13

5.3K 379 38

Pov Cary
Hari hariku kujalani dengan melamum, aku tidak pernah lagi bertegur sapa dengan pria itu. Lama kelamaan aku merasa frustasi karena terlalu lama dikurung di dalam menara ini, aku berharap masih ada secercah harapan bagiku untuk bisa keluar dari sini, hingga aku jatuh sakit dan akhirnya aku bisa melihat wajah pria itu setelah sekian lama kami tidak bertemu, wajah kekawatirannya membuatku merasa senang karena setidaknya pria itu masih memperhatikan aku walaupun aku dikurung olehnya.

"Bagaimana keadaannya dokter?" Siapa sangka bahwa di sini terdapat dokter karena sebelumnya aku tidak pernah melihat seorang dokter di sini "keadaan ratu tidak begitu buruk hanya saja beliau terlalu banyak pikiran, jika saya boleh memberi saran sebaiknya ratu tidak berada di dalam menara ini king karena hal ini bisa dengan cepat memulihkan keadaan ratu."

Ucapan yang sangat aku harapkan keluar dari bibir dokter ini, hal yang bisa membuatku di keluarkan dari menara terkutuk ini, kulihat pria itu terlihat sedang berpikir hingga akhirnya dia menjawab "baiklah aku akan mengeluarkan mateku dari menara ini tapi saat dia sudah sembuh dia akan kembali ke dalam menara ini lagi," jawaban macam apa itu, ini namanya kebahagiaan sesaat.

"Kalau begitu saya undur diri ratu, king," aku menganggukkan kepalaku sebagai jawaban begitupun dengan pria itu, setelah kepergiaan dokter itu aku langsung membuka suaraku "kenapa kau mengurung diriku di dalam menara ini?" Bagaikan predator yang mengintai pria itu berjalan ke arahku dengan derap langkah kaki yang hampir tidak terdengar.

Saat dia sudah berada di sampingku dia mulai menjawab "itu karena aku tidak mau kehilangan dirimu mate," aku tidak mengerti kenapa dia memberi jawaban yang tidak masuk akal, aku bahkan tidak bisa kabur bagaimana aku mau menghilang?

"Yang benar saja," ucapku sambil memutar kedua bola mataku  yang dihadiahi sebuah geraman oleh pria di sampingku ini "jangan menganggap hal ini hal biasa mate!" Lalu aku harus menganggap hal ini apa? Hal yang jelas - jelas tidak masuk akal.

"Bukannya aku mau menghinamu tapi kurasa kau bodoh, bagamana bisa kau kehilangan diriku jika aku selalu berada sangkar mas mu ini?"

"Jaga ucapanmu itu mate!"

Secara tiba - tiba pria itu sudah berada di atasku, aku berusaha menyingkirkan dia dari atasku tapi tidak bisa karena kekuatanku tidak sebanding dengan dia "lepaskan aku!" Dia terkekeh dengn ucapanku karena hampir terdengar seperti cicitan.

"Apa kau takut aku menyetubuhi dirimu mate?" Deg apa yang dia katakan? Aku memang sempat berpikir seperti itu tapi aku tidak menyuarakannya, pipiku pasti susah memerah sekarang karena ucapan dia yang kelewat mesum bahkan melebihi itu.

Kuteguk salivaku takut dia melakukan hal itu padahal aku tidak mengharapkannya "bagaimana kau bisa mengatakan hal itu?" Wajahnya semakin dekat dengan wajahku hanya tinggal beberapa centi "aku mendengarnya dari isi kepalamu mate," seringaiyan mautnya semakin membuatku takut, aku masih belum mau kehilangan harta berhargaku oh tidak.

"Adduhhh kepalaku sa...kkkit," kataku pura - pura kesakitan, semoga saja dia percaya "hahaha kau bercanda mate, aku bisa mengetahui apa yang kau pikirkan bagaimana kau bisa mencoba membohongi aku hahaha," malunya, aku menutupi mukaku yang terasa memanas, takdir apa yang sebenarnya aku miliki ya Tuhan.

Sebuah tangan berusaha membuka tanganku hingga akhirnya aku bisa melihat wajah pria tampan di depanku "aku tidak akan menyetubuhi dirimu mate jadi tenang saja, besok adalah malam bulan purnama dan tepat pada tengah malam kau  harus memberiku sebuah nama, hingga saat itu terjadi aku tidak akan melakukan kegiatan apa pun denganmu."

Syukurlah setidaknya aku aman sampai besok malam dan tidak harus melayani pria tanpa nama di depanku ini, ngomong - ngomong nama apa yang pantas aku berikan pada dia? "Jangan memikirkannya sekarang mate karena aku tidak mau kondisimu semakin buruk, sekarang aku akan membawamu keluar dari menara ini."

"Baiklah."

Pria di depanku membantuku bangun dan saat kakiku menapaki lantai tubuhku terasa oleng "kepalaku pusing, tidak bisakah kau menggendongku?" Rasa maluku sudah hilang sejak rasa sakit di kepalaku ini "aku memang akan menggendongmu tanpa kau minta mate."

"Baguslah kalau begitu."

Dia menggendongku di depan dadanya dan aku mengalungkan tanganku, saat kami sudah berada di bawah menara dan menuju ke kamarku atau lebih tepatnya kamar pria ini aku sempat bertatap muka dengan Angel, dia menatapku datar bahkan dia tidak menyapaku.

Saat Angel sudah hilang dari pandanganku aku bertanya pada pria ini "kenapa Angel bersikap seperti itu?"

"Tidak usah dipikirkan, lambat laun kau akan mengetahui sendiri apa penyebab Angel bersikap seperti itu," bukan jawaban yang diberikan oleh pria ini tapi pernyataan yang membuatku kesal, sepertinya banyak hal yang ditutup tutupi dariku selama ini dan aku sangat penasaran apa hal itu?
*****
Pov King
Setelah aku selesai menidurkan mateku aku pergi ke dalam ruang kerjaku dan sudah terdapat Angel didalamnya "kenapa kau ke sini?" Pasti ada sesuatu yang akan dia bicarakan padaku karena dia tidak akan pergi keruang kerjaku jika tidak ada hal penting.

"Aku ingin mengusulkan sesuatu, bagaimana jika kita menghilangkan ingatan Cary? Dengan begitu kau tidak perlu khawatir lagi kalau - kalau dia bertemu dengan temannya itu dan kita juga tidak perlu lagi mengurungnya di menara."

"Aku setuju denganmu Angel, besok bertepatan saat dia sudah memberiku nama aku akan menghilangkan ingatannya," usulan adikku sangat bangus karena dengan begini aku tidak perlu berjauhan dengan mateku.

"Ternyata kau begitu licik Angel!!" Sebuah suara dari arah pintu terdengar.
*****
Jangan lupa Vote, Comment and Share 😊😊😉😉😘😘

CAGED DEVILBaca cerita ini secara GRATIS!