Chapter 9

1.3K 90 0

Romeo menatap gadis yang tidak berhenti melihatnya dengan tatapan menyelidik. Dalam benak romeo penuh dengan pertanyaan berapa banyak perbincangannya dengan Bramastya yang didengar oleh juliet.

"Apa perlu gue tanya sama mas bramastya siapa lo sebenarnya? "Juliet menatap romeo tajam.

"Terserah lo! "

"Gue gak suka dibohongi romeo"desis juliet.

"....."

"apa tujuan lo menyembunyikan identitas lo ah sepertinya gue harus mulai berbicara formal bapak romeo adrian"

"emang nya gue bapak lo"jawab romeo asal.

juliet menggeram."bisa serius nggak sih ?"

"....."romeo hanya diam sambil menunduk dia sekarang merasakan bagaimana rasanya jadi maling jemuran yang tertangkap warga.

"yauda kalau lo nggak mau ngomong "juliet berbalik badan bermaksud meninggalkan romeo tapi dia meraskan tangan kanan nya dicekal.

"gue nggak bisa ngomong, tapi gue bisa traktir "

juliet berfikir sambil menimbang-nimbang tawaran romeo."setuju"

Mereka berdua memutuskan untuk tidak memperdebatkan lagi tentang kejadian tadi sepanjang perjalan menuju retaurant jepang di salah satu mall di jakarta selatan.

"lo mau ngerampok gue ?!!"romeo membelalakkan mata saat melihat jumlah tagihan yang diterima nyaris mencapai angka 1 juta padahal dia hanya makan berdua dengan juliet.

"itu sih gak sebanding dengan rasa sakit hati gue gara-gara lo bohongin, padahal gue fikir kita temenan"

"Gue nggak ngerasa kita berteman"

"terus selama ini lo anggap hubungan kita apa ?

"hm.. sejenis babu dan majikan mungkin "jawab romeo asal.

"sialan"desis juliet.

Romeo dan Juliet tidak saling berbicara setelah romeo membayar bill makanan mereka dengan credit card berwarna hitam. Juliet juga tidak lagi bertanya prihal identitas romeo. Mungkin Juliet sudah cukup dengan sogokan makan sushi sepuasnya, dasar cewek mudah disogok batin romeo.

Romeo dan juliet sudah berada di depan pintu rumah juliet. Romeo turun dari pintu kemudi kemudian mengitari mobilnya untuk membukakan pintu untuk juliet, tapi terlambat juliet sudah terlebih dahulu keluar dari dalam mobil romeo dan setengah membanting menutup pintu mobilnya.

"Bisa pelan gak sih?! Bisa rusak mobil gue "maki romeo sambil berdiri dihadapan juliet.

"Oh ternyata seorang romeo Adrian pemilik agency terbesar di Bandung bisa punya empati ya tapi kenapa sama benda mati doang "suara juliet mulai meninggi.

"Hey kalian kenapa bertengkar "seorang wanita tiba-tiba berdiri ditengah romeo dan juliet, dia mami juliet.

"Romeo.. Tante kangen deh kamu masuk dulu ya tante punya oleh-oleh dari korea "mami juliet sudah menyeret lengan romeo untuk mengikuti nya masuk kedalam rumah.

Juliet menghentakkan kaki nya ke tanah sambil menatap romeo dan mami nya yang saling bergandengan masuk kedalam rumah. Juliet ingin sekali memotret mereka berdua kemudian mengirimkan ke papi nya dan lihat saja apa yang akan terjadi juliet cekikikkan sambil membayangkan wajah papi dan mami nya.

Juliet duduk di meja makan dengan segelas susu coklat hangat sambil menatap dua orang yang sedang asik berbicara seperti dunia milik mereka berdua, romeo dan mami nya juliet.

"Sebenernya yang anaknya itu siapa sih? "Juliet menggerutu.

~~~~

"Jadi gimana tinggal seminggu bareng juliet? "Mami juliet berbicara sepelan mungkin agar juliet yang sedang duduk di meja makan tidak mendengar pembicaraan mereka.

Romeo & Juliet  ( Another Story ) #Wattys2018 ( Complete )Baca cerita ini secara GRATIS!