantas saja kalau aku bau."

"Sepertinya kau salah sangka nona, kau tidak akan bisa mencium bau wangi yang menguar dari tubuhmu karena hanya makhluk - makhluk tertentu yang bisa menciumnya," aku bingung sebenarnya dia menghinaku atau memujiku ya, aku masih belum mengerti, memangnya dia makhluk apa?

"Memangnya kau makhluk apa?" Tanyaku penasaran.

"Aku siluman putih dan karena aku menyukai baumu aku membawamu ke sini, ke duniaku yang indah," harus aku akui kalau pemandangan yang ada di sini memang indah jauh lebih indah dari keindahan yang pernah aku lihat, aku sih sebenarnya percaya tidak percaya pada dia karena mana ada siluman? Bukankah itu hanya makhluk mitos?
*****
Pov Caroline
Lukaku yang disebabkan oleh Alfa sudah hanpir sembuh, dia merawatku dengan telaten meskipun penyebab dari lukaku ini adalah dia, hari ini aku diperbolehkan untuk melihat pemandangan yang ada di luar kastil tapi Alfa juga ikut denganku, kami berdua sungguh menikmati kebersamaan yang terjalin begitu saja.

Aku sudah memaafkan Alfa yang berlaku kasar padaku, dia memang tidak meminta maaf padaku akan tetapi di dalam hatiku yang terdalam aku sudah memaafkannya, aku selalu menunggu saat - saat dia meminta maaf padaku tapi dia tidak kunjung meminta maaf padahal aku sungguh mengharapkannya.

"Caroline kemarilah," aku mendekati Alfa yang duduk di sebuah batang pohon, aku duduk di pangkuannya karena dia selalu bilang bahwa aku harus duduk di pangkuannya jika sedang bersamanya, deru nafas Alfa terasa di leherku dan aku sudah tahu apa yang akan terjadi, dia menggigit leherku dan menyesap darahku, aku berpegangan pada pundaknya untuk mengurangi rasa sakit.

"Sssshhh," Alfa mengeluarkan taringnya dari leherku tapi setelah itu dia menancapkan taringnya lagi, kali ini dia menyesap darahku lebih keras "akhhh sakkkitt Alfa," entah kapan penderitaan ini berakhir aku juga tidak tahu .

Setelah selesai menghisap darahku Alfa menciumku dengan ganas, aku mengerang dalam ciuman kami "emmhhh," ciuman panas kami terus berlanjut hingga aku kehabisan nafas dan Alfa baru melepaskannya "aku tahu di dalam jiwamu masih tersimpan keliaran ratuku," aku menundukkan kepalaku karena malu, pipiku terasa memanas.

"Aku maluuu,"

"Hahaha, kau malu tapi kau mengatakannya ratuku," aku semakin malu dibuatnya, untuk sesaat aku melupakan tentang pencarianku pada temanku karena sekarang aku terlena dengan cinta yang diberikan Alfa padaku, aku bisa memikirkan Cary belakangan.
*****
Pov King
"Hari ini adalah malam bulan purnama dan seharusnya mateku memberi aku nama pada malam ini tapi itu tidak akan terjadi jika mateku tidak ditemukan," kataku pada Angel, aku belum berhasil dalam menemukan Cary, peramal yag kami cari - cari juga tidak kunjung ditemukan.

"Jika itu sampai terjadi kau harus menunggu bulan purna selanjutnya kakak dan itu tidak akan bagus."

"Kita akan lihat, apakah mateku ditemukan atau tidak?"

"Kalau begitu aku akan berusaha menemukan peramal itu kakak," tidak ada cara lain karena sekarang tidak ada yang bisa aku lakukan apa lagi penculik mateku tidak meninggalkan jejak apa pun, jika saja dia meninggalkan jejak aku pasti bisa menemukan mateku.
*****
Please Vote, Comment and Share guys 😉😉, aku harap votenya gak menurun ya 😊😊

CAGED DEVILBaca cerita ini secara GRATIS!