Chapter 20

1.4K 68 2

Juliet tersenyum lebar sambil menatap cicin berlian yang melingkar indah di jari manisnya. Berlian dan wanita adalah soulmate begitu kata para ibu sosialita yang sering juliet dengar saat dia sedang mengikuti kelas Yoga. Dan cincin berlian ini adalah cincin pernikahan juliet dan romeo, sebuah benda bernilai fantastis yang membuat juliet merasa bagaikan Ratu, iya bagi romeo doang.

Romeo melingkarkan tangannya di pinggang juliet kemudian membawa juliet kedalam pelukannya. Juliet yang sedang sibuk menatap jari tangannya, sangat terkejut saat tiba-tiba romeo memeluknya dari belakang.

"Juliet main lagi yuk sayang "romeo berbisik di telinga juliet. "Tapi jangan pakai helm "

Juliet berbalik badan sehingga sekarang posisinya menghadap wajah romeo. Lelaki itu masih memejamkan mata dan tentu saja dengan pemandangan roti sobek rasa vanila yang terpampang nyata di hadapan juliet membuat wanita itu memutar ulang kembali ingatannya akan semalam.

Wajah juliet langsung merona membayangkan kegiatan yang semalam dia lakukan bersama romeo.  Terlebih saat dia menyadari kalau saat ini dia masih dalam keadaan tanpa sehelai benang pun alias naked.

Romeo membaringkan juliet di atas tempat tidur, pria itu menatap tajam pada manik mata juliet sambil mengelus dahi wanita itu.

Mereka berdua baru saja selesai dengan ciuman panas mereka, dan entah siapa yang memulai mereka berdua sekarang sudah sama-sama dalam kondisi naked. Lingerie mahal milik juliet juga sudah menghilang entah kemana.

Romeo menatap maha karya nya yang tercetak jelas di ceruk leher juliet, romeo fikir ternyata dia berbakat juga menjadi seorang seniman.

"Rom..  Pasti kamu kecewa ya begitu liat badan aku? Aku mirip triplek ya rom? "

Romeo tertawa terbahak-bahak, bisa-bisa nya juliet berfikir seperti itu disaat posisi mereka sudah ada di batas dangerous alias berbahaya.

"Aku gak masalah sayang, yang penting punya kamu original gak kayak punya tetangga sebelah gede tapi palsu"

"Ini nih salah satu alasan aku kenapa ak.... "Romeo membungkam juliet dengan ciuman lagi entah sudah berapa kali mereka melakukan ciuman panas itu.

"Rom..  Romeo udah dulu aku ambil nafas dulu"juliet negambil banyak-banyak oksigen saat romeo melepaskan ciumannya.

"Udah ambil nafas nya? "

"Sebentar aku perisiapan mental dulu "juliet merasakan jantungnya berdetak super cepat, darah yang dipompa oleh jantungnya juga seolah mengalir lebih cepat dari biasanya.

"Aduh juliet...  Kamu kebanyakan persiapan deh "romeo nampak mengacak rambutnya merasa frustasi dengan tingkah juliet.

"Sabar sih sebentar lagi aku masih ambil nafas dulu"juliet merik nafas panjang.

"Aduh juliet kita itu mau buat adik bayi bukan mau berenang sayang, ngapain Juga kamu tarik nafas kayak mau menyelam"

"Sebentar aku masih butuh persiapan mental buat.. "

"Kelamaan "romeo kembali memagut bibir juliet kali ini tangan romeo dengan lincah menelusuri lekuk badan juliet.

Juliet mulai menikmati permainan mereka bahkan juliet sudah bisa mengimbangi permainan romeo, sampai pada saat dimana romeo akan.....

"Romeo wait... "Juliet mendorong tubuh romeo yang berada di atasnya.

"Apalagi juliet!!! "Romeo nampak kesal karena nafsu nya sudah di ubun-ubun. Juliet memang paling jago membuat romeo frustasi.

Romeo & Juliet  ( Another Story ) #Wattys2018 ( Complete )Baca cerita ini secara GRATIS!