Part 34

1.7K 95 1

~~~

Faldo berjalan menuju kelasnya dengan langkah yang terlihat sangat santai. Matanya menatap lurus koridor yang sedang dilaluinya. Ramai siswi kelas sebelas yang sesekali memanggil Faldo namun tak dihiraukan. Faldo tak suka saat-saat seperti ini. Saat dimana seakan-akan hanya dia yang pantas dipuji di sekolahnya.

"Woy," sapa seseorang dari arah belakang seraya menepuk bahu kanan Faldo.

Faldo menoleh untuk melihat siapa orang itu. "Apaan?" tanya Faldo pada Bisma yang kini berjalan di sebelahnya.

"Lo kenapa sih? Putus cinta? Emang ada doi?" olok Bisma yang disambut dengan tatapan sinis dari sahabatnya itu.

"Gue ada doi juga nggak bakal bilang lo kali," ucap Faldo tak mau kalah.

"Dih, kenapa?" tanya Bisma dengan wajah yang terlihat tak terima.

"Ya gimana ya. Pembantu gue aja lo mau, gimana doi gue?" balas Faldo sekenanya.

"Enak aja lo. Mana mau gue sama Bi Jati," tukas Bisma seraya menoyor kepala Faldo.

Faldo hanya tersenyum miring untuk membalas perkataan sahabatnya itu. Pandangannya kembali tertuju pada jalan yang sedang ia lalui.

"Do, lo gimana sama Putri?" tanya Bisma seraya meletakkan tangan kirinya ke atas bahu kanan Faldo.

Faldo menoleh dengan tatapan yang tak bisa disiratkan. Dalam hatinya mengutuk Bisma yang menanyakan hal itu disaat yang tidak tepat. "Gue ke kelas duluan ya, Bis." Pamit Faldo yang kemudian berjalan sedikit lebih cepat dan meninggalkan Bisma yang masih mematung di koridor karena bingung dengan sikap sahabatnya.

"Itu anak kenapa sih? Oh jangan-jangan waktu dia nembak Putri, ternyata Putrinya udah punya cowok. Aduh malang banget sih itu anak," gumam Bisma tak jelas. "Do, tungguin gue!" teriak Bisma yang kemudian berlari mengejar sahabatnya.

Sesampainya di kelas, Faldo sedikit melempar tasnya ke atas mejanya yang kini berada di pojok ruangan. Tangannya merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya. Pandangannya sejenak mengedar ke penjuru kelas untuk melihat apakah Rey sudah datang atau belum.

Jari-jarinya mulai memainkan layar ponselnya. Membuka satu persatu notifikasi yang masuk sejak kemarin namun belum sempat ia baca seraya mengetikkan balasan untuk pesan yang sudah dibacanya. Ada satu notifikasi yang beberapa hari ini selalu hinggap di room chatnya. Tak ada sedikit pun niat untuk Faldo membuka pesan itu. Pesan dari Rebecca yang selalu mencoba mengajaknya makan malam ataupun makan siang bersama.

"Faldo." panggil Bisma yang baru saja datang di ambang pintu.

Faldo tak menghiraukan panggilan Bisma barusan. Ia tahu bahwa Bisma mengejarnya karena ingin menanyakan perihalnya dengan Putri. Lebih tepatnya dengan Sye. Pandangannya kembali tertuju pada ponselnya.

"Do, gue tau lo kenapa. Lo pasti habis nembak Putri kan? Tapi ternyata Putri udah punya cowok. Terus lo ditolak. Habis itu lo frustasi kan makanya murung terus?" oceh Bisma sangat antusias ketika sudah berdiri di sebelah Faldo yang masih asyik dengan ponselnya. "Kalo menurut gue sih ya mendi-"

"Damn you." umpat Faldo dengan nada yang sedikit lebih keras seraya menghantamkan tangannya ke atas meja sehingga menimbulkan suara yang keras.

"Lo tuh kenapa sih, Do? Gue itu sahabat lo, lo bisa cerita apa aja ke gue," balas Bisma dengan tatapan yang tak bisa disiratkan dan nada bicaranya yang terdengar lebih tinggi dari sebelumnya.

"Kalo lo sahabat gue, harusnya lo nggak nyerang gue dengan pertanyaan yang bikin gue tambah nggak karuan. Kalo lo tanya sekali terus gue nggak jawab, itu artinya gue lagi nggak suka bahas itu." jelas Faldo tak mau kalah.

Love Is Miracle [COMPLETED]Read this story for FREE!