"Uuhh~a-alpha.. "

Jeno mendesah dan kembali menikmati serangan yang terus menghantam bagian bawahnya. Pada akhirnya Jaemin mengaku 'kalah' dan benar-benar tengelam dalam nafsunya, kalian tau dalam keadaan seperti ini sangat sulit menolak pheromone dari seorang omega yang sedang heat, dan hal itu semakin diperparah karena Jeno adalah omega yang Jaemin inginkaan.

Jaemin terus menghantam bagian selatan tubuhnya hingga pantat Jeno merona seperti buah persik, suara desahan tidak pernah berhenti keluar dari mulutnya, ia benar-benar dibuat melayang dan hampir hilang kesadaran sampai saat pangkal kejantanan milik sang dominan dirasanya mulai membesar di dalam sana menimbulkan rasa sakit yang dengan paksa menariknya dari euforia

Deg!

Jantung Jeno berdebar sangat kencang saat ia melihat mata sang alpha tidak lagi berwarna hitam.

'Oh tidak...' Jeno merasa seperti tubuhnya akan terbelah menjadi dua, ini tidak mungkin

"Le-lepaskan..." tiba-tiba rasa takut yang hebat melanda hati Jeno, ia panik karena Jano tau ini bukanlah hal yang bisa, Jaemin ruth! dan ia benar-benar berada di dalam mode Alpha-nya, mata Amber itu adalah buktinya Jeno tidak mungkin salah mengira "K-keluarkan!" ini tidak boleh sampai terjadi, dominan ini tidak boleh mengikatnya!

Jaemin mengeratkan cengkraman tangannya di kedua lengan Jeno, Jeno yakin cengkraman itu pasti akan meninggalkan bekas di esok hari, tapi apa pun yang terjadi dia tidak boleh kalah, ia belum siap untuk menerima ikatan ini.

*Duuak!

"Arkkkk!!" Jaemin berteriak saat Jeno berhasil memukul mundur tubuhnya dengan cara mendorong dan menendang Jaemin tepat di perutnya.
Dan begitu Jeno berhasil melepaskan 'tautan' yang terjadi di antara mereka, remaja itu langsung saja beringsut mundur meraih selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya

"A-apa yang kau lakukan?" Jaemin merintih sembari menahan rasa nyeri di perutnya, sungguh tendangan Jeno itu tidak main-main, Jaemin harusnya ingat biar bagaimana pun sebelum namja itu terbukti sebagai seorang submasive ia tetaplah Lee Jeno si pangeran sekolah yang digadang menjadi seorang 'Alpha' karena kekuatan fisiknya.

"M-mianhe, tapi itu salahmu! Kenapa kau mencoba 'mengikatku' tanpa bertanya lebih dulu..."

"Mwo? Ku-kupikir kau tidak akan keberatan, kau terlihat menikmati 'hubungan' kita sejak semalam, ingat..."

Kata-kata Jaemin berhasil membungkam Jeno dan membuat ia langsung teringat dengan kebodohannya sendiri. Oh God! menjadi seorang omega ternyata sangat menyebalkan, ia benar-benar terlihat sangat murahan.

"I-itu... Itu karena" Jeno menggigit ujung bibirnya dengan wajah gelisah "Arkhh! sudahlah, yang jelas tidak ada satu orang pun yang boleh memandaiku!"

Dan pada akhirnya Jeno lebih memilih untuk melarikan diri, meninggalkan Jaemin yang masih terpekur sendirian dan mencoba untuk memahami situasi, yang jelas tanpa Jeno sadari tindakannya yang menolak dan meninggalkan Jaemin begitu saja sangat melukai harga dirinya sebagi seorang Alpha.
.
.
.
.
.
.

Pagi itu langit berubah menjadi hitam dengan cepat, burung-burung tidak lagi mau berada di luar sarang,
Setitik air mulai turun dari langit dan hujan kian mengguyur kota dengan lebat, langkah Jaemin terasa semakin berat dengan tetesan air yang tidak henti menghujam tubuhnya bagai bola meriam yang diluncurkan dari langit.

Sakit, Jaemin merasakan perasaan yang teramat sangat sakit di dadanya, akal sehatnya perlahan menghilang dan mulai terkikis bersamaan dengan soul loop miliknya yang ia tinggalkan. 

You've Fallen For Me (Jae💚No)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang