Chapter 18

1.3K 71 1

Juliet dan romeo berada di atas tempat tidur yang sudah dihias dengan berbagai macam bunga.
Juliet menatap heran sebenarnya ini kamar pengantin atau kuburan baru?

Juliet hanya bisa meringis saat melihat darah segar mengalir di dahi romeo. Entah kekuatan jenis apa yang juliet miliki sampai serudukkannya membuat dahi romeo berdarah. Lelaki itu hanya menatap juliet dengan tatapan yang sulit juliet artikan, apakah romeo marah?  Juliet sendiri tidak bisa menebaknya.

"Romeo..  Maaf "juliet duduk disamping romeo sambil terus menatapnya dengan tatapan puppies.

"Kalau gue mati gimana juliet?  Lo mau jadi janda? belum genap 24 jam loh kita nikah malam pertama aja belum "cerocos romeo sampai membuat juliet tercengang, sejak kapan romeo jadi cerewet?

"Cuma begitu aja masa mati, lebay dasar "desis juliet.

"Oke katakan gue gak bakal mati, tapi kalau gue mendadak kena amnesia gimana? "

"Ya gak gimana - gimana "jawab juliet asal.

Romeo menatap istrinya itu dengan tatapan yang beragam antara ingin nabok, jambak atau cium kayaknya yang terakhir lebih baik fikir romeo.

"Maaf romeo "juliet berdesis. "Aku gak sengaja sumpah "juliet menundukkan wajah terlihat sekali wanita itu merasa bersalah.

Romeo menatap wajah istrinya yang nampak bersalah. Sejujurnya romeo gak tega melihat juliet dengan suara begitu ditambah dengan wajah memelasnya yang menbuat romeo gemas ingin melahap wajah wanita itu.

Juliet perlahan mendekatkan dirinya dengan romeo, ditatapnya goresan yang membuat dahi romeo mengeluarkan darah dengan seksama. Romeo berusaha untuk bersikap tenang walaupun di dalam otaknya sudah terbayang adegan yang selalu bagas ceritakan di film biru yang cowok itu koleksi.

"Sakit ya rom? "

Romeo mengangguk. "Iya "

"Aku minta maaf "juliet menempelkan sebuah plester di dahi romeo. "Aku bener-bener nggak sengaja sayang "juliet mengecup dahi romeo yang baru saja dia plester.

Romeo tersenyum saat merasakan dahinya yang sedang dikecup oleh juliet. Wah wanita ini memang paling jago membuat mood romeo jungkir balik.

"Udah di dahi doang? "Tanya romeo saat juliet melepaskan ciumannya.

"Emang kamu maunya dimana? "Juliet mengerjap-ngerjapkan mata nya dengan nakal.

"Pasti kamu tau lah...  Aku sebagai anak berbakti harus segera mewujudkan cita-cita mami "romeo menunjukan seringai mesum nya.

Juliet semakin mendekat ke arah romeo, wanita itu sengaja menunjukan ekspresi menggoda sambil memainkan bibir merah yang membuat romeo semakin ingin melahap bibir merah itu.

"Aku masih datang bulan sayang "bisik juliet di telinga romeo dengan gaya sensual.

Romeo langsung berguling-gulingan di kasur persis seperti anak kecil yang ngambek karena tidak dibelikan mainan oleh orang tuanya. Juliet hanya bisa tertawa menatap suaminya yang tidak pernah dia sangka akan bertingah kekanak-kanakan seperti itu. Sungguh juliet tidak pernah menyangka kalau seorang romeo Adrian punya sisi seperti itu.

"Masih ngambek...  ?"juliet menowel-nowel pipi romeo yang tidur membelakanginya, ya setelah peristiwa tadi lelaki itu langsung ngambek saudara-saudara.

"........."

"Jangan ngambek dong rom, ini kan malam pertama kita sebagai..  Hm suami istri ya walaupun.... "

Romeo berbalik badan menatap juliet yang tidur mengenakan kemeja miliknya, juliet bilang dari pada dia menggoda iman romeo dan membuat suaminya itu tersiksa lebih parah lebih baik juliet yang mengenakan kemeja romeo.

Romeo & Juliet  ( Another Story ) #Wattys2018 ( Complete )Baca cerita ini secara GRATIS!