Tin! Tin Tin!! 

Brakkk! 

Entahlah, Jaemin tidak ingat apa-apa lagi setelah tubuhnya jatuh menghantam aspal, samar-samar ia hanya melihat sepasang kaki turun dari mobil dan menghampiri dirinya, setelah itu semuanya menjadi gelap.
.
.
.
.
.
.
.
.

7 days later
.
.

Satu minggu berselang sejak hari itu, dan sejak pertemuan terakhir keduanya Jeno tidak pernah lagi melihat Jaemin masuk ke sekolah, entah apa yang terjadi padanya karena saat alpha itu pergi dari apartemennya ia tidak mengatakan apa-apa, bahkan saat Jeno memintanya berjanji untuk merahasiakan semua yang telah terjadi di antara mereka termasuk merahasiakan mengenai status alamianya saat itu Jaemin hanya diam dan menatapnya dengan pandangan penuh luka.

Sementara itu di sekolah sudah gempar dengan berita jika Jeno sudah benar-benar menjadi seorang alpha, beberapa siswa bergosip di belakangnya dan mengatakan jika Jeno adalah dominan dengan aroma paling memikat.

Pada awalnya Jeno tidak mengerti mengapa karena jelas-jelas setelah heat yang terjadi padanya malam itu sudah membuktikan jika dia bukanlah seorang alpha, tapi rupanya baru ia sadari hal itu dikarenakan aroma tubuh Jaemin yang masih menguar tajam dari tubuhnya, aroma yang mereka cium adalah aroma tubuh Jaemin yang entah bagaimana masih melekat kuat pada tubuhnya dan bahkan sampai menutupi aroma tubuh aslinya.

Sejauh ini tidak ada yang tau jika aroma dominan itu bukanlah miliknya karena si pemilik aslinya belum pernah hadir lagi di sekolah.

Jeno memutuskan untuk tetap diam dan membiarkan kesalahpahaman ini, hal itu ia lakukan semata-mata hanya untuk menyelamatkan harga dirinya, mungkin ini terdengar egois tapi Jeno juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Ya! ia tidak bisa menjadi omega dengan kondisi fisik dan wajahnya yang 'seperti ini' dia kuat dan sangat tampan benar-benar tipikal seorang alpha idaman jadi mungkin seluruh orang yang mengaguminya di sekolah bisa terkena ayan jika tau namja yang mereka puja-puja ternyata seorang omega!

Jeno mengacak rambutnya frustasi dan tetap melanggangkan kaki jenjangnya dengan tenang melewati koridor menuju kearah taman belakang sekolah tempat favoritnya, sebuah tempat dimana ia bisa menenangkan dirinya dari semua rutinitas melelahkannya sebagai siswa, sebuah tempat di mana ia selalu bisa menemukan kebahagiaan kecil dari seseorang, seorang alpha yang belum lama ini ia lukai hatinya. 

Jeno memejamkan matanya sesaat menikmati kesendirian, di tempat ini ia bisa memikirkan banyak hal, terutama tentang pemikiran apa yang akan dia lakuakn jika Jaemin sudah kembali ke sekolah ini, rahasia besarnya mungkin akan terbongkar dan seluruh isi sekolah akan men'cemooh-nya, arkh! Memikirkan itu semua membuat Jeno gila dan ingin bunuh diri saja.

Selama berberapa saat Jeno tetap termenung diam di tempat itu sampai ia mulai merasakan kesunyian sudah tidak lagi menjadi miliknya sendiri. Samar-samar ia mendengar ada suara hentakan kaki yang sangat lembut menghambur dari pintu gerbang sekolahnya.

Mengernyitkan dahi, ia memandang kearah jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya

"Huh~ pantas saja" waktu kini telah menunjukan pukul 07.30 a.m, ini adalah waktu yang umum bagi para siswa untuk masuk ke dalam kelas dan Jeno-pun begitu, ia tidak mau ditambahkan ke daftar hitam siswa hanya karena terlambat masuk kedalam kelas.

Dengan berat hati ia mulai beranjak dari tempat yang paling istimewa baginya, sedikit menghela nafas ia mulai melangkahkan kakinya menuju kelasnya, sesekali ia mendapat sapaan dan sekedar ucapan selamat pagi dari teman-temannya

You've Fallen For Me (Jae💚No)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang