Top Hallyu : 08 [Part 1]

22.5K 4.7K 553
                                    

6 Bulan Kemudian

Fara mendesah pelan saat melihat pantulan wajahnya di cermin. Tidak ada yang berubah, dia masih kurus kering, dadanya masih tetap rata,  padahal dia sudah melakukan terapi kecil-kecilan di kamar mandi. Ya, terapi yang Fara lakukan sangat alami, dia hanya memencet-mencet bagian dadanya dengan minyak zaitun.

Kata Ale---istri Chanyeol, cara paling ampuh membesarkan payudara yaitu dengan cara meremasnya. Tapi sudah 3 bulan Fara melakukan hal itu, hasilnya tetap nihil. Dadanya masih rata.

Fara menghembuskan napasnya kasar. Ia membanting pintu kamar mandi, lalu menatap tajam ke arah wanita sexy yang sedang duduk santai di atas karpet sembari menemani anaknya menggambar.

Dasar ibu muda pengangguran! Fara mencibir. Ia mendaratkan bokongnya di samping wanita itu.

"Bagaimana? Sudah lebih besar?"

Fara mendengus, "Tidak ada yang berubah. Sebenarnya saran yang kau berikan itu sudah terbukti atau tidak? Ada testinya?"

Ale tersenyum lalu menunjuk payudaranya sendiri. "Chanyeol sering meremasnya."

Fara menganga, ia membandingkan ukuran Ale dengan miliknya. Gila! Ibarat kata, Ale buah melon sedangkan Fara hanya telur puyuh.

"Ini ori, Le?"

"Hem... Dulu ukurannya tidak seperti ini, tapi karena mulut Jackson dan suamiku, ya... Kau lihat sendiri hasilnya." Ale berkata dengan angkuh.

"Mulut? Kau bilang kita harus meremasnya dengan tangan." Fara mengerjit bingung. "Aku ada undangan ke Premiere Film dengan Baekhyun, dia menyuruhku mengenakkan dress. Kau tahu apa jadinya kalau aku mengenakkan dress?"

Ale bergidik. Fara lebih cocok mengenakkan tuxedo putih dengan dasi kupu-kupu. Ah... Melihat kondisi Fara, Ale jadi ingat drama kesukaannya---Coffee Prince. Pemeran wanita di drama itu berpotongan rambut pendek, tapi terlihat manis, dan masih ada kesan feminimnya. Nah, sedangkan Fara? Sangat susah membedakan dia itu laki-kaki atau perempuan.

"Kita bisa mengakalinya dengan spons! Kau tenang saja, nanti aku carikan yang cocok denganmu."

"Kau yakin aman?"

Ale mengangguk.

"Ngomong-ngomong, Le... Bisa kau singkirkan Jackson? Dia senyum-senyum sendiri saat kita membahas payudara."

Fara menatap anak itu dengan wajah sebal. Jackson yang tercyduk langsung pura-pura melanjutkan acara menggambarnya.

"Eerrr... Gen Chanyeol lebih dominan," cibir Fara.

Anak itu langsung melotot. Ia menutup buku gambarnya "Momsky! Dia mengatai Daddy."

Ale terbahak, "Sudah.... Kau main dengan Daddy saja. Di sini area wanita, laki-laki tidak boleh masuk."

"Di bawah ada Yebin. Aku tidak menyukainya. Dia manja dan bodoh."

"Jackson! Mulutnya tolong dijaga." Ale meringis, "Maaf ya, Ra."

Fara mengangguk. Dia sama sekali tidak mempermasalahkan bagaimana cara Jackson menyampaikan perasaannya. Dia masih anak-anak. Lagipula, tingkah nakal Jackson menggemaskan. Fara senang menjahilinya.

"Bilang saja kau malu dengan Yebin. Dia cantik, dan kau grogi dekat-dekat dengannya," ejek Fara. Ya, ya, dia tahu rahasia kecil Jackson. Anak itu selalu mengganggu Yebin--anak Sehun. Dasar tukang cari perhatian!

"Ck! Siapa juga yang malu." Jackson merajuk. "Momsky, jangan sering-sering bergaul dengan wanita ini."

"Jackson! Panggil aunty. Kau ingin Momsky jewer?"

