19

546 65 2

"Aku akan lakukan apapun agar orang yang kusayangi kembali. Termasuk..,"

sreett..

Hayool menarik Rae kemudian mengunci tangannya dibelakang tubuh Rae. Jangan lupakan benda tajam ditangan kanannya yang dia letakan tepat dileher Rae.

"Rae!" seru Daniel yang hanya dibalas seringai miring oleh Hayool.

"Termasuk membunuh orang yang merebut Daniel dariku."

Rae tidak bisa bergerak. Dia takut pisau lipat itu menembus lehernya.

"Noona! Kau gila! Lepaskan Rae!"

"Setelah kamu berjanji akan menikahiku."

Rae mulai menangis terisak. Dia tidak ingin ini terjadi, dia tidak bermaksud merusak hubungan orang. Tapi, kenapa dia yang harus berkorban hingga seperti ini?

"Noona! Aku tau kau tidak akan berani melakukan itu!"

Hayool terkekeh kecil.

Tidak berani katanya?

Daniel salah besar.

Pisau lipat itu bergerak keatas. Tubuh Rae gemetar merasakan dingin benda tajam itu menyapa wajahnya. Ujung pisau lipat itu menyentuh dan membelai pipinya dengan lembut.

"Kamu memaksaku Niel."

Sebuah sayatan terukir dipipi kanan Rae. Darah segar keluar.

Rae meronta melepaskan diri tapi tidak bisa. Entah darimana gadis itu mendapatkan tenaga sekuat itu. Jeritan memilukan keluar dari bibir Rae. Daniel refleks mendekat tapi Hayool tidak membiarkannya.

"Tetap ditempatmu Daniel."

"Noona kumohon jangan sakiti dia."

Gadis didepannya ini telah gila, ancaman itu bukan hanya sekedar isapan jempol. Hayool melakukan ancaman itu tepat didepan Daniel.

"Setelah kamu berjanji akan menikahiku."

"Aku tidak akan pernah menikahi gadis psyco sepertimu!"

Daniel mulai kehilangan kendali atas emosinya. Tapi dia masih terus mencoba menahan agar tidak gegabah dan membuat Rae terluka lebih jauh.

"Kau gila noona! Kau gila!"

"Aku gila karnamu Kang Daniel."

Manik cokelat gadis itu mulai berkabut. Cairan bening mengumpul dipelupuk matanya dan melucur bebas.

Dia mencintai Daniel. Sangat mencintainya. Masih mencintainya.

Dia tidak terima Daniel memilih gadis lain dan mempermainkan perasaannya. Luka itu menutupi hati nuraninya.

Hari itu, setelah ia pingsan dan mendapati Daniel menemaninya. Dia berjanji siapapun yang berani mengubah pikiran Pria bergigi kelinci itu. Dia akan bertindak sekalipun harus melakukan pembunuhan. Hayool tidak akan membiarkan orang yang paling ia sayangi pergi dari hidupnya.

"Tidakkah kamu lihat itu? Aku sangat mencintaimu tapi kamu seenaknya datang dan pergi."

"Noona! Kau yang memutuskanku untuk pertama kalinya, kau yang meninggalkanku!"

Daniel mengingat hari kelam itu. Dia ingat ketika Hayool menelfon untuk menemuinya dikawasan Gangnam dan semua itu berujung hubungan yang berakhir sepihak

Alasan?

Hayool lelah karena tidak bisa mendapat waktu berdua dengan Daniel. Gadis itu mengerti dan terus mencoba memahami profesi Daniel tapi tidak bisa. Hayool meninggalkan Daniel dan beberapa minggu kemudian penyesalan itu datang. Dia ingin Daniel kembali padanya.

"Kau pergi dan memutuskanku sepihak."

Hayool tersenyum getir.

Itu memang terjadi tapi bukahkan ia sudah mengatakan penyesalannya? Yang terpenting dia masih mencintai Daniel.

"Pilihanmu hanya dua Daniel."

Hayool diam sejenak. Memperhatikan Daniel dalam-dalam.

"Menikah denganku atau dia mati didepanmu."

Ujung pisau itu kembali keleher Rae.

Belum sempat Daniel menjawab. Seseorang menyentak Hayool kebelakang hingga pisau itu terlempar entah kemana.

Wanna One.

Lebih tepatnya Woojin yang melakukan itu.

Detik itu juga Daniel dengan sigap menarik Rae kedalam pelukannya dan mendekapnya erat, membiarkan Rae menangis disana.

"Yak! Brengsek! Lepaskan aku!"

Hayool terus memberontak melepaskan diri.

Bisa ditebak

Dia tidak berhasil.

Malahan beberapa keamanan datang dan membawanya semakin jauh dari Rae, Daniel, Wanna One dan beberapa orang yang ada disana.

🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●

Jeng jeng jeeeengg. Ba. Dum. Tsssss

Asisten▪kdn ✔Baca cerita ini secara GRATIS!