Beraninya kau menyalakan ini? Sangat berani.
Sejak itu, kau harus memainkan sesuatu. Benarkah? Jadi, apa yang ingin kau lihat?
Komedi?
Kostum?
Bernyanyi dan menari?
Fantasi?
Film aksi?
Atau, kamu hanya ingin melihat sesuatu sambil membuat mie instan? Kami bisa memberikan segalanya yang kamu inginkan. Kata mustahil itu tidak ada. Tapi, jika kamu ingin melihat beberapa drama makanan, seperti Marry Sue atau Turn This Off. Tidak peduli bagaimana kamu mendefinisikan ini, ini adalah... kisah anak zaman now.
---
Juli, 2018
Disebuah kelas yang hening.
Pluukkk,
Seorang wanita terbangun dari tidurnya akibat hantaman sebuah kertas yang digumpal dan mengenai kepalanya dari seseorang.
-- Dia adalah Hazela Reynanda Nugraha yang sering dipanggil Zela. Zela tinggal bersama kakak, ibu, dan ayah tirinya. Kakak laki-lakinya bernama Roy Nugraha yang lebih dikenal dengan Kak Roy. Ibunya bernama Siti Zaleha dengan pekerjaan PNS. Dan ayah tirinya bernama Zainal Hakim dengan pekerjaan menjadi karyawan di batu bara. Ayah kandungnya bernama Bima Nugraha. Zela tinggal di Jakarta Pusat. --
Zela terbangun dari tidurnya dan melihat siapa yang melemparnya, dia adalah Reyhan Indra Permana atau yang lebih dikenal dengan sebutan Reyhan.
-- Reyhan adalah teman masa kecilnya Zela. Reyhan itu orangnya cool dan pintar dalam hal belajar. Tetapi sekarang Zela mulai membencinya karena selama hidupnya ia selalu satu kelas dengan Reyhan dari mulai TK, SD, hingga SMP dan Reyhan selalu menjadi ketua kelasnya. --
---
Zela mendatarkan wajahnya ke Reyhan. Reyhan hanya terdiam menatap Zela. Lalu, Zela melihat sekeliling, semua murid hening di dalam kelas.
Ia melihat ke arah temannya, Della, Della menunjuk jari tangannya ke arah papan tulis. Zela pun melirik ke arah tersebut dan ternyata ada pak guru berdiri di depan papan tulis.
"Kelas dimulai!" pak guru itu mendatarkan wajahnya. Dia adalah guru IPS, Pak Wijaya.
Zela terdiam sejenak lalu, "Berdiri semua, selamat pagi, pak!"
Yang lainnya ikut berdiri lalu memberikan salam, "selamat pagi, pak!" serentak kompak.
Selesai itu, "Duduk!" ujar Zela.
Semuanya yang ada di dalam kelas duduk masing-masing di tempat.
---
Kriiinggg
Bunyi alarm berbunyi tepat pada pukul 06.30 AM membangunkan Zela di pagi hari. Ia matikan bunyi alarmnya terlebih dahulu lalu bangun sambil menguap. Matanya terbuka tutup berulang kali karna ia masih mengantuk. Zela adalah orang yang sangat susah bangun tidur. Seringkali ia dibanguni oleh kakaknya untuk bangun.
Waktu terus berjalan, dan waktu libur sudah berakhir. Kini Zela melanjutkan sekolah barunya di SMA Negeri 11 Pancasila. Dan hari inilah hari pertama Zela masuk sekolah.
"Zela!!!" teriak seorang laki-laki dari lantai bawah yang tidak lain adalah Kak Roy yang memanggil Zela untuk sarapan pagi.
"I- iya, bentar lagi!!!" Zela membalas teriakan dari sang kakak yang ada di bawah. Memang kamar tidur Zela ada di lantai atas atau di lantai dua.
Zela menuruni tangga dengan seragam SMAnya, rambutnya ia kuncir ke belakang. Ia pun sarapan bersama kakaknya.
Selesai sarapan, Zela keluar rumah dan melihat kakaknya menunggang sepeda.