Jackson merenggut, "Jangan bicara aneh-aneh ke Momskyku!" kecam Jackson dengan tatapan mengawasi. Anak kecil kebanyakan MSG itu merapikan buku gambar dan pensil warnanya.

Fara hanya terkekeh. Baginya, Jackson sangat lucu. Gara-gara Fara sering bertengkar dengan Jackson, membuatnya lebih dekat denganAle.

Jadi setiap hari Minggu, Chanyeol, Lay dan Sehun sering berkumpul di apartemen Baekhyun. Dan seperti biasanya, mereka lebih suka membawa anak-anak daripada istri. Jadi Fara tidak terlalu akrab dengan istri mereka. Hingga pada akhirnya, Jackson tiba-tiba kabur dari rumahnya dan memilih mengungsi di apartemen Baekhyun.

Katanya, dia marah karena Ale akan membuatkan adik untuknya. Jackson dengan segala tingkah abnormalnya, memilih kabur dan duduk seorang diri di depan pintu apartemen Baekhyun.

Ya, Tuhan. Anak itu baru saja menginjak usia 8 tahun. Ketika anak lain menggigil ketakutan, Jackson malah duduk tenang di depan pintu apartemen dengan dua kantong jelly.

Fara yang kebetulan pulang lebih awal, tentu saja kaget. Dia langsung menghubungi Ale, karena Chanyeol sedang ada penyelidikan di Daegu. Ya, pria itu seorang polisi meskipun tingkahnya lebih mirip pengangguran.

Dan setelah hari itu, Fara menjadi akrab dengan Ale dibandingkan istri Sehun. Jayline terlalu kalem, apalagi ditambah statusnya sebagai menantu dari keluarga kaya raya sekelas Royal Group, membuat Fara malas bergaul dengan wanita itu. Kasta mereka berbeda. Apalagi Jayline tidak cocok untuk diajak bergosip ria. Wanita itu sangat lurus.

"Kau sudah menyiapkan gaun?" tanya Ale.

Fara mengangguk. Dia berjalan ke walk in closet lalu memamerkan gaun yang akan ia kenakan nanti malam.

"Bagus kan?"

"Ya, Tuhan Fara! Baju apa ini?"

"Ini brand Gucci, harganya mahal."

Ale memijit keningnya frustasi. Baju berwarna hitam bercorak hijau itu benar-benar mengganggu pengheliatannya.

"Kau bukan Jennie Blackpink yang cocok mengenakkan Gucci, Ra. Pakai sweater dengan rok saja, aku akan mendandanimu."

"Tapi Baekhyun menyuruhku mengenakkan dress." Fara menatap Guccinya dengan nanar.

"Kau mau diolok-olok netizen. Ingat, bulan lalu kau memakai lipstik berwarna pink saja sudah dihujat. Jangan aneh-aneh."

Ale menggiring Fara menghadap cermin, lalu mulai merapikan rambut wanita itu. 6 bulan berlalu, membuat rambut Fara sedikit lebih panjang. Setidaknya lebih panjang beberapa senti dari rambut Baekhyun.

"Nanti aku akan menata rambutnya dengan cantik. Pokoknya kita ke salon."

"Ada stylish Baekhyun yang akan mendandaniku," bantah Fara.

"Eissstt... Tapi sebelum ke sana kita perawatan dulu. Sekarang, kau minta kartu kredit suamimu. Aku tidak sabar mengajakmu melakukan hairmask, pedicure, spa, dan aaahhhh---sepertinya  kau membutuhkan waxing."

"Waxing?"

"Bulumu terlalu banyak," bisik Ale. "Biasanya para pria tidak terlalu suka bercinta dengan wanita berbulu. Well, kata Chanyeol berbulu itu mengganggu."

Fara bergidik ngeri. Otak keluarga Park memang luar biasa.

"Jadi---"

Ale mengangguk, "Kita bersihkan semua bulu di tumbuhmu, terutama bulu bagian bawah." Ale meraih tote bag-nya, lalu mengapit lengan Fara. "Ayo, kau harus tampil cantik agar mereka tidak mencacimu."

"Tapi, Le----"

"Ssst!!! Tidak ada tapi-tapian!"

Fara hanya mendesah pasah saat teman barunya itu menyeret tubuhnya keluar dari kamar.

Fara hanya mendesah pasah saat teman barunya itu menyeret tubuhnya keluar dari kamar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Top Hallyu and Me (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang