Chapter 7 - ingatan tadi malam

Mulai dari awal

Ingatkan baekhyun yang masih punya perasaan. Ia tidak mungkin meletakan hyunsoo di sopa kamarnya. Baekhyun tahu bagaimana rasa tidak nyaman tidur disana.

Ia melap keringat yang ada di pelipis. "Melelahkan juga menggendongmu. Ck! Dasar menyusahkan sekali."

Baekhyun dengan menghela nafas lelah melepaskan sepatu hak tinggi yang melekat di kaki mungil hyunsoo. Saat sudah selesai ia hampir terjungkal kebelakang kerena terkejut melihat hyunsoo yang sudah terduduk dengan mata yang mengerjap.

"Astaga. Kau mengejutkan ku!"

"Eoh? Baekhyun-ssi? Kenapa kau didalam kamar ku?" Ujar hyunsoo mengerutkan alisnya, lalu tidak lama ia tersenyum lebar yang membuat baekhyun bergidik ngeri.

"Kau sepertinya masih mabuk, hyunsoo-ssi."

Hyunsoo malah tersenyum semakin lebar lalu mengedipkan matanya genit. Baekhyun langsung menatap dirinya horor.

"Berhenti bersikap imut begitu, tidak cocok dengan umurmu!"

Baekhyun langsung mencari ponselnya disaku celananya, tapi ternyata tidak ada. Ia menepuk kepalanya gemas karena baru ingat ponselnya tertinggal di cafe minseok.

Ia menghela nafas dan langsung menyodorkan telapak tangannya.

"Mana ponsel mu?"

Tapi hyunsoo malah menggeleng. "Tidak tau baekhyun oppa."

"Astaga oppa apanya?! Berhenti dan sadar lah! Astaga, kau harus aku pulangkan secepatnya!"

Karena tau bahwa percuma bertanya dengan orang mabuk seperti hyunsoo. Baekhyun langsung menyambar tas yang hyunsoo bawa tadi.

Salahkan baekhyun yang tidak tahu rumah hyunsoo dan langsung saja membawa wanita itu kerumah nya.

Setelah ponselnya ketemu ternyata ponsel hyunsoo terkunci. Baekhyun mengacak gemas rambutnya dibelakang. Apa lagi sekarang hyunsoo sedang menampilkan aegyo. Menggelikan pikir baekhyun.

Gemas kerena tidak kunjung terbuka, baekhyun langsung duduk di pinggir kasur dan meraih sebelah tangan hyunsoo untuk membuka ponsel tersebut menggunakan sidik jarinya.

Terbuka !

Ia langsung mencari kontak seseorang yang dapat membawa hyunsoo menjauh dari dirinya sekarang juga.

"Halo nonna diman--"

"Kyungsoo, ini aku baekhyun."

"Na... Bagaimana bisa hyung sedang bersama nonna?!"

Baekhyun menggaruk alisnya yang tidak gatal. "Itu panjang kyung. Bisa kau jemput nonna mu di rumah ku?"

"APA?!"

baekhyun langsung menjauhkan ponsel dari telingannya. Ia mengumpat tanpa suara. Hyunsoo yang sendari tadi menatapnya penuh minat tertawa kecil. Lalu ia kembali berbaring sambil terpejam. Baekhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kenapa nonna ku ada dirumah mu hyung? Kau tidak berbuat macam-macam kan?!"

"Ck! Jelas tidak !"

"Sukur lah."

"Emhhhh..."

Hyunsoo baru saja mendesah karena ia menggaruk tangannya yang gatal akibat di gigit nyamuk, yang langsung membuat baekhyun melotot seketika. Ia meneguk ludah gugup.

Sial! Kyungsoo pasti salah paham.

"HYUNGGG APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN NONNA KU?!"

Tepat seperti yang ia perkirakan.

"K-kyung ini tidak seperti yang kau pikirkan!" Sanggah baekhyun panik.

"KALIAN DIMANA?!"

Baekhyun langsung mengusap telinganya. Bisa-bisa ia tuli muda kalau seperti ini terus.

"Nonna mu ada di---"

'tut.'

Ponsel hyunsoo mati.

Ia menggeram kesal. Ponsel hyunsoo ia lempar sembarang.

"Aww!"

Dengan cepat baekhyun menoleh. Ia melihat hyunsoo mengusap dahi nya dan Baekhyun tahu bahwa ponsel yang ia lempar sembarang mengenai dahi wanita itu.

"Apooo." Rengek hyunsoo.

Antara kesal dan geli kerena melihat sikap hyunsoo yang seperti anak keci membuat baekhyun tidak tega.

Ia merangkak naik keatas kasurnya untuk melihat kondisi dahi hyunsoo.

Ada bekas kemerahan disana. Mau tidak mau baekhyun tersenyum geli.

"Apa kah sakit?"

"Hmmm... Apooo."

Baekhyun terkekeh. "Mian. Aku tidak sengaja. Sini aku tiup biar sakitnya hilang."

Baekhyun maju untuk meniup dahi hyunsoo. Saat sudah selesai baekhyun memandang hyunsoo yang memang sedang menatap kearahnya.

Pandangan mereka beradu. Baekhyun tidak tahu apa yang terjadi, tetapi matanya tidak bisa lepas dari mata hyunsoo seperti kejadian tadi pagi di dalam bus.

"Baekhyun-ssi.." bisik hyunsoo didepan wajah baekhyun.

"Hmmm..."

Mata hyunsoo bergerak kearah bibirnya. "Aku pasti sudah gila memimpikan dirimu ada didepanku saat ini..."

Baekhyun hanya diam. Ia membiarkan hyunsoo terus berbicara seakan yang ia lihat hanya mimpi.

"Bahkan dalam mimpi pun aku berkeinginan melakukan ini..."

Hyunsoo langsung menarik kerah baju baekhyun kearahnya.

Seketika mata baekhyun membulat. Badannya menegang merasakan benda kenyal menempel pada bibirnya.

Ia bisa melihat hyunsoo memejamkan matanya dengan bibir saling menempel.

Dengan tidak sadar, baekhyun juga menutup kedua matanya. Bibirnya bergerak tanpa di komadoi.

Dan hanya mereka berdua yang tahu apa yang selanjutnya terjadi malam itu.

***

.

.

.

.

.

To be continued 🖐

Selamat hari raya idul fitri 1439 H.

Mohon maaf kalau selama aku nulis atau balesin komentar ada yg menyinggung hati kalian. Maaf juga kalo sering php. Percayalah aku gak punya maksud kaya gitu kok 😅

Summer Love Baca cerita ini secara GRATIS!