Baekhyun keluar dari cafe minseok dengan hati yang bergemuruh karena luapan emosi. Seperti hal nya hyunsoo yang sensitive karena membicarakan tentang pernikahan, lain halnya dengan baekhyun.

Iya sensitive saat disinggung tentang masalah keluarganya.

Kakinya membawanya tanpa tujuan yang jelas.

Hilir mudik pajalan kaki tidak bisa merubah suasana hatinya yang terlanjur terbawa suasana karena perkataan suho.

Alih-alih pulang, baekhyun malah ke sungai han untuk menghirup udara malam lebih lama lagi.

Saat berjalan di sekitar taman yang ada di pinggir sungai han tersebut, sayup-sayup baekhyun mendengar tangisan seseorang.

Bulu-bulu halus yang ada di tangannya mulai merinding. Inilah yang dilupakan baekhyun. Ia benci hal berbau makhluk astral tersebut.

Karena terlalu fokus melihat keadaan sekitar sampai-sampai ia tidak sadar kakinya membawanya mendekat kesebuah kursi yang huni seorang wanita.

Baekhyun langsung terjungkal kebelakang sambil berteriak karena terkejut melihat wanita itu tanpa wajah, karena tertutupi rambut panjang miliknya.

Hampir saja baekhyun akan berlari kalau wanita itu tidak lebih dahulu mengangkat wajahnya.

"astaga! Hyunsoo-ssi kau mengagetiku!" Baekhyun langsung bernafas lega sambil mengusap dadanya karena hampir serangan jantung mengira bertemu dengan hantu.

Sedangkan hyunsoo hanya menatapnya datar sambil menghapus sisa-sisa air matanya.

"Baekhyun-ssi? Kenapa kau disini? Kau mengikuti ku lagi?"

"Ck.. aku bahkan tidak tahu aku akan bertemu dengan dirimu lagi."

Baekhyun menduduki dirinya disebelah hyunsoo tanpa meminta ijin terlebih dahulu.

"Apa enak nya minum sendiri?" Tanya baekhyun saat ia mengalihkan tatpanya kearah kaleng-kaleng bir yang tergeletak disana.

"Aku... Tidak punya teman minum." Cicit hynsoo. Ia masih berusaha untuk menutupi wajahnya karena habis menangis.

Baekhyun menatap hyunsoo yang terlihat kacau sekarang. Ada perasaan iba disana.

"Kau begitu keren saat keluar dari cafe minseok hyung, tapi ternyata kau menangis sendiri disini, hyunsoo-ssi."

"Apa perduli mu?" Ketus hyunsoo jengkel. "Kau juga, kenapa malah kesini? Bukan nya pesta junmyeon belum selesai?"

"Sama sepertimu. Keadaan hati ku sedang tidak baik. Itu mengapa aku pergi dari sana."

"Aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu lagi, hyunsoo-ssi."

***

Hyunsoo menatap mata baekhyun lama. Entahlah, matanya malah kembali berkaca-kaca hanya dengan menatap mata baekhyun.

Ia langsung membuang wajah dan menyesap bir dari dalam kelengnya yang tinggal setengah.

"Pergilah. Aku ingin sendiri."

Dengan cepat baekhyun menatap hyunsoo lagi. "Wae? Ini juga tempat umum jadi terserah diriku hyunsoo-ssi." Sanggah baekhyun.

"Keras kepala ! Cari tempat lain sana. Aku benar-benar tidak ingin berdebat denganmu, tahu!"

"Kenapa? Kau malu karena ada aku disaat kau ingin menangis lagi?" Goda baekhyun. Tapi naas, malah tanggapan hyunsoo membuat ia tercengang.

"IYA ! AKU INGIN MENANGIS!"

"aishh.. jijja! Hikss.. hikkss. P..pergii.. hikss."

Baekhyun mengkaku. Ia tidak tahu bagaimana cara menghibur seseorang yang menangis. Melihat hyunsoo menangis membuat dirinya iba.

Summer Love Baca cerita ini secara GRATIS!