For every story tagged #WattPride this month, Wattpad will donate $1 to the ILGA
Pen Your Pride

Prolog

177 23 0

Assalamualaikum Maaf banget ini Prolognya telat🙏😄😄😄Jangan Lupa di baca😂

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Panduan Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Assalamualaikum
Maaf banget ini Prolognya telat🙏😄😄😄
Jangan Lupa di baca😂

💫💫💫

"May, masjid dulu yu aku mau sholat." ujar Adila mengajak kepada ku.

"Memang boleh May masuk masjid?" tanya ku bingung sebab aku bukan seorang muslim.

"Boleh, karena tidak ada larangan 'Maryam dilarang masuk!" jawab Adila menunjuk-nunjuk ke udara.

Aku menggangguk kemudian berjalan mengekorinya dari belakang, sesampainya di halaman masjid Adila menyuruh ku untuk duduk di teras masjid sambil menunggunya sholat, di tambah katanya belum adzan jadi dia mau tadarus dulu.

"Enggak apa-apa di tinggal?" tanya Adila.

"No, problem." jawabku singkat.

Setelah itu Adila masuk ke dalam masjid, karena bingung mau melakukan apa aku melihat di depan masjid ada tukang cilok entah kenapa cilok adalah makanan yang enak menurut ku saat pertama kali merasakannya aku langsung jatuh cinta rasanya aneh tapi memanjakan lidah.

"Beli dulu jajanan ah!" ujarku bermonolog, kemudian berdiri.

Dug

Tetapi, ketika aku berdiri kepala atasku membentur sesuatu saat aku melihatnya ternyata ada seorang pria bertubuh tinggi yang sedang berdiri, sepertinya kepalaku tadi terkena dagunya.

"Maaf." katanya tersenyum tipis.

Aku terpaku melihat senyum tipisnya. Pria itu tampan dan menyejukkan.

"Dek?" panggilnya.

Aku tersadar dan langsung tersenyum canggung.

"Iya, May juga minta maaf." kataku tulus kepada pria yang memakai--- kemeja putih? Sepertinya bukan, baju yang dia kenakan persis seperti baju Kakaknya Adila yang suka di pakai ketika ke masjid, lalu di atas kepalanya terpasang topi?? Ah, bukan juga warnanya hitam dan bentuknya aneh, aku tidak tahu namanya yang jelas benda itu sama seperti yang suka di pakai oleh Kakaknya Adila.

"Tidak apa-apa kan?"

Aku mengangguk.

"Kalau begitu saya pamit dulu, Assalamualaikum." katanya berjalan menjauh masuk ke dalam masjid.

Assalamualaikum? Aku bertanya dalam hati kata itu sering di ucapkan oleh beberapa temaku termasuk Adila.

Tidak mau ambil pusing, aku pergi mengambil sepatu ku kemudian memasangkannya sambil duduk di tepi teras masjid.

"Allahu Akbar.. Allahu Akbar."

Deg

Jantung ku berdetak kencang tak kala suara dari speaker masjid terdengar sampai ke gendang telinga ku, suara itu lembut, indah dan--- mendamaikan. Aku suka suara itu benar-benar menyentuh hati. Tunggu! Apa itu nyanyian? Atau sebuah lantunan puisi dalam bahasa asing? Tapi, ini tidak asing di telinga ku.

"Allahu Akbar.. Allahu Akbar."

Oh, God! Siapa pemilik dari suara ini? Rasanya aku seperti terhipnotis untuk mendekati suara tersebut. Tiba-tiba aku mengurungkan niatku untuk jajan, suara di dalam lebih menarik daripada jajan. Kaki ku berjalan menuju rak sepatu dan menyimpan kembali sepatu tersebut, kemudian melangkah mendekat ke pintu masjid.

"Oh, God! Boleh kah aku masuk ke dalam?" gumam ku memandang ke dalam masjid sudah ramai oleh orang-orang.

Aku berhenti di ambang pintu sebari memandang ke dalam masjid, mencari suara yang terus terdengar lebih jelas.

"Ashaduanlailaahaillallah.."

"Ashaduanlailaahaillallah.."

"Ashaduanlamuhammadarrasulullah.."

"Ashaduanlamuhammadarrasulullah.."

Suara itu benar menghopnitis buktinya aku belum mau beranjak dari sini, saat sedang asik mendengarkan suara itu tiba-tiba ada tangan yang menepuk pundak kananku.

"Nak?"

Aku menengok

Seorang perempuan yang memakai kerudung persis yang suka di gunakan oleh Adila itu tersenyum hangat kepadaku, aku balas tersenyum kepadanya.

"Kenapa tidak masuk, lagi ada halangannya?"

Halangan itu menstruasi bukan? Iya, dan aku menggeleng sebagai jawaban aku tidak sedang datang bulan.

"Loh, kenapa masih disini? Ayo masuk, sebentar lagi adzannya selesai keburu sholatnya di mulai. Kamu sudah wudhu belum?"

Ckk, aku pusing. Pertanyaannya banyak sekali.

Aku balas dengan senyuman.

Please, aku tidak tahu apa yang di katakan oleh wanita itu tentang adzan? Wudhu dan sholat--- sholat aku tahu intinya sholat sering sekali Adila ucapkan bila mau ke masjid kata Adila itu ibadah di agamanya.

"Saya mau ke kamar mandi dulu." kataku, yap tiba-tiba aku kebelet buang air kecil.

"Oh, ya sudah kalau begitu saya duluan. Assalamualaikum." Wanita itu masuk ke dalam masjid.

Again, kata Assalamualaikum.

Batin ku terus mengulang dan otakku terus mengingat kata itu.

Syahadat Untuk MaryamBaca cerita ini secara GRATIS!