7

650 95 9

Rae POV

Aku terbangun saat sinar matahari menembus kelopak mataku. Memintaku tersenyum menyapa mereka. Aku masih merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhku. Lemas dan juga pusing.

Sesuatu dikeningku jatuh kepangkuan ku ketika aku duduk untuk menatap sekeliling. Ruangan putih bersih dengan hiasan yang tertata rapi. Aku mengingat kembali apa yang terjadi dan... Tempat apa ini?

Ketika aku menoleh. Mata ku langsung terbuka lebar begitu melihat Pria tampan ada disana.

Daniel.

Dia tidur diatas tempat tidur tapi dengan posisi duduk.

Aku panik dan takut Daniel baru saja melakukan hal aneh pada diriku. Aku mengecek tubuhku, jaket sudah tidak ada tapi aku masih menggunakan kaos putih disana.

Syukurlah.

Aku kembali melirik ke Daniel. Dia terlihat kedinginan. Jelas saja, seluruh bagian selimut ada padaku. Aku terheran dengan semua ini, apa Daniel yang melakukannya?

Tidak ingin semakin pusing, aku menyibak selimut ku dan memakaikannya ke Daniel hingga sebatas leher. Aku menatanya sedemikian rupa. Detik itu juga, kepala Daniel terhuyung dan jatuh ke bahuku.

Nafasku terhenti. Aku menunduk untuk memastikan Daniel masih tertidur.

"Oppa.." lirihku tapi tidak ada sahutan dari Daniel.

Baiklah.

Mungkin membiarkannya tertidur seperti ini tidak masalah. Dan seketika aku lupa akan pusing dikepalaku.

🐻🐻🐻

Satu jam sudah berlalu. Manik hitam ku terus saja mengamati sudut satu kesudut lain kamar ini. Tidak terlalu banyak barang. Mungkin karna Daniel jarang menempati apartemen ini.

Daniel sendiri mulai terbangun dari tidurnya. Matanya mengerjab beberapa kali sebelum ia mengangkat kepalanya. Sama sepertiku sebelumnya.

Mata Daniel juga melotot tak percaya saat dia sudah membuka matanya dan.. Dia juga menyadari kalau tadi dia tidur dibahuku.

"Yak!." ucapnya tiba-tiba.

Aku tersentak kaget, kemudian berdecih dalam hati. Saat tidur tadi Daniel sangatlah manis, tapi saat terbangun, lihatlah. Dia tidak ada bedanya dengan harimau liar.

"Kenapa kamu masih ditempat tidurku, hh?!"

Bibirku mengerucut tanpa sebab.

Dia sendiri yang membawaku kesini. Dan dia juga yang menahanku saat aku akan keluar tadi. Aku kira niat dia baik karna menolong ku yang sedang sakit. Ternyata sama saja.

Satu per satu kaki ku menapaki lantai marmer. Dinginnya langsung membuat ku mengigil. Aku berdiri dan mulai berjalan menjauh. Tapi aku berhenti dan teringat sesuatu.

Baju.

Aku ingin mandi tapi tidak membawa satupun bajuku.

Aku menoleh ke Daniel dan mendapati Pria bergigi kelinci itu sedang memandangi diriku.

"Oppa.."

"Jangan tatap aku seperti itu."

"Hh? Kenapa?"

Aku malah semakin menatapnya. Sedangkan Daniel menutup matanya. Aku bingung. Apa yang salah dari mata ku?

🐻🐻🐻

Daniel POV

Apakah dia tidak tau kalau sepasang manik hitam itu yang membuat ku jatuh cinta padanya. Membuat jantungnya berdegup cepat dan ingin memilikinya.

"Hadap pintu!" titahku dan dia menurut.

"Sudah?"

"Ya!" seruku sambil mengangguk.

Oh astaga. Bahkan saat kamu menghadap kebelakang seperti ini masih terlihat menggoda untuk ku peluk.

"Oppa.."

"Kenapa?"

"Apa aku boleh pulang?"

"Tidak!" tolakku mentah mentah.

Aku mengambil sweater hitamku lalu memberikan kepadanya.

"Ganti bajumu pakai ini."

Dia mengambilnya. Dan tanganku beralih pada keningnya.

"Kamu sudah baikan. Tunggu disini. Akan aku siapkan air panas untukmu mandi."

Apa dia berkepribadian ganda? - Rae
Apa sikapku terlihat aneh dimatanya? - Daniel

🐻🐻🐻

Rae POV

Sweater yang aku pakai sekarang sangat kebesaran ditubuhku. Panjangnya hampir menyentuh lutut. Terlihat seperti dress pendek tapi aku masih menggunakan Skinny Jeans didalamnya.

Bahkan tanganku juga tidak terlihat. Sweater yang aku yakini milik Daniel ini membuatku tenggelam. Membuat tubuhku sangat kecil.

"Sudah?" tanya Daniel tiba-tiba yang mebuatku melompat kaget sambil mengusap dadaku sendiri.

Apa dia tidak bisa datang dengan suara?

"Ya." sahutku. Pandangan mataku bertemu dengan milik Daniel.

🐻🐻🐻

Mata itu. Aku menyukainya - Daniel

🐻●🐻●🐻🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●🐻●

Muehehe :"))

Asisten▪kdn ✔Baca cerita ini secara GRATIS!