1

1.2K 171 35

Author POV

"Yak!! Jangan sentuh kamera ku!!"

"Tidak. Aku tidak..."

"Sudah berapa kali ku ingatkan kepadamu. Jangan. Sentuh. Barang. Barangku!!"

Puk

Pukulan keras dipundak Daniel berhasil menghentikan sejenak pertengkaran yang bisa dibilang tidak bermutu.

Hanya karena sebuah kamera yang terletak ditepi meja. Rae hanya ingin menyelamatkan benda hitam itu, karena ingin terjatuh. Meski sudah tau konsekuensinya, kalau Daniel melihat dia menyentuh kameranya, dia akan dimarahi habis-habisan.

Entah kenapa, sejak pertama kali mereka bertemu Daniel tidak menyukai Rae. Padahal semua staff koreografer bahkan Wanna One sendiri mendambakannya.

Gadis lugu dengan warna rambut hitam pekat yang senada dengan manik matanya. Senyum manis yang membuat siapapun menyukainya,

Sepertinya, memang hanya Daniel yang munafik tentang paras cantik Rae.

"Hyung~ah!"

"Harimau dan marmut kecil." Minhyun mengacak-acak rambut coklat Daniel, dengan sedikit menariknya.

"Sakit Hyung!!"

"Oh. Maaf."

Ya. Itu disengaja. Minhyun hanya ingin membenarkan otak Daniel, agar tidak terus memarahi Rae. Rae hanya gadis yang satu tahun lebih muda dari Daniel.

"Bisakah kalian berhenti bertengkar?"

"Dia ingin menghancurkan kameraku!!"

Daniel menunjuk Rae menggunakan jarinya. Sedangkan Rae menahan diri untuk tidak menggigit jari itu. Siapa yang tidak kesal, saat ingin melakukan hal baik tapi malahan dituduh buruk.

"Tidak."

"Jangan membantah!!"

Rae menunduk mendengarkan bentakan dari Daniel.

Minhyun hanya menggelengkan kepalanya. Ratusan, bahkan ribuan kali dia mengingatkan Rae dan Daniel agar mereka bersikap baik tapi tidak ada hasilnya sama sekali. Jutaan kata pencerahan yang ia dapatkan dari buku juga tidak berpengaruh.

"Rae!! Bisakah kamu kesini."

"Yaa."

Keberuntungan memihak Rae. Salah satu staff memanggilnya, membuatnya lepas dari Pria bergigi kelinci itu. Dan itu membuatnya dapat bernafas lega.

🐻🐻🐻

Minhyun POV

"Daniel."

Aku memanggil Daniel yang sedang mengerucutkan bibirnya. Itu selalu terjadi saat ada yang menyelamatkan Rae dari amarahnya.

"Kau menyukainya? Hm?"

"Berapakali aku bilang kepadamu. Hidupku bukan drama yang sering kau tonton dengan Jisung Hyung."

Aku terkekeh saat Daniel pergi lalu dengan menabrak bahu ku. Pengelakan itu semakin membuat aku yakin kalau Daniel menyukai Rae. Tidak ada yang tau kan?

🐻🐻🐻

Rae POV

Jarum jam yang sudah menunjukan tengah malam. Semua orang terlelap dengan nyaman dibalik selimut sementara aku masih berkutat dengan beberapa barang yang harus ditata kembali ketempatnya.

Huft

Untuk kesekian kali helaan nafas ku, aku keluarkan. Aku mau tiduuurr.

"Hei."

Aku terlonjak kaget, ketika Ong tiba-tiba muncul didepan ku dengan membawa sepeda. Ya, sebuah sepeda dan tas ransel kecil dipunggungnya.

"Kenapa kamu belum pulang?"

"Aku harus membereskan ini."

Aku melirik ke box yang entah isinya apa. Lalu Ong mengikuti arah pandanganku dan hanya mengangguk.

"Sini. Biar aku bantu."

Ong meletakan sepeda dan tasnya, kemudian meraih paperbag ditanganmu.

"Istirahatlah." - Ong

"Tidak. Besok kamu harus ke Jepang. Jadi kamu tidak boleh kelelahan."

Manik coklat itu menatap ku intens. Pipiku rasanya memanas.

"Kamu siapa di YMC?"

"A-asiten Wanna One." Jawabku gugup.

Ong benar-benar tampan walaupun tidak memakai make up. Apalagi dari jarak sedekat ini. Jantungku berpacu dengan cepat hanya karena hal ini.

"Trus? Apa yang kamu lakukan?"

"Membantu member Wann...."

Ah... Benar. Aku paham maksud Ong. Jika Wanna One ke Jepang, aku juga pasti ikut kesana. Ong memberiku senyuman manis, kemudian mencubit hidungku dengan gemas.

"Duduklah. Akan aku bereskan ini semua."

🐻🐻🐻

Ngoklah
Ini cuma hasil kegabutan. Jadi maklum, g jelas ceritanya. Wks :"))

Asisten▪kdn ✔Baca cerita ini secara GRATIS!