18

624 76 3

Author POV

Penerbangan ke Jepang kembali terjadi satu hari setelah Rae mengungkapkan perasaannya.

Seperti biasa, Rae duduk tenang dikursinya. Namun ada yang berbeda, dia berusaha mengatasi rasa takutnya sendiri. Meski pikirannya masih sangat kacau, dia terus mencoba fokus agar rasa takutnya tidak datang.

Dia memejamkan mata dan memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya. Hidupnya akan semakin berat kalau dirinya menetap di Seoul dan menjadi salah satu staff SWINGent.

Dia akan terus bertemu Daniel padahal harapannya, hari kemarin, detik disaat dia menatap lekat manik cokelat itu, dia berharap itu akan menjadi hari terakhirnya berhadapan dengan Daniel.

Dia malu dengan perasaannya ke Pria itu. Dia merasa sangat tidak pantas untuk Daniel.

Gadis yang tidak tau diri.

Dia terus merutuki dirinya sendiri sampai tidak menyadari seseorang duduk disampingnya.

Daniel.

Lagi dan lagi.

Rae harus berhadapan dengan Daniel tanpa dia inginkan. Daniel datang tanpa bisa dia tebak.

Pria itu memandangi Rae sejenak, mata Rae bengkak dan Dia yakin itu karena Rae menangis.

Tangannya bergerak meraih safety belt yang belum Rae kaitkan.

Klik

Detik itu juga Rae membuka mata. Air mata kembali lolos. Segera mungkin Rae menghapusnya.

"Rae." lirih Daniel

Pria ini mencoba meraih tangan Rae, tapi Rae menolak.

Biarin lah seperti anak-anak. Rae sungguh tidak ingin terlibat perasaan dengan Daniel lagi. Sudah cukup Pria itu tau. Rae memalingkan wajahnya kejendela. Air mata itu menetes tanpa bisa dia kendalikan.

🐻🐻🐻

Daniel POV

Aku lagi dan lagi memandangi Rae dengan serius. Dia sedang sibuk mengurus konser kami yang akan dimulai. Dia masih bisa tersenyum tapi aku yakin itu bukan senyum yang sebenarnya.

Haruskah aku menghampirimu lagi?

Menarikmu dan mulai berbicara lagi?

Haruskah aku terlihat brengsek karena mempermainkan perasaan mantan kekasih ku?

Aku sangat menginginkan Rae, aku tidak bisa melihat nya terus menjauh.

Pikiran gila menguasaiku. Aku beranjak dari dudukku untuk menghampiri Rae. Menarik pergelangan tangannya dengan kasar.

Aku tidak peduli dengan teriakan staff karena sebentar lagi konser akan dimulai. Aku tidak peduli kalau aku ketahuan oleh Hayool, kekasihku yang memaksakan diri ikut agar bisa terus dekat dengan ku sekaligus mengawasiku.

Saat ini, yang terpenting aku bisa melihat Rae terus ada disampingku.

🐻🐻🐻

Rae POV

"Lihat aku."

Daniel menangkup kedua pipiku, memaksa manik hitamku untuk menatapnya. Kami sedang berada ditaman yang tidak jauh dari vanue tempat Wanna One melakukan konser.

"W--wa-wae?"

"Aku mencintaimu Rae."

"Oppa."

Aku menyentuh tangan Daniel yang ada dipipiku berniat untuk menyingkirkannya.

"Hayool eonnie..,"

"Ya. Dia memang kekasihku dan aku bisa memutuskannya kapan saja."

Daniel memotong ucapanku.

"Kamu akan melukainya."

"Lalu apa kabar dengan gadis yang ku sayangi terluka?!"

Emosinya kembali, Daniel berteriak didepanku. Tapi kali ini suaranya berbeda. Ada kesedihan terselip disana.

"Aku akan menjelaskan ke Hayool noona kalau aku mencintaimu."

"Oppa..,"

"Daniel." panggil seorang gadis.

Hayool.

Itu Hayool kekasih Daniel.

Aku segera menepi dan menjauhkan diri dari Daniel ketika Hayool berlari mendekati Daniel.

🐻🐻🐻

Author POV

"Kenapa kamu disini? Hh?"

Hayool mengalungkan tangannya kelengan Daniel. Daniel malah sibuk memandangi Rae dengan nanar.

Tidak. Aku tidak bisa melihatmu terluka tepat didepanku. - kdn

Daniel melepas tangan Hayool dari lengannya. Menolak keras saat gadis itu akan  melingkari lagi lengannya.

"Hayool noona. Maaf."

"Kenapa?"

"Aku tidak bermaksud mempermainkanmu. Aku ingin kita berakhir karena aku mencintai Rae."

Tatapan lembut gadis itu berubah menjadi sinis.

"Aku sudah menduganya."

"Maafkan aku."

Hayool tersenyum getir.

Sulit dipercaya.

Hatinya terombang-ambing karena Daniel padahal ia tulus mencintai Pria itu. Hayool menatap Rae dengan tidak suka, penuh kebencian dan amarah.

"Rae."

Gadis itu berjalan mendekati Rae.

"Kau tau? Aku sangat benci seseorang yang merebut kebahagiaanku."

Rae tidak sadar kalau gadis itu merogoh saku jaketnya dan mengambil sebuah pisau lipat dari sana.

"Aku akan lakukan apapun agar orang yang kusayangi kembali. Termasuk..,"

sreett..

🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●

Bunyinya Sret gaes :))

Asisten▪kdn ✔Baca cerita ini secara GRATIS!