Bab 2

755 29 7

Lucca menjatuhkan tasnya asal dan membuka seragam sekolah saking lelahnya. Menampakkan tubuhnya yang six-pack hasil ketekunannya nge-gym setahun yang lalu. Lagi-lagi jalan raya Jakarta sangat macet dengan terik matahari yang begitu menyengat selama perjalanan tadi, membuat Lucca tidak tahan lagi. Malas mandi, cowok itu hanya menghempaskan tubuhnya ke kasur dengan kondisi tubuh shirtless

Entah kenapa, hari ini terasa begitu melelahkan baginya. Padahal, itu semua hanya gara-gara seorang cewek bernama Sasha. Lucca sangat tidak percaya kalau dirinya mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama. Itu terasa memalukan bagi seorang Lucca Kenichi.

Tangan Lucca mengambil ponsel dari dalam saku celananya. Membuka aplikasi Instagram dan mencari sebuah nama "Sasha Kalisha". Tak lama kemudian, cowok itu menemukan sebuah username dengan profil cewek itu. Sayangnya, dewi fortuna sedang tidak berpihak pada Lucca. Akun Sasha digembok, sehingga mengharuskan Lucca untuk mem-follow cewek itu terlebih dahulu. Tapi apa daya jika gengsi cowok itu mengalahkan segalanya.

Lucca menghela napas berat. Pikirannya mulai melayang-layang saat bertemu dengan Sasha di parkiran tadi.

"Emang kenapa sih? Lo suka sama Saputra?"

"Kayaknya."

Kalau tadi hatinya hanya sedikit tergores, kali ini hati Lucca terasa seperti berkali-kali tergores. Dirinya memang pantas terkalahkan oleh sahabatnya, Saputra yang menjadi The Most Wanted Boy di SMA Trisatya. Seperti kejadian di masa lampau, ketika dia jatuh cinta pada pandangan pertama untuk pertama kalinya.


"Hati-hati di London sana ya, Kal" ujar Lucca seraya tersenyum manis.

Cowok itu sedang mengantar Kalya, cinta pertamanya. Setelah menjalin hubungan dengan Kalya selama setahun, kini cewek itu harus pergi ke London untuk ikut dengan pekerjaan ayahnya yang suka berpindah-pindah. Tapi, Lucca yakin bahwa hubungan mereka akan baik-baik saja meskipun tidak akan bertemu secara langsung lagi.

"Thanks, Chi," balas cewek itu. Tapi, Lucca merasa ada yang aneh dengan cewek itu. Seperti ada sesuatu yang dirahasiakan.

"What'up, Kal?"

Kalya menarik napas panjang dan berkata, "Chi, aku mau jujur sama kamu."

"Just tell me then," ujar Lucca sambil mengelus pipi cewek itu.

"Janji kamu enggak bakal marah?" sahut Kalya masih ragu.

"Apa aku pernah sekali aja marah sama kamu?" Lucca menggenggam pundak Kalya erat, memastikan bahwa cewek itu tidak perlu takut lagi.

"No, but-"

"Just tell me, Kal."

Dengan satu tarikan napas, Kalya mengatakan isi hatinya selama ini, "Sebenernya, aku mau jadian sama kamu itu karena aku mau lebih deket sama Saputra, sahabat kamu. Tapi, kamu malah terlalu anggep serius, dan akhirnya aku jadi kasihan sama kamu, Chi."

Deg! Sedih, kecewa, marah. Itulah emosi yang dirasakan oleh Lucca saat itu juga. Tega-teganya cinta pertamanya itu menerimanya hanya karena kasihan.

"But, it's okay! I still wanna be your girlfriend if you want to."

"Great. Gue enggak butuh kasihan dari cewek bego kayak lo."

Dan detik itu juga, Lucca pergi meninggalkan Kalya dengan napas memburu.


"Yup, lagi-lagi Saputra."

MINEWhere stories live. Discover now