Epilog

669 71 2

Author POV

Practice yang melelahkan.

Wanna One kelelahan disetiap sudut ruang practice dengan botol minuman yang sudah kosong disamping mereka. Terlalu lelah untuk mengambilnya sendiri jadi mereka memilih menunggu orang lain yang dengan suka rela membawakan minuman untuk mereka dan saat itulah Rae muncul.

Orang pertama yang Rae tawari adalah Daniel. Karena dia duduk disudut dekat pintu.

"Oppa. Minum?"

Daniel mendongak dan menatap Rae dingin.

Tatapan yang sama sebelum Rae menjadi kekasihnya. Dia mengurungkan diri untuk dekat dengan Daniel.

"Tidak? Baiklah."

Detik itu juga Daniel mengeluarkan senyumnya dan menarik tangan Rae agar duduk disampingnya.

"Terimakasih."

Daniel meneguk air mineral itu.

Rae beranjak dari duduknya tapi ditahan oleh Daniel.

"Chagi~, temani aku disini."

"Setelah aku memberikan botol ini ke teman-teman mu."

Daniel menggeleng keras dengan jawaban Rae. Kemudian dia berteriak.

"HEY KALIAN! AMBIL MINUMAN KALIAN SENDIRI!"

"SIALAN KAU DANIEL!"

brukk brukk brukkk.

Jaket, kemeja botol kosong bahkan sepatu mereka lempar kearah Rae dan Daniel.

Pria bergigi kelinci itu dengan sigap melindungi Rae agar dia tidak terkena satupun benda yang mereka lempar itu.

"JANGAN MEMONOPOLI RAE!"

"DIA KEKASIHKU! APASALAHNYA?!" balas Daniel tak mau kalah dengan kata-kata Jihoon.

"CENTER KEBANGGAAN KITA SUDAH DURHAKA! KUDOAKAN SUPAYA RAE MELIRIK PRIA LAIN!"

Daniel menunduk untuk menatap Rae. Dia khawatir dengan perkataan mereka tadi. Dia takut itu akan menjadi kenyataan.

"Chagi~ Apa kamu akan melirik pria lain diluar sana?"

Kepala Rae menggeleng. Kepercayaan diri Daniel kembali.

"DIA BILANG TIDAK AKAN MELAKUKANNYA!"

"PABBO! KALAU DIA BILANG, KAU PASTI TIDAK AKAN MENGIZINKANNYA!" sambar Hasung dengan sengit.

Daniel berpikir sejenak.

Mereka benar.

Tidak ada orang yang selingkuh dengan terang terangan.

Daniel kembali menatap Rae.

"Chagi~ Kamu berbohong?"

"Kamu percaya padaku atau teman-temanmu?"

"Tentu saja aku percaya padamu."

Daniel menatap manik hitam Rae dalam dalam.

Masih sama, menggemaskan. - kdn

Jantung Daniel selalu berdegup kencang.

"HEY KALIAN!"

"WAE?!" jawab Wanna One bersamaan.

"CARILAH KEKASIH BIAR KALIAN TIDAK SIRIK!"

"YAK! KURANG AJAR!"

Benda-benda tak berdosa kembali mereka lempar kearah Daniel.

Rae terkekeh didalam pelukan Daniel.

🐻🐻🐻

Rae POV

Kebahagiaan terus menerus datang menghampiriku. Aku yakin luka itu akan terhapus perlahan.

Semua berakhir indah bukan?

Daniel menepati janjinya untuk berada disampingku dan terus menjagaku.

Aku harap akan selalu seperti itu.

Aku ingin terus melihat senyumnya.

Hubungan yang berlanjut hingga ke altar dan akan terus bersama.

Selamanya.

Sampai kami menua.

Menggendong cucu kami dan menghembuskan nafas terakhir kami bersama.

Aku ingin harapan itu terwujud, menjadi sebuah kenyataan yang tidak akan pernah aku lupakan.

💙 THE END 💙

🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●

Huaaa makasih yg udah ngikutin cerita ini dari awal. Makasih juga yang udah Vote dan Comment 💙💙


Pokonya makasiii banget 💙💙💙💙

Cc : instagram

Asisten▪kdn ✔Baca cerita ini secara GRATIS!