16

557 73 3

Author POV

Hari ini, malam ini perkiraan salju pertama akan turun.

Rae yang biasanya selalu menyiapkan puluhan wish sekarang hanya punya satu wish, yaitu melupakan Daniel. Sangat sederhana tapi akan membawa dampak besar dikehidupannya.

Sejak keluar dari rumah sakit tadi, Rae masih berjalan tidak jelas di taman. Jujur saja tidak ada yang Rae pikiran. Hatinya yang terasa sakit mengalihkan semuanya.

"Daniel Oppa. Aku juga mencintaimu."

Kalimat yang kesekian kalinya terlontar dari bibir Rae. Kalimat yang dia ucapkan dengan rasa sesak yang teramat sangat.

Rae tidak berharap Daniel tau apalagi membalas perasaannya. Dia berfikir akan lebih baik memendamnya sendiri.  Dia akan terluka sendiri tanpa membebankan orang yang dia cintai. Dengan begitu Daniel tidak akan merasa terganggu dengan perasaannya itu.

Rae terus melangkah melawan terpaan udara dingin. Tanpa dirinya sadari, dari arah belakang ada mobil yang sedang kehilangan kendali.

Braakk...

Sisi mobil itu mengenai tubuh Rae hingga terpental. Kepalanya membentur pinggiran trotoar dengan keras.

Darah segar mengalir dari keningnya dan terus mengalir turun. Rae tidak merasakan sakit terlalu lama karena beberapa detik kemudian, semuanya gelap.

Ya.

Rae pingsan.

🐻🐻🐻

Rae POV

"Sakit kalau kau pegang." Bibirku mengerucut sebal.

Gadis disampingku ini, gadis yang juga salah satu staff SWINGent dan sangat dekat dengatku.

Gadis bernama Park Hyu Ji ini sudah menganggapku sebagai adiknya sendiri. Kita memang terkenal sangat dekat walau gadis ini sudah berkeluarga dan memiliki anak berumur empat tahun.

Bahkan nomor ponselnya ada dipanggilan cepat, jadi jangan heran kalau kali ini dia orang yang satu-satunya berada disampingku.

"Eonnie."

"Wae?"

"Jangan bilang siapa-siapa, ya?."

Gadis bermarga Park ini tersenyum kearahku.

"Iya, itu sudah kebiasaanmu, aku sudah tau kau tidak akan mengizinkanku kalau aku memberitau yang lain."

Satu-satunya alasan aku melalukan ini adalah...

Aku tidak suka ketika orang khawatir atau merasa terganggu dengan kondisiku.

"Jadi.. Sudah? Aku harus kembali ke office."

Aku mengangguk.

Kesepian akan menghampiriku lagi, ditambah sakit hati yang masih terus menyerangku.

"Kalau kau butuh apa-apa telfon aku."

"Kau pikir siapa lagi yang akan kutelfon selain dirimu."

Gadis ini menaikan sebelah alisnya, tersenyum menggoda.

"Daniel."

"Eonnie!"

Aku hampir melayangkan sebuah pukulan kelengannya tapi gadis itu sudah berlari menjauhiku. Tersenyum meledek sebelum menghilang dibalik pintu.

Aku sudah menduga ini, perasaanku hanya akan jadi bahan lelucon kalau orang lain mengetahuinya. Aku tidak akan menceritakan kesiapapun lagi, cukup Hyu Ji yang tau tentang perasaanku ke Daniel.

🐻🐻🐻

Author POV

Trainee sudah kembali ke dorm mereka, Staff juga sudah pulang kerumah masing-masing. Tapi Wanna One masih berdiam diruang practice.

Mereka menunggu Rae.

Karena sejak kejadian 'gadis gila' yang masuk tanpa izin itu, Rae tiba-tiba menghilang lagi. Kalau saja Rae tidak kembali, Wanna One akan menanyakan kesiapapun yang masuk melewati pintu itu. Tapi sampai detik ini, hasilnya nihil.

●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●

💙💙💙💙

Asisten▪kdn ✔Baca cerita ini secara GRATIS!