11

14.5K 808 3

Varrel berdiri dari bangkunya dan berjalan mendekati Carissa, lalu berhenti tepat di belakang gadis itu.

"Apa maumu brengsek?" tanya Carissa, lalu mendengar kekehan Varrel yang begitu dekat.

"Tata kramamu sudah hilang, semenjak di sini. Itu tidak sopan, my princess." bisik Varrel di telinga Carissa, lalu ia mengendus leher jenjang gadis itu.

Carissa menjauhkan tubuhnya, saat ia merasakan hembusan napas lelaki itu pada tengkuknya. Tiba-tiba matanya membelalak, saat Varrel menarik wignya hingga rambut pirangnya yang panjang tergerai.

Carissa berbalik, menatap Varrel. "Apa maumu?"

Varrel menatapnya dengan intens, "tentu saja kau. Aku tidak bisa tenang semenjak calon istriku kabur di hari pernikahannya."

"Aku bukan calon istrimu, atau bahkan tunanganmu lagi." ucap Carissa dengan penuh penekanan.

Varrel berjalan mendekat dengan menyeringai. Cara Carissa menatapnya dengan tatapan menusuk, membuatnya merasa tertantang dan ia menyukai itu

Carissa bahkan tidak mundur atau menunjukkan rasa takutnya pada Varrel. Baginya tidak ada yang perlu ditakutkan. Ia sudah berlatih bela diri selama setahun ini. Diam-diam Carissa mengambil pisau kecil dari kantong belakang celananya, lalu memotong tali yang mengikat tangannya hingga tali itu terlepas.

Saat Varrel hendak menyentuhnya, Carissa langsung menahan lengan lelaki itu dengan kuat. "Jangan pernah berani menyentuhku atau aku akan membunuhmu." ancam Carissa.

Varrel masih menatap Carissa dengan menyeringai, seolah ancaman gadis itu adalah lelucon baginya. Tiba-tiba Varrel mendorong tubuh Carissa ke ranjang lalu menindihnya.

Carissa memberontak. Ia memukul tubuh Varrel sekuat yang ia bisa, namun tenaga lelaki itu lebih besar darinya. Varrel mengunci kedua tangan dan kakinya hingga ia tidak bisa bergerak. Namun Carissa tidak menyerah. Ia masih berusaha untuk melepaskan diri dari lelaki itu.

Sebelah tangan Varrel menyentuh bokongnya dan merogoh saku celananya. "Kau selalu membawa ini?" tanya Varrel menunjukkan pisau yang tadi Carissa pakai untuk memotong tali yang mengikat tangannya.

Carissa tidak menjawab, ia masih memberontak dari cekalan dan kuncian lelaki itu. "Oh, sayangku.. menyerahlah. Kau itu dilahirkan untuk menjadi milikku."

Dorrr-- tiba-tiba terdengar suara tembakan dari ruang kerja Andrea. Varrel yang mendengar itu terkejut dan mengalihkan pandangan ke arah pintu.

Carissa tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia melepas tangannya dari cekalan lelaki itu dengan kuat dan dengan cepat ia merampas pisau miliknya dari tangan Varrel, lalu menusuk paha lelaki itu.

Setelah itu, ia mendengar teriakan kesakitan Varrel. Carissa melihat lelaki itu menjauh. Tanpa pikir panjang, Carissa turun dari ranjang dan segara berlari menuju kamar Andrea.

"SIALAAAANN KAU JALANG!!!" Terdengar teriakan Varrel dari kamarnya. Teriakan yang sangat mengerikan, Carissa hidupnya benar-benar dalam bahaya. Ia harus lari dari Varrel secepatnya.

Setelah sampai di kamar Andrea, ia melihat Andrea berdiri dengan penuh darah di wajahnya lalu pandangannya beralih ke arah dua pria yang kini tergeletak tak bernyawa. Andrea baru saja menembak kedua pria bertubuh besar sekaligus.

"Pergi! Cepat!!" perintah Andrea padanya, namun Carissa masih bergeming di tempatnya. Ia mengkhawatirkan kondisi Andrea.

"Jangan khawatirkan aku. Pergilah!!" ucap Andrea lagi, Carissa mengangguk lalu berlari menuju pintu keluar rumah.

Saat ia hendak membuka pintu keluar, terdengar suara tembakan dari ruang kerja Andrea. Carissa tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia sudah menangis. Apa yang Varrel lakukan pada Andrea?

Carissa dengan tangan bergetar, membuka kenop pintu lalu berlari dari tempat ini. Namun, para pengawal sekitar sepuluh orang berdiri di depan rumahnya.

Carissa berusaha mencari jalan lain, namun pengawal itu menghadangnya. "Maaf, my lady." Pengawal itu mencekal lengannya.

Tiba-tiba terdengar ringisan kesakitan dari arah rumah Carissa. Ia menoleh dan melihat Varrel yang berdiri di sana sembari memegang pahanya.

Salah satu pengawal itu menghampiri Varrel dan membopongnya menuju mobil dan Carissa dituntun oleh pengawal yang mencekalnya menuju mobil yang sama dengan Varrel.

Carissa memberontak dan menoleh ke arah rumah. Ia mengkhawatirkan Andrea. Kedua pengawal kini memaksanya hingga ia kewalahan untuk memberontak. Carissa akhirnya menyerah lalu duduk berhadapan dengan Varrel.

Ia melihat lelaki itu berusaha menahan rasa sakit nya. "Apa yang kau lakukan pada Andrea?" tanya Carissa, sama sekali tidak mempedulikan lelaki itu

Lalu Varrel menatap ke arahnya tajam. "Tentu saja menghabisinya."

Mendengar itu, Carissa hendak menyerang lelaki itu. Namun, kedua pengawal yang duduk di sebelahnya, mencegahnya dengan mencekal lengannya

"Langsung ke mansion. Panggil Dr. Fredrik segera." Perintah Varrel pada bawahannya. "Suruh Erick untuk mengatasi mayat-mayat dan segala masalah yang ada di rumah itu."

"Baik, bos."

***
Segini dulu. Makasih udah kasih vote...

IG: capricorn_rere

MY MYSTERIOUS BODYGUARDWhere stories live. Discover now