"Kak Roy lagi ngapain?" tanya Zela heran.
"Ya nganterin kamu sekolah lah. Ini kan hari pertama adikku tersayang sekolah, ya mesti harus nganterin lah. Tidak berasa adikku ini tumbuh dewasa." jawab Kak Roy dengan senyum lebar plus mencubit pipi Zela.
"Kak Roy, aku ini masih anak kecil." jawab Zela sambil gaya aegyo Korea.
"Mmm, bisa aja... Let's go."
"Let's go." Zela pun duduk di belakang sambil tangan berpegang ke baju kakaknya.
Saat di persimpangan tiga, Zela dan Kak Roy bertemu dengan seorang laki-laki tampan yang menggunakan sepeda juga. Dia adalah Reyhan.
[Pada saat waktu kecil, kira-kira usia 6 tahunan Zela bermain boneka di taman kanak-kanak, tiba-tiba Reyhan datang dan mengomel. Entah mengapa Reyhan selalu ada disekitarnya.]
"Kamu ini selalu bermain, seharusnya kamu belajar lebih giat." kata Reyhan kecil.
Ada juga pas lagi di dalam kelas. Anak-anak sedang bermain, berlarian, mencoret papan tulis, dll. Reyhan memarahi mereka semua.
"Kalian diaaam. Ini waktunya belajar." teriak Reyhan.]
Itulah yang membuat Zela kesal dengan Reyhan.
"Hey, bukankah kamu Reyhan?" tanya Kak Roy saat di persimpangan.
"Selamat pagi." sapa Julian dengan wajah coolnya.
Zela turun dari sepeda dan menghampiri Reyhan dengan tangan dilipat di dada.
"Kamu sekarang tidak bisa lagi menggangguku." ujar Zela kepada Reyhan.
Reyhan hanya terdiam menatap Zela.
"Kenapa menatapku?" tanya Zela yang merasa di tatap olehnya.
"Dasi lepas, kaus kaki timpang sebelah, dan tali sepatu longgar." ujar Reyhan kepada Zela.
Zela pun melihat pakaiannya.
"Astaga, maaf aku tadi terburu-buru membawa sepedanya, jadi tidak melihat atribut Zela lepas." ujar Kak Roy sambil memperbaiki dasi, kaus kaki, dan tali sepatu Flora.
"Aku pergi du..." Reyhan ingin beranjak pergi, tetapi dicegah Zela.
"Eh eh eh, tunggu, kamu mau kemana?" tanya Zela penasaran.
"Sekolah." jawab Reyhan datar.
"Hah? Sekolah? Tapi pakaianmu, kok gitu?" memang Reyhan mengenakan baju abu-abu lengan panjang celana hitam.
"Sudah sudah, Zela, yuk kita berangkat!" ujar Kak Roy.
Zela pun menaiki sepeda belakang yang ditunggang Kak Roy.
Dan dibelakang diikuti Reyhan. Di perjalanan, Zela menatap tajam ke Reyhan, tapi Reyhan hanya fokus menatap jalan.
Kenapa arah Reyhan kesini?. Batin Zela.
"Stop stop stop stop," Zela menyuruh Kak Roy untuk memberhentikan perjalanan. Zela turun mendekati sepeda Reyhan.
"Kau ini tidak bisa melihatku sampai akhir, jadi kembali kejalan sekolahmu dan aku pergi ke sekolahku." Zela menjelaskan panjang lebar. Tapi apa jawaban Reyhan?
"Ini jalan sekolahku juga." Reyhan langsung mengayuh sepedanya pergi jauh dari situ.
---
Yeayyy, cerita baru lagi dari aku!!!
Gimana lanjutin lagi ceritanya? Comment ya
Dan jangan lupa vote cerita ini
©herlina_wati
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Or Smart?
Fanfiction[07-11-18] Hazela Reynanda Nugraha si cewek ceria yang bersaing ketat dengan si cowok pintar nan cool. Bersaing bukan dalam hal belajar namun bersaing menjadi BOS atau menjadi ketua kelas yang terbaik di masa SMA-nya. Reyhan Indra Permana si cowok p...
