2

930 144 46

Rae POV

Ini selalu terjadi setiap aku naik pesawat. Keringat dingin membasahi pelipisku dan juga tubuhku yang gemetar. Aku sedikit phobia dengan transportasi udara, mungkin lebih dari sedikit.

Saat aku kecil, aku pernah naik pesawat dan mengalami guncangan hebat diudara. Tidak hanya satu kali, tetapi dua kali. Dan itu masih menghantuiku.

Aku takut pesawat ini akan jatuh dari udara dan terbakar saat sampai laut atau daratan.

Glek

Aku meneguk ludahku dengan kasar. Sebentar lagi pesawat akan take off membawaku ke Jepang. Seseorang yang biasa duduk disampingku belum juga ada disana untuk menenangkan ku.

Ka Sya

Begitu aku biasa memanggilnya. Salah satu Coordi Wanna One atau biasa disebut dengan stylistnya Wanna One dengan tubuh tinggi dan ramping.

Aku terus meremas ujung sweater ku dan memandang keluar jendela. Aku ingin melawan rasa takutku, tapi tidak bisa. Aku menoleh kesamping saat merasa ada seseorang yang baru duduk disana.

Buruk. Sangat buruk.

Biasanya selalu sama coordi berparas cantik itu. Entah takdir atau bukan, yang duduk disampingku sekarang itu, Daniel. Pria itu langsung menatapku tajam, membuatku menunduk ketakutan.

"Kau tidak akan memasang safetybelt mu hh?"

Nada suara yang dingin itu membekukan hatiku. Tanganku bergerak perlahan untuk mengaitkan sabuk pengaman itu. Oh, hari ini benar-benar sangat buruk.

"Ini bukan pertama kalinya kau naik pesawat, dan kau masih takut? Ck, konyol sekali."

Klik.

Daniel membantuku memasang safetybelt dengan mudahnya. Dia meraih tanganku, dan menggenggamnya.

"Ini perintah dari Ka Sya. Aku malas berdebat dengannya, aku sudah menolaknya tapi dia memaksaku. Sekarang tutup matamu."

Aku terdiam, dan hanya melihat Daniel. Mengagumi parasnya yang selalu dipuja perempuan diluar sana. Alis tebal, hidung mancung, bibir atas yang lebih tipis dibanding bibir bawahnya, aku mengamatinya dengan sangat detail. Tak heran banyak yang jatuh cinta kepadanya.

"Apa yang kau lihat?"

Lalu aku menggeleng keras.

"Tutup matamu, kita akan take off 5 menit lagi."

Entah kenapa aku seolah-olah bisu saat berhadapan dengan Daniel. Hanya mengangguk dan menggeleng, mengikuti perintahnya.

🐻🐻🐻

Daniel POV

Dia menutup matanya perlahan. Kini giliran aku yang memandanginya.

Dia terlihat seperti malaikat yang penuh ketenangan

Cantik

Aku baru sadar ketika ada seseorang dibelakang tempat duduk ku menepuk bahuku. Siapa lagi kalau bukan Ong.

"Dia bukan sarapanmu Daniel. Hati-hati dengan matamu."

Bisikan kecil diiringi kekehan geli membuat Daniel kesal.

Sial

Aku ketauan mencuri padang kepada Rae. Awalnya aku kira yang tau kejadian itu hanya Ong. Tapi tidak, ketika aku menatap keseberang tempat duduk dimana teman-temanku yang lain berada. Mereka juga sedang menatapku dan meledek. Bahkan Guanlin yang masih pemalu memberi sign love dengan kedua tangannya.

Asisten▪kdn ✔Baca cerita ini secara GRATIS!