3

845 132 25

Rae POV

Malam tiba, semua orang mendapat makan malam disebuah restaurant.  Penuh, hanya ada satu meja panjang yang langsung terisi semua oleh member Wanna One dan beberapa staff. Hanya aku dan Daniel yang masih berdiri tanpa tempat duduk.

"Disana ada dua bangku kosong, kalian duduklah disana." Ujar salah satu manajer.

Kalau saja perut ku tidak terasa sangat lapar, aku akan memilih menetap dihotel daripada keluar dan harus duduk bersama Daniel. Aku menghembuskan nafas berat ku dan mengikuti Daniel dari belakang. Jadi Pria ini masih marah denganku.

🐻🐻🐻

Dua piring salad dan air mineral itu yang Daniel pesan dimeja ku dan dia. Daniel sedang diet dan tidak mau khilaf gara-gara melihat ku makan daging berlemak. Jadi, dia memaksaku untuk satu menu dengannya. Daniel tidak tau kalau aku membenci sayuran.

Aku hanya menatap lembaran hijau dan beberapa potongan buah dengan saus berwarna putih diatasnya.

Gleekk

Aku menelan ludahku dengan kasar.

Aku tidak bisa memakan ini. Aku tidak menyukainya. Sedangkan Daniel memakan sepiring salad itu dengan lahap.

"Kau tidak memakannya? Hh?"

Aku menggigit bibir bawah ku.

Daniel bisa saja marah karena aku menolak apa yang dia pesan. Jariku dengan perlahan meraih garpu disamping piring. Sangat ragu untuk mulai makan malam ku. Belum sempat aku menyentuh makan malamku, aku sudah meletakkan garpu itu kembali.

"Kenapa?"

Aku hanya menggelengkan kepalaku.

"Kenapa?" Tanyanya lagi dengan nada sedikit menekan.

Itu seperti kebiasaan saat Daniel mulai menunjukkan amarahnya pada ku. Aku mulai meremas ujung sweater ku.

"A-aku tidak suka sayuran."

"Kalau begitu makan buahnya."

Kepalaku menggeleng.

"Aku juga tidak suka mayo."

🐻🐻🐻

Daniel POV

Satu hal yang aku tau tentang gadis ini.

Fine.

Tidak suka sayuran dan mayo. Itu berarti makanan kesukaanmu tidak jauh dari daging dan seafood. Mudah diingat.

Aku segera meraih piring nya dan meletakkannya disamping piringku, ya. Aku kan menghabiskannya.

Kemudian aku mengangkat tangan ku untuk memanggil pelayan agar dia mendapatkan makanan sesuai seleranya. Aku akan mengalah dan berusaha keras agar tidak tergiur dengan santapannya nanti.

"Pesanlah makanan untuk makan malam mu."

"Tidak. Aku tidak..."

"Tidak makan? Lalu kau sakit? Merepotkan yang lain?."

"Pesan lah dan makan yang banyak."

🐻🐻🐻

Rae POV

Hujan deras mengguyur tokyo disaat kalian baru saja keluar dari dalam restaurant. Hampir semua orang membawa payung.

'Bodoh kau Rae. Bodoh. Sudah tau akan hujan, kenapa kau tidak membawa payung.'

Aku merutuki kebodohanku.

Satu persatu staff pulang kehotel. Begitu juga dengan Wanna One.

Asisten▪kdn ✔Baca cerita ini secara GRATIS!