13

637 73 2

Daniel POV

Selesai makan, Rae dan aku duduk di ruang tengah. Rae berada disofa sedangkan aku di karpet.

Aku sekarang sibuk mengganti channel televisi. Kenapa tidak ada siaran yang menarik. Ide untuk bermain game dengan Rae muncul dengan tiba-tiba.

Aku tersenyum dan mendongakkan kepalanya sampai bisa melihatnya yang duduk diatas sofa. Senyum aku berubah menjadi cibiran ketika melihat kelopak matanya tertutup.

Rae tertidur tanpa sepengetahuanku.

Tidak ada kasihan padamu untuk kali ini.

Aku memutar tubuhnya dan menarik kedua pipinya berlawanan.

"Banguunn. Enak sekali habis makan kamu tidur. Yak! Rae!"

Tidak berhasil.

Aku memikirkan cara lain. Mungkin dengan menutup saluran pernafasannya dia akan bangun. Aku menyeringai jahil.

Menyenangkan bisa mengusilimu.

Rasa tidak suka aku kepadamu selama ini menghilang seperti tertelan bumi digantikan perasaan yang membuat aku senang. Aku yang awalnya mengelak tentang perasaan ku itu kini membiarkannya mengalir.

Aku juga ingin Rae menyukai ku karena merasa aman dan tenang berada disisi ku. Aku ingin melihatnya menjadi Rae yang sama ketika di depan oranglain maupun didepanku.

Aku akan mengurangi bentakan dan suruhan tanpa batas itu padanya.

Oke, lupakan sejenak masalah perasaan.

Aku yang tengah bersiap mencubit hidungnya. Seringai ku muncul lagi.

Hap. (Bunyinya Hap Gaes 🙃)

Aku mencubit sekaligus menarik hidungnya, membuatnya gelagapan karena tidak bisa bernafas. Akhirnya manik hitam itu bisa aku lihat lagi. Dia menepis tangan ku sekeras mungkin.

"Oppa!" pekiknya dengan keras, dia menyentuh dan mengusap pelan hidungnya yang memerah.

Aku terkekeh cukup keras, ini pertama kalinya aku tertawa lepas didepan Rae. Biasanya yang aku tunjukkan hanya wajah datar dan tatapan dingin.

"Ah. Astaga." Aku mengatur nafasku kembali.

"Lagian siapa yang suruh kamu tidur, Hh?"

Bibirnya mengerucut sebal, sepertinya Rae tidak terima tidurnya diganggu oleh ku.

"Temani aku main game!"

Aku menariknya agar turun dari sofa dan duduk disebelahku.

🐻🐻🐻

Rae POV

Daniel kembali keposisi awalnya setelah menyalakan game yang ingin ia mainkan. Dia melempar stick game padaku.

"Berapa kali aku bilang. Aku tidak bi.."

"Hanya balapan mobil, game lama Rae."

Aku menghela nafas. Penolakan selalu tidak berarti kalau dengan Daniel.

"Siap?"

Belum sempat aku mengangguk, Daniel sudah memulai permainannya membuatku histeris sendiri.

"Yak! Oppa! Kamu curang!"

Daniel menyeringai senang disaat aku terburu-buru menekan stick digenggamanku. Aku mulai terbawa permainan, mulutku terus merancau tidak jelas.

Daniel kembali iseng dengan menutupi laju mobil yang sedang aku mainkan. Dia menggerakan mobil miliknya untuk menutupi semua jalan memancing teriakan melengking dariku.

Asisten▪kdn ✔Baca cerita ini secara GRATIS!