KULI BANGUNAN HABIS NGELONTE

18.4K 206 25

Ketika itu jam 10 malam aku baru pulang dari daerah Gamping Sleman Yogyakarta setelah mengantarkan barang pesanan. Ku gas sepeda motorku menyusuri jalan Ringroad Barat dengan Tujuan kos tercinta daerah Janti. Ketika sampai Bangjo Demak Ijo aku berbelok ke kanan menuju Tugu Pal Putih.

*Bangjo = Lampu merah

Tetapi pas sampai di depan yonif 403 mata saya tertuju pada sesosok mahluk eksotis yang mengendarai sepeda ontel tengah malam begini.

Wah siapa nih ? Ada makhluk eksotis malam-malam gini masih berkeliaran batinku.

Aku penasaran dan ku coba mengarahkan sepeda motorku putar balik segera menyusul dia. Sayang dia lolos lampu merah ringroad dan saya terjebak. Lumayan lama menunggu lampu menyala hijau dan saya yakin dia semakin jauh. Tapi aku tidak pupus harapan.

Finally lampu menyala hijau, harapan kembali bersinar  Ku gas sepeda motorku lebih kencang dengan harapan dia masih satu Jalur menuju jalan Godean dan belum berbelok arah agar segera bisa ku susul.

Ternyata dia belum berbelok arah. Masih satu jalur dan masih bisa aku susul dan aku ikuti.

Perlahan aku mendekati dia dengan memperlambat laju sepeda motorku. Dia pun menoleh senyum. Aku beranikan diri bertanya. Dari mana mas kok malam-malam naik sepeda sendirian ?

Awalnya dia malu-malu untuk menjawab. Tetapi terlontar dari mulutnya sebuah jawaban yang cukup menggelitik.

Anu mas habis dari Sarkem. Sambil senyum-senyum malu.

*Sarkem = Tempat prostitusi di Jogja

Wew. Habis ngentot ternyata dalam batinku.

Rumahnya emang dimana mas ? Dari Sarkem sampai sini aja naik sepeda kan jauh ? Tanyaku.

Rumahku jauh mas. Masuk-masuk kampung. Lewat sawah dan selokan Mataram juga. Jawabnya.

Ooohhh jawabku. Aku pun bertanya boleh ngobrol kan mas ?

Boleh kok mas, nanti di depan ya ngobrolnya jawabnya sambil mengayuh sepeda dan saya berada di sampingnya dengan mengendarai motor pelan-pelan.

Ketika sampai di deretan toko yang sudah pada tutup, dia memberhentikan laju sepeda nya, menepikan sepeda itu dan duduk di depan ruko.

Begitupun aku, aku berhentikan laju motorku dan aku parkir. Aku menghampiri dan bertanya Kok berhenti disini ?

Iya mas istirahat dulu, sekalian ngobrol sama masnya. Katanya mas tadi mau ngobrol-ngobrol.

Okelah. 10 menit terbunuh dengan berbasa - basi ngobrol topik umum.  Dan sesekali bahas tentang aktivitas dia di Sarkem tadi.

Akupun berceloteh Ayo lanjut lagi mas. Katanya masih jauh. Aku temani ya sampai rumah. Kasihan kan jalannya gelap. Aku terangi pakai motorku.

Ndak usah mas... dia mencoba melarang. Aku udah biasa naik sepeda jauh...

Tapi aku sedikit memaksa. Udah gak apa-apa mas, aku temani sekalian aku main. Lagian di kos juga gak ada kegiatan. Daripada diam kan.

Yaudah terserah masnya kalau gitu. Jawab dia.

Asyik bisa tahu rumah dia. Dalam batinku. Hehe

Sepanjang perjalanan kita ngalor ngidul ngobrol  banyak hal. tentang Sarkem, tentang PSK dan segala hiruk pikuk Sarkem sampai akupun penasaran dan bertanya booking dapat harga berapa tadi ? Hehe

Dia tersipu malu.😁 Dan menjawabnya 120.000 mas. Awalnya sih 150.000 tapi karena  udah langganan jadi aki tawar. Hehe

Wow harga yang murah untuk memuaskan hasrat birahi. Pikirku.

KISAH BEJATKUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang