WYLS 2 (09)

566 124 19
                                                  

Sooyoung baru saja terbangun dari tidur semalamannya, hendak pergi keluar jika saja saat ia membuka pintu tak ada rupa Kak Sehun yang terlihat akan mengetuk wajahnya.

Mereka saling memandang, lalu Sehun tersenyum canggung.

"Eum, aku kira kamu belum bangun, dek," ujar Sehun beralasan. Sooyoung menggeleng kikuk, lantas menjawab, "Aku udah bangun kok, kak. Tapi, tadi mageran dulu."

"Oh, ayo sarapan. Dah ditungguin yang lain," ucap Sehun, lalu segera berbalik tanpa menatap Sooyoung. Pun Sooyoung hanya mengikuti Kak Sehun dari balik punggung.

"Akhirnya, yang ditunggu dateng juga. Laper banget," gumaman Kai membuat ia mendapat hadiah pukulan keras di lengan. Pelakunya tentu saja Kak Kyungsoo yang saat ini duduk di sebelahnya.

"Aw, sayang, sakit," pekik Kai tak terima. Kyungsoo hanya mendelik sebagai balasan, yang dibalas dengan cengiran Kai.

"Gih duduk, dek."

Sehun menarik kursi untuk Sooyoung, Sooyoung pun langsung duduk disana tanpa menjawab apa-apa.

Sedangkan, Kyungsoo dan Kai yang melihat hal itu tampak memandang Sehun misterius.

"Wah, enak banget, kak." Puji Sooyoung setelah menghabiskan suapan terakhir. Ia menghadiahi Kyungsoo dua jempol dan senyum lebar.

"Makasih," balas Kyungsoo malu-malu. Kai yang melihat itu hanya bisa memutar bola mata, lantas menyahut, "Dibilangin kamu itu pinter masak, sayang. Mending latihan masak di kota biar bisa jadi koki kaya cita-cita kamu."

Kyungsoo berdecih, lalu membalas, "Ntar yang jadi pawang lo siapa, temsek?"

Mendengar itu, Sehun menyemburkan tawanya, sedangkan Sooyoung mencoba menutup mulut agar tawanya tak meledak. Kai menekuk wajah masam karenanya.

"Ck. Kok gitu ngomongnya, sayang?"

"Geli, sat," ujar Sehun sambil melempari Kai tisu bekasnya.

"Jijik, jing," balas Kai sembari menggeplak kepala Sehun.

"Mau berantem? Diluar aja gih. Ntar jadi tontonan, gue bisa narik duit," ucap Kyungsoo sambil menatap tajam dua entitas yang hanya balas cengengesan.

"Ya udah deh, soo. Gue sama sooyoung mau ke tempat proyek. Ayo, dek," ujar Sehun mengalihkan topik.

"Lah, kan belom dicuci piringnya, kak?"

"Biarin dicuci sama Kyungsoo. Dia kan pembokat handal," balas Sehun yang dibalas umpatan Kyungsoo.

"Tinggal aja, dek. Gue cuciin," ujar Kyungsoo mengalah. Sooyoung mengangguk kaku lantas mengikuti langkah Sehun keluar rumah.

---

Saat ini, Sehun dan Sooyoung memutuskan berjalan saja ke tempat proyeknya karena Sehun bilang itu dekat dan susah bagi motor untuk masuk.

"Dek, aku mau tanya nih?"

Sehun yang merasa bosan melirik ke arah Sooyoung yang terlihat begitu cantik dengan rambut diikat ekor kuda.

"Tanya apa, kak?"

Saat Sooyoung menengok padanya, Sehun langsung melengos. Ia malu jika ketahuan mencuri lirikan.

"Kok bisa sih kamu jadian sama Taehyung? Eum, aku tau sih dia anaknya ramah. Tapi, kan pasti ada ceritanya gitu."

Sooyoung menahan tawa. Ia tersenyum miring, lalu menjawab, "Kakak penasaran? Mau tau banget? Atau mau tau aja?"

Sehun mendengus. Ia tidak suka diajak bermain main. Kalau diajak main di ranjang sih tidak apa apa, tapi ini beda konteks. Jadi, dia sebal.

"Banget banget banget," jawab Sehun menggebu. Sooyoung terpingkal. Sedikit banyak menarik atensi Sehun karena Sooyoung yang tertawa jauh lebih menarik.

Lalu, Sooyoung malah diam. Tak menjawab ataupun menolak. Sehun menaikan salah satu alisnya bingung.

"De-"

"Kita jadian karena kita sama sama punya luka dulu. Aku ada buat nutupin luka dia, dia juga. Kami sama sama nutupin luka dan berusaha nyembuhin itu. Dan seiring waktu, aku makin jatuh hati, dia juga. Ya, gitu lah kak. Hehe."

Sehun berani jamin ia melihat tatapan kosong dan sendu Sooyoung saat menceritakan hal itu. Seolah ada sesuatu yang begitu besar ia sembunyikan. Tapi, Sehun masih tahu batasan. Jadi, ia hanya tersenyum simpul lalu mengangguk paham.

"Oh. Gitu, ya. Kamu kayanya cinta mati sama Taehyung. Tadi waktu cerita aja ngomongnya melankolis banget," Sehun tertawa paksa. Tapi, Sooyoung tak sadar itu.

"Hm. Cinta mati, kak. Ga bakal aku lepasin," ujar Sooyoung tegas. Sehun meneguk ludah mendengarnya.

Ga akan bisa nih, pikir Sehun.

"Aku doain langgeng terus."

"Amin. Makasih, kak."

Sehun mengangguk lantas memilih diam. Ia merasa sudah tak bisa melangkah lebih jauh. Sooyoung sendiri yang membuat tembok diantara mereka, jadi dia bisa apa?

Memanjat tembok dan menculiknya dari Taehyung? Lucu sekali.

Sehun masih punya segunung harga diri untuk dipertahankan.

Ia sadar targetnya yang satu ini berbeda, sangat. Dan benar benar sulit digapai.

Jadi, mau bagaimana lagi?[]

Hi~

Long time no see :(

Aku kangen bangedh sama kalian huhu

Maaf karena baru bisa apdet skrg. Berhubung mood baru ngumpul sekarang :"

Adakah yang menunggu?

Oiya,

Kacoo naik 10 jadi rank 13. Huhu terharu :"))

Part ini anggep aja hadiah karna kacoo seneng ehe.

Bubye,

wнen yoυ love ѕoмeone. [ vjoy ]✔ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang