Chapter 13

1.3K 85 4

Juliet masih betah berdiam diri di dalam toilet, sudah 30 menit dia habiskan didalam sana untuk menangisi perkataan romeo di telfon. Juliet tidak habis fikir apalagi yang sudah diperbuat juliet sampai membuat romeo memaki nya seperti itu.

Bahkan juliet nyaris lupa kalau dia ada shooting hari ini, untung saja miranda tanpa sengaja membuka pintu kamar mandi. Miranda mendapati juliet sedang menangis sambil meringkuk dengan shower yang masih menyala. Walaupun nampak khawatir miranda enggan untuk bertanya lebih lanjut, wanita itu hanya membantu memapah juliet keluar dari kamar mandi.

Shoting hari ini betul-betul menguras tenaga dan fikiran juliet. Dia harus membangun chemistry secepat yang dia bisa bersama lawan mainnya ibrahim. Mereka hanya memiliki waktu 3 hari di dubai dan setelahnya mereka harus kembali ke Jakarta. Nyaris 24 jam juliet dan kru film berada di tempat-tempat yang menjadi lokasi pembuatan film.

Cuaca di kota dubai jauh lebih panas dibandingkan Jakarta. Para artis serta kru film harus berjuang melawan cuaca serta waktu yang terbatas agar bisa mendapatkan gambar yang tepat waktu.

"Hey minum dulu juliet "ibrahim jongkok agar sejajar dengan tubuh juliet.

"Thanks baim"juliet menenggak habis minuman isotonik yang diberikan ibrahim.

"Gue perhatiin lo dari tadi murung, lo lagi ada masalah? "Ibrahim menatap wajah juliet, cantik batinnya.

Juliet terpaksa tersenyum "nothing, hanya gak biasa sama cuaca disini "

"Lagi ada masalah ya sama pacar? Sorry nih gue keppo "ibrahim tersenyum.

Lelaki ini memang tampan jauh dibandingkan romeo. Jika saja juliet sedang dalam mood yang baik mungkin mereka bisa dekat atau mungkin juliet bisa saja terpesona oleh tatapan pria berumur 30 tahun yang masih seperti pria berumur 25 tahun ini.

Juliet hanya bisa tersenyum saat ibrahim bertanya tentang masalahnya, dan pacar?  Juliet memang menyadari dia memiliki perasaan dengan romeo, tapi menjadikan lelaki itu pacarnya sepertinya tidak akan pernah terjadi.

"Kita masih punya berapa banyak waktu? "Juliet mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Mungkin sekitar 5 scene lagi dan kita bisa jalan-jalan di sini "ibrahim kembali tersenyum.

"Okay "

"Hm...  Lo mau nggak jalan-jalan bareng ya mungkin bisa kita pakai untuk bangun chemistry? "

Juliet berfikir sejenak, tawaran ibrahim bukan sesuatu yang merugikan. Lagi pula juliet memang membutuhkan refreshing untuk menghilangkan emosi akibat perkataan romeo itu.

Sifat ibrahim yang periang dan gampang berbaur membuat dia dengan mudah dekat dengan siapapun. Juliet jadi teringat dengan mickey, apa kabar sahabat yang pernah dia cintai itu sekarang.

"Jul mau pesen apa? "Suara berat milik ibrahim membuyarkan lamunan juliet.

"Apa aja "

"Okay gue pesen apa aja ya? "Ibrahim mengedipkan sebelah matanya pada juliet kemudian beralih pada pelayan wanita yang sibuk mencatat pesanan mereka.

"So...  Gue sebenernya udah lama jadi fans lo, gue sering liat youtube yang lo buat "ibrahim bertopang dagu sambil menatap juliet.

"Haha terima kasih, gue gak sangka kalau gue bisa punya fans "

"Waktu mas bramastya bilang kalau lo bakalan jadi lawan main gue, detik itu juga gue setuju ya walaupun gue harus belajar ngaji buat memperdalam karakter "

"Hahaha Bagus dong lo jadi bisa lebih dekat dengan yang maha kuasa "

"Iya dan juga dekat dengan wanita cantik"ibrahim tersenyum masih mengagumi keindahan ciptaan tuhan di depan matanya.

Romeo & Juliet  ( Another Story ) #Wattys2018 ( Complete )Baca cerita ini secara GRATIS!