20

552 66 4

Rae POV

"Eonnie. Aku bisa sendiri. Pulanglah ke Seoul."

"Mereka baru akan pulang setelah menemuimu Rae."

Aku menghela nafas.

Seharusnya semua staff dan Wanna One sudah kembali ke Seoul 3 jam setelah konser mereka berakhir. Tapi itu tertunda gara-gara diriku. Diriku yang masih mengurung diri dikamar hotel tanpa seseorang yang boleh menjengukku, termasuk Daniel.

Hanya Hyu Ji yang aku izinkan untuk masuk.

"Katakan pada mereka kalau aku baik-baik saja."

"Ribuan kali tapi itu tidak mempan." sambar gadis ini dengan cepat.

"Aku benar-benar ingin sendiri."

Aku menarik selimutku dan mulai kembali berbaring diatas tempat tidur.

"Eonnie kumohon."

"Baiklah. Aku akan memberi tau mereka nanti. Aku akan keluar setelah kamu tidur."

Aku mengangguk percaya dan mulai memejamkan mataku. Tak butuh waktu lama untukku terlelap kealam mimpi.

🐻🐻🐻

Author POV

Hyu Ji keluar dari kamar Rae dan langsung disuguhi pemandangan orang-orang yang khawatir padanya. Terlebih Daniel. Pria yang kini tengah berdiri didepannya.

"Noona. Bagaimana?"

Gadis itu menggeleng sambil menggindikan bahunya.

"Aku tidak bisa memaksanya. Biarkan dia sendiri."

Daniel kecewa akan hal itu. Dia semakin sedih.

Seketika ide lain datang saat melihat pintu kamar Rae yang masih sedikit terbuka.

"Dia sedang apa sekarang?"

"Tidur." jawab Hyu Ji.

Dengan gerakan cepat dia melesat kebelakang gadis itu untuk masuk kekamar Rae.

Klik..

Pintu kamar Rae terkunci sempurna dari dalam.

Daniel mendengar beberapa ketukan dan teriakan dari luar, hanya sebentar, karna dia yakin, Hyu Ji akan memarahi mereka yang melakukan suara berisik. Gadis itu tentu tidak ingin Rae terganggu.

🐻🐻🐻

Daniel POV

Kini aku berdiri disamping tempat tidur Rae. Menatapnya yang tengah terlelap. Aku mengamati luka dipipinya itu.

Kesalahanku.

Aku ingin menebusnya dengan terus bersamanya, membuatnya bahagia.

Aku duduk dikarpet dan terus memandangi Rae. Jariku meraih tangannya dan menggenggamnya erat.

Aku menyenderkan kepalaku ke tempat tidur tanpa mengalihkan pandanganku ketangan Rae yang sedang aku genggam.

Menyatu dengan sangat erat.

Aku berharap bisa selalu menggenggam tanganmu, bersamamu kemanapun kamu melangkah. - kdn

Lama kelamaan aku terlelap sendiri didalam angan-angan ku.

🐻🐻🐻

Rae POV

Pagi menjelang, hari baru telah terbuka. Aku mengerjabkan mataku beberapa kali sebelum bangun dan duduk diatas tempat tidur.

Aku merasa jauh lebih segar dari kemarin. Ketika aku akan mengangkat tangan kiriku, aku merasa ada seseorang yang menahannya, aku juga merasakan suhu tubuh yang tidak normal. Aku menoleh dan melihat Daniel masih tertidur disana.

"Oppa." lirihku.

Aku mencoba melepaskan tanganku dari genggaman Daniel tapi itu malah membuatnya terbangun. Manik cokelat itu menatapku sayu.

"Oppa. Kamu demam." tuturku dengan panik.

Daniel memaksakan senyum dibibir pucatnya.

"Kamu udah bangun." ucapnya dengan suara serak.

Aku terdiam sejenak.

"Apa kamu baik-baik saja?"

Aku merasakan panas tubuhnya saat Daniel menggerakan tangannya untuk menyentuh pipiku.

"Kurasa begitu. Syukurlah."

Aku beranjak dari tempat tidurku dan duduk bersimpuh menghadap Daniel. Senyum dan kata-kata itu tidak wajar. Dia sendiri tidak dalam kondisi baik tapi malah mengkhawatirkanku.

"Maafkan aku Rae."

"Oppa itu tidak penting lagi. Aku bantu kamu naik dan berbaringlah, kamu sakit."

Daniel mengabaikan kalimatku. Dia malah sibuk menatap ku.

"Aku mencintaimu."

Tanpa aba-aba Daniel menarik tengkuk ku. Menyatukan bibirnya dengan bibirku. Daniel mengambil ciuman pertamaku. Aku semakin merasakan panas tubuhnya.

Dia kembali menatap kedua manik mataku yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lakukan.

"Aku benar-benar mencintaimu."

Daniel menggerakan jarinya untuk mengusap bibirku yang basah, menghapus jejak salivanya. Kemudian menangkup kedua pipiku dan tersenyum manis untukku.

"Jangan menghindariku lagi."

Daniel tidak bisa menahan matanya yang semakin berat dan akhirnya tubuhnya limbung kearahku. Dia pingsan dengan kepala yang bersender tepat dibahuku.

●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●

Cuma mau bilang cerita ini mau aku cepet-cepet End in :")))

Asisten▪kdn ✔Baca cerita ini secara GRATIS!