Chapter 5 - pestanya kacau

644 127 9

"astaga jadi begitu ceritanya?"

Semua disana tergelak setelah baekhyun menceritakan apa yang terjadi saat hyunsoo mengira dirinya adalah pembunuh bayaran. Bahkan sehun yang adalah fans nomer satu nya hyunsoo tidak bisa menahan tawanya.

Hyunsoo yang menjadi bahan olokan hanya bisa cemberut. Dalam hati ia ingin sekali menguliti baekhyun yang telah menyebarkan aib nya malam ini.

"Jadi yang kau bilang perempuan yang menipu mu itu hyunsoo juga?" Tanya suho.

Baekhyun menyesap bir nya lalu mengangguk. "Aku bahkan menggendonya sampai sini."

"Cihh.. dasar tukang pamer." Cibir hyunsoo yang langsung mendapat pelototan dari kyunsoo.

"Maafkan pembuatan nonna ku hyung, kelakuan memang sedikit ajaib--- yak! Nonna apa kau gila?! Aishh kepalaku.." teriak kyunsoo di akhir karena baru saja di pukul hyunsoo belakang kepalanya.

"Kau yang gila ! mana ada adik yang tega menjelekan kakaknya didepan seorang pria!" Hardik hyunsoo.

"Lihat. Kau bahkan tidak ada manis-manisnya sebagai wanita ! Itu kenapa kau belum menikah---"

"Apa kau bilang?!" Murka hyunsoo.

"Hey-hey hentikan lah." Tengah junmyeon. Kalau tidak dihentiakan bisa jadi Do bersaudara ini bisa jadi akan ada pertumpahan antar saudara.

Hyunsoo langsung membuang mukanya dan langsung menegak segelas soju. Rasanya harga diri hyunsoo terluka malam ini. Ia menghembuskan nafas kasar lalu kembali menyesap soju miliknya.

Karena suasana hati hyunsoo yang tidak baik itu berefek kepada suasana disana. Semua orang terdiam sambil melihat hyunsoo.

Bahkan baekhyun yang baru bertemu hyunsoo hari ini bisa merasakan suasan hati perempuan itu yang tidak baik.

"Soo-ya, hentikan. Kau bisa mabuk." Tegur minseok saat melihat satu botol soju tandas oleh hyunsoo sendiri, tapi tidak di indahkan hyunsoo. Bahkan ia sudah mengambil botol soju lainnya.

Kyunsoo disana mengutuk dirinya yang telah membahas soal pernikahan. Pernikahan adalah topik sensitive bagi nonna nya itu. Ia ingin meminta maaf tapi melihat hyunsoo saat ini, membiarkan dia menenangkan diri adalah hal yang terbaik.

Hyunsoo untuk yang keberapa kali menghela napas panjang. Ia mengambil tas nya lalu mengelurkan sesuatu dari sana.

"Kado dari ku." Sodor hyunsoo kearah junmyeon. "Aku harap kau menyukainya."

"Kau tidak perlu repot membelikan ku kado soo-ya."

"Tetap saja tidak enak. Kau sudah sering membantu keluarga ku selama ini."

Hyunsoo menatap sekeliling dengan senyum tipis. "Nikmati pesta nya. Aku pamit." Hyunsoo langsung beranjak dari sana.

"Nonna, maaf..."

Hyunsoo tersenyum tulus kearah adik satu-satunya. "Jangan pulang terlalu larut. Kau ada kelas besok pagi."

Setelah itu hyunsoo langsung pergi begitu saja dari sana. Ia perlu sendiri saat ini.

***

Sepeninggal nya hyunsoo, sehun langsung ingin beranjak menyusul hyunsoo, tapi langsung di tahan kyunsoo.

"Biarkan nonna ku sendiri, sehun."

"Apakah tidak apa-apa? Aku khawatir. Ia meminum hampir dua botol soju."

Minseok menghela napas, "tidak ada yang bisa dilakukan selain memberi ia waktu sendiri."

