Chapter 12

1.5K 86 4

Juliet dengan hati-hati membersihkan sisa darah yang mengalir dari hidung romeo. Romeo hanya bisa menatap juliet yang nampak khawatir karena peristiwa tadi. Romeo memiliki selaput hidung yang sangat tipis itu yang membuat romeo sering mimisan apabila dia merasa terlalu kepanasan atau kedinginan.

Karena alasan itulah papah romeo melarang hobi anak nya untuk menekuni dunia balap. Walaupun romeo selalu diam-diam mencuri kesempatan dan ikut balapan liar di kampusnya dulu.

Romeo bisa merasakan tangan juliet dengan lembut menyentuh wajahnya,  dan romeo tidak merasa itu sesuatu yang mengganggu ajaib bukan ? .

"Lo gimana sih romeo,  harusnya lo jangan kehujanan, kalau lo jadi begini gue jadi ngerasa bersalah"

"Kenapa lo mikir gitu? "Romeo menaikkan sebelah alisnya.

"Gara-gara gue kan baju lo jadi basah semua, lo..  Sengaja kan berdiri di depan gue supaya gue gak kehujanan? "

Sedetik dua detik

"Wahahahaha juliet juliet gue gak sangka tingkah halu lo udah bener-bener gak ketolong "romeo tertawa terbahak-bahak sampai perut nya sakit.

"Ngaku deh "juliet menatap tajam romeo.

"Nggak"jawab romeo dengan wajah datar setelah berhasil menghentikan tawanya. "Eh Nyokap lo mana? "Ujar romeo mengalihkan pembicaraan.

"Nyokap gue lagi nginep di Puncak bareng temen arisan nya, ya lo taulah rombongan ibu-ibu sosialita "

Juliet bangkit dari duduk kemudian berjalan menuju pantry untuk membuat coklat panas untuk romeo.

"Romeo,  lo laper nggak sih? "Teriak juliet dari arah pantry.

"Laper "

"Gue masak ya "

"Iya,  tambahin racun yang banyak "ledek romeo.

"Tenang aja kalau perlu buat lo gue kasih sianida biar langsung mati "jawab juliet.

"Oke"romeo mengacungkan jempolnya di udara.

Juliet terlihat menatap kulkas yang nampak kosong tanpa satupun makanan yang bisa dia makan. Ah juliet baru ingat kalau mereka ( juliet dan mami nya)  memang belum belanja bulanan.

Beberapa menit kemudian romeo menatap hidangan yang juliet sebut dengan masterpiece. Romeo sangat amat menyesal mempercayakan juliet untuk memasak sesuatu.

"Gue udah curiga waktu lo mau masak"romeo menatap hidangan di hadapannya sambil menghela nafas.

"Ini itu makanan paling lezat sedunia romeo, lo harusnya bersyukur bisa merasakan masakan super lezat dari chef juliet alexandra "juliet tersenyum lebar menampilkan deretan gigi putihnya.

"Lezat apanya?  Gue juga bisa masak begini doang "romeo bertopang dagu sambil menggelengkan kepala nya. "Juliet..  Juliet.  Lo emang gak ketolong ya cuma tau make up sama baju branded doang,  naas yang bakal jadi suami lo "

"Dan cowok yang bernasib naas itu gue "gumam romeo dalam hati.

"Ish lo itu gak pernah ke luar negeri ya?  Gak pernah liat orang luar kalau makan begini? "Ujar juliet masih membela diri.

"Terserah"dengan terpaksa romeo memakan hidangan yang juliet sebut dengan masterpiece itu.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Romeo & Juliet  ( Another Story ) #Wattys2018 ( Complete )Baca cerita ini secara GRATIS!