"Adik durhaka"teriak Al saat El sudah menutup pintu kamarnya.

"Princess lagi apa ya"gumam Al membaringkan tubuhnya diatas ranjang memejamkan matanya membayangkan gimana saat nanti mereka sudah tinggal dalam satu atap bahkan satu ranjang,senyum tercipta hanya membayangkan Yuki menjadi miliknya ternyata tidak sia sia memperjuangkan cintanya untuk Yuki.

.

6:00 pagi hari

Yuki baru saja selesai mandi dia keluar dari kamar mandi dan melihat sekeliling tidak ada siapapun,kemana temen temennya yang dari semalam tidur sama Yuki fikir Yuki sampai suara ketukan pintu membuat Yuki mengalihkan pandangannya dan berjalan kearah pintu disana berdiri sang mama dan perias yang merupakan Tante dari mempelai laki laki siapa lagi kalo bukan Tante Sarah tantenya Al.

Sepeninggalnya sang mama Yuki mulai dengan ritual sebelum menemui sang suami,dengan lihai wajah Yuki dipoles perpaduan yang begitu bagus terlihat diwajah cantik Yuki bahkan Yuki sendiri sampai tidak percaya dengan apa yang ia lihat dicermin.

"Wah beruntung banget ya Al bisa dapetin kamu sayang,lihat deh kamu dengan make up yang tidak terlalu over aja terlihat anggun dan elegan"cicit Tante Sarah melihatkan hasil riasannya.

Yuki tersenyum canggung melihat pantulan cermin yang melihatkan dirinya dengan balutan busana pengantin berwarna putih dengan polesan natural.

"Kamu cantik sekali sayang,pasti Al akan terpesona melihat putri mama ini"ujar mama Wina menilai penampilan Yuki.

"Al sudah datang,Al baik baik saja kan ma,dia tidak apa apa kan ma sekarang Al dimana ma Yuki mau ketemu Al bolehkan ma?"ujar Yuki memutar tubuhnya 180° menatap kearah sang mama yang sudah tersenyum kearah Yuki.

"Sayang jangan nangis dong make up nya luntur,kasihan nanti tantenya harus benerin lagi"ujar mama Wina menghapus air mata yang sudah membanjiri pipinya.
"Al tidak apa apa, sebentar lagi kan ketemu sayang jadi sabar ya kangennya ditahan dulu,jadi sekarang senyum dong"lanjut mama Wina malah menggoda Yuki.

Yuki hanya mengangguk sebagai jawaban,dia tersenyum kearah sang mama tiba tiba saja Yuki merasakan perasaan gugup yang luar biasa entak dari mana datangnya tapi rasa itu membuat jantung Yuki berpacu lebih cepat.

"Ma teteh takut"tiba tiba saja Yuki melontarkan apa ya yang ada difikirannya membuat mama Wina menautkan alisnya.

"Kamu takut kenapa teh?apa ada masalah atau sesuatu yang mengganjal?"tanya mama Wina heran.

"Teteh takut belum bisa jadi istri yang baik nantinya seperti mama, seperti bunda,teteh juga belum pandai banget masak ma,teteh takut nanti tiba tiba Al kecewa sama teteh kalo kita sudah tinggal bareng"entah kenapa tiba tiba saja perasaan ragu itu muncul begitu saja.

"Teteh dengerin mama ya Al itu saat meminta kepada papa dia ingin menjadikan kamu istri bukan koki Al atau pembantu untuk Al yang tugasnya mengurus rumah tangga,tapi Al ingin menjadikan kamu sebagai istrinya yang akan selalu Al jaga dalam keadaan apapun dan kondisi apapun, sebenarnya Al sudah memikirkan semuanya sebelum dia mengambil keputusan ini"jelas mama Wina.

Yuki memeluk sang mama dan air mata itu kembali mengalir untuk kesekian kalinya.

"Ma Yuki minta maaf kalo selama ini Yuki selalu ngrepotin mama dan papa Yuki belum bisa jadi kebanggaan papa mama,tapi Yuki janji akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Al nantinya,Yuki pasti bisa kan ma seperti mama ataupun bunda"tanya Yuki dalam tangisnya,sang mama hanya mengangguk dia juga meneteskan air matanya rasanya baru kemarin dia melahirkan putri bungsunya dan hari ini dia akan menjadi milik orang lain menjadi seorang wanita yang harus berbakti kepada suaminya.

Cinta pertama (✓)Baca cerita ini secara GRATIS!