"Kau seharusnya tidak membahas itu kyung dihadapan nonna mu." Tegus junmyeon. Kyunsoo tertunduk bersalah. "Maaf, hyung. Aku tidak sengaja."

Baekhyun yang sendari tadi tidak mengerti akhirnya membuka suara. "Sebenarnya apa yang terjadi sampai-sampai membuat hyunsoo-ssi pergi?"

Mereka semua terdiam, tidak ada seorang pun yang menjawab pertanyaan baekhyun yang membuat dirinya kesal. "Apa kalian akan membuatku seperti kambing dungu yang tidak tahu apa pun?!"

Junmyeon meneguk minumanya sebelum beralih menatap baekhyun. "Menikah..."

Baekhyun mengerutkan alis bingung, "huh?"

"Hyunsoo sangat sensitive tentang masalah menikah."

"Bagi perempuan yang sudah menginjak umur dua puluh sembilan tahun, umur yang sudah sangat matang untuk menikah dan membina keluarga. Hyunsoo salah satu perempuan yang menginginkan seperti itu, tapi ada hal yang membuat ia tidak bisa.."

Baekhyun sebenarnya masih penasaran, tapi penjelasan suho sudah cukup untuknya. Baekhyun bisa merasakan bahwa hyunsoo adalah sosok wanita mandiri. Ia bahkan bisa menghidupi dirinya dan adiknya setelah kepergian orang tuanya.

"Baek, kau benar pergi dari rumah?" Tanya chanyeol berhasil membuat baekhyun kembali dari lamunannya.

"Aku diusir. Jelas sekali kalau aku benar-benar keluar dari rumah."

"Aku dengar kau meninggalkan dompet dan ponselmu disana?" Tanya chen penasaran.

Baekhyun memutar matanya bosan. "Aku bahkan hanya membawa diriku saja keluar dari rumah. Untung sebelum keluar aku sempat meninggalkan kartu atm dan ponsel terbaruku di apartment suho. Aku terselamatkan menjadi glandangan."

Chanyeol, chen dan minseok mendengus geli. Sedangkan sehun dan kyungsoo hanya menyimak saja.

"Ku sarankan kau meminta maaf kepada ayahmu itu--"

"Tidak mau!" Potong baekhyun keras.

Suho memijit pelipisnya pelan, "kau tidak bisa bergantung hidup hanya dengan uang di atm mu, baekhyun-nah. Hidup diluar sangat keras. Apalagi kau ini seorang pe--"

Kursi disana beedecit keras berhasil memotong perkataan suho. Baekhyun bangkit dari sana dan menatap suho datar.

"Apa kau bisa melakukan hal yang tidak kau sukai?!" Ujar baekhyun dingin. Ia langsung berlalu dari sana tanpa mengucapkan salam.

Suho yang melihat punggu baekhyun semakin menjauh hanya bisa menghela napas panjang. Baekhyun sama keras kepalanya seperti hyunsoo. Mereka tidak akan mudah mendengarkan nasihat disaat mereka sudah mempunyai keputusan.

Tepukan di bahunya membuat junmyeon menatap kesampingnya. "Kau seharusnya tidak mencampuri urusa keluarganya, suho."

"Aku hanya tidak ingin ia hidup sulit."

"Cukup lihat seberapa tangguh ia hidup setelah keluar dari rumah. Kalau ia sudah tidak sanggup lagi, baru kita beri ia uluran tangan. Bukan begitu artinya sahabat?" Ujar minseok.

"Iya, hyung. Aku kenal baekhyun sudah sejak kecil. Walau keras kepala ia adalah orang yang tangguh aku yakin ia bisa mencari keluar tentang masalah keluarganya sendiri." Timpal chanyeol yang di angguki chen disana.

Junmyeon terdiam, tapi pikirannya berkecemuk dengan banyak hal.

Apa kau bisa melakukan hal yang tidak kau sukai?!

Pertanyaan baekhyun kembali terniang.

Aku belum tahu jawabannya.

Summer Love Baca cerita ini secara GRATIS!