[09]

425 28 1

Dan mungkin kau memang mesti mengalami fase kehilangan, sebelum benar-benar menemukan. -nurauliasari.

***

Bocah kecil itu berlari lari mengejar perawatnya, sesekali ia tertawa kecil dengan memeluk boneka kesayangan disamping kanan lengannya. "Capek, mbak Lala." keluh anak itu gemas.

"Yaudah, yuk. Sekarang waktunya kamu makan." Lala berkomentar dan berlari kecil menuju kursi panjang yang sudah disediakan makan.

"Papa.. " teriak Aluna memeluknya. yang dibalas setara.

"Papa kangen sama Aluna. maafin Papa ya?" Ali berkata lirih.

"Aluna.. siapa dia? turun ya sayang, nanti diomelin Mama.." Lala berkata takut pasalnya ia baru pertama bertemu Ali.

"Papa. ini Papa Aluna, mbak Lala harus kenal." Aluna berkata senang, Ali mengangguk menyetujui.

"turun dulu sayang, kita bicara ke Mama oke?" Lala berbicara disela kegelisahannya. Aluna menggeleng keras.

"No!! Aluna mau disuapin Papa." Aluna menatap Ali memohon. dengan cepat Lala berlari memasuki rumah.

"Ibu Prilly.." pangil Lala dengan muka panik membuat Prilly ikut panik.

"Ada apa, La? Aluna kemana?" Prilly berkata pasalnya ia masih ada rasa trauma.

"Anu bu.. em, itu. ada pria yang mengaku ayah Aluna, saya sudah mengajak Aluna masuk tapi menolak." Lala berkata lirih. membuat Prilly mengerutkan kening.

Ali?

No. imposibble. Buru buru Prilly berjalan kearah taman yang berada di depan rumahnya. di ikuti dengan Lala. sampai ia mendengar suara cekikikan.

"Ali?" merasa dirinya dipanggil, Ali menoleh ke belakang. membuat mata mereka bertemu, seolah mencairkan rasa rindu. dengan cepat Prilly menepis semuanya.

"Ada perlu apa? Aluna sini sayang.." Prilly berkata lembut pada sang anak, Aluna menolak halus.

"Mau sama Papa." mohon Aluna memeluk leher Ali erat.

"Lanjutin makan sama mbak Lala, sana." tegas Prilly membuat Aluna mengangguk patuh.

"Saya mohon sama anda untuk tidak pernah manampakkan diri di depan anak saya." ucap Prilly tegas menatap arah lain. "Saya akan mengurus percerrai-an." tambahnya.

"Enggak!! Sayang aku mohon, aku tau salah." lirih Ali berjongkok tepat di hadapan Prilly.

"Bukan itu yang anda mau? lepas dengan saya lalu menikah dengan wanita lain. Saya nggak mau menyakiti Mama Fanny." Prilly mundur selangkah.

"Kamu tega misahin aku sama anak anak? kasih aku hukuman yang logis tapi jangan perceraian. aku sama mama mohon, jangan tinggalin kami." ucap Ali bangkit memeluk Prilly erat. tanpa kompromi air mata Prilly turun.

"Aku tau kamu lagi hamil. Aku mohon, jangan pisahin aku sama anak anak." lirih Ali menatapnya intens.

"Mama?" saut Prilly menatap arah lain.

"Mama yang nyuruh aku kesini. jadi aku mohon, jangan pisahin aku sama anak anak." Prilly menatap Ali lama sampai beberapa detik ia mengangguk pelan. Ali yang kesenengan mengucapkan beribu kata makasih dan maaf disela pelukan mereka.

**

Baru saja mereka pulang dari Rumah Sakit untuk mengecek keadaan Prilly dan Baby-nya tentu tak lupa menjenguk Mama Fanny walau sebentar.

Mereka semua langsung balik lagi kerumah Ali, membawa semua barang milik Istrinya serta anaknya dan Lala ikut bersama mereka. rumah Prilly sudah di jual, karena pasti Prilly bakal jarang menempati.

Alunna yang saat ini berada di kamar Ali dan Prilly sedang bermanja dengan Ali sambil memainkan boneka kesayangannya tak lupa menyetel film kesayangannya lewat Handphone Papanya.

"Udah dong, Kakak Una.. besok lagi mainnya." ucap Prilly membawa dua gelas susu berbeda untuk dirinya dan Alunna yang sekarang diajari Prilly untuk di panggil Kakak Una. dan membawa satu gelas teh hangat itu dalam tampan.

"Sebentar lagi habis, Mama." saut Alunna yang masih fokus pada Handphone itu.

"Sambil diminum susunya." Prilly langsung memberikan dan memberi satu gelas teh pada Ali.

"Kamu juga masih nurutin anaknya." omel Prilly pada Ali yang hanya tersenyum, sama saja dua mahluk di hadapan Prilly ini.

Prilly langsung berbaring di samping Alunna yang berada di tengah tengahnya dengan Ali. memang Alunna memilih tidur bersama saat ini, Prilly sempat mengintip apa yang di tonton anaknya itu lalu beralih ke Handphonenya sendiri mencari barang barang lucu buat Baby walau masih lama, hehehe.

"Sayang, lucu banget topi ini.. warnanya bisa buat cowok dan cewek." heboh Prilly saat melihat barang di online menunjukan pada Ali.

Ali mengangguk menyetujui, "beli aja dua buat ganti - ganti, sayang." Ali berucap mengelus kepala Prilly dan menciumnya singkat. Prilly langsung membeli barang yang menurutnya lucu.

"Papa, hari ini belum cium adek." saut Ali langsung mencium perut Prilly walau harus membungkuk karena di tengah mereka ada Alunna.

"Kakak mau cium." tepa Alunna mengikut Ali yang membuat mereka terkekeh.

"Udah abis film-nya. sekarang bobo yaa, besok mau jalan jalan kan." Prilly langsung mengambil Handphone Ali dan menaro di sampingnya.

"Yeee, besok liat Kucing." jail Alunna melirik Papanya yang tertawa.

"Kok, kucing sih." dengus Prilly sebal mencubit pipi Alunna pelan, "lagian mana ada di Safari, kucing." ketus Prilly mendelik ke arah Ali.

"Heheh, mau liat Harimau." senyum Alunna memeluk Prilly.

"So? besok kita terbang ke Bali." ucap Ali senang.

"Kok Bali? jauh banget, di Indonesia aja ah." dumel Prilly aneh.

"Bali menurut kamu bukan Indonesia?" tanya Ali jail.

"Ihh, maksud aku ya yaa di Puncak-Bogor aja."

"Hahaha, nggak papa kali. aku sekalian mau refreshing."

"Aku lagi hamil, emang boleh naik pesawat?"

"Tadi aku udah konsultasi sama dokter, boleh aja asal kamu nggak kecapekan terus nggak terlalu tegang." saut Ali menyemangati, sebagai istri yang baik hanya mengangguk patuh.

Tbc

KESALAHANRead this story for FREE!