Top Hallyu : 06 [Full Part]

23.7K 5.1K 678
                                    

Udara dingin menerjang kulit Fara yang hanya dilapisi cardigan tipis. Ia menekan pematik, lalu menyalakan rokok yang terselip di bibirnya. Fara tidak tahu kapan dia kecanduan dengan manisnya tembakau dan sejuknya menthol yang ada di batang rokok. Mungkin, dimulai saat dia masih sekolah menengah. Entahlah, Fara tidak ingat. Yang jelas, sejak dulu hidupnya sudah kacau.

Jika bukan karena uang Baekhyun, mungkin Fara sudah mati. Uang itu sangat berarti untuknya, sama halnya dengan kehadiran Baekhyun di Las Vegas. Fara ingat, waktu itu Baekhyun menarik tangannya dan melindungi tubuhnya dari serbuan paparazzi, lalu berlari menghindari dua pria brengsek yang akan menangkap Fara. Baekhyun tidak menyadari dua pria brengsek itu, dia hanya menggenggam tangan Fara, lalu berlari sekencang-kencangnya.

Fara masih ingat, bagaimana hangatnya genggaman tangan Baekhyun. Ia masih bisa merasakan genggaman itu sampai sekarang. Sebenarnya Fara sedikit iri dengan Jo, wanita itu sangat beruntung bisa menggenggam tangan Baekhyun dan memiliki hati pria itu.

Fara tersenyum tipis setelah mengingat pertemuan pertama mereka. Tak terasa batang rokoknya sudah habis ia isap. Dengan santai Fara membuang rokok itu di pesisir pantai, lalu membuka bungkus rokok yang ada di saku celananya. Fara sedang banyak paikiran, dia membutuhkan lebih banyak rokok agar terbebas dari sesak di dadanya. Hatinya sesak saat tahu bahwa Baekhyun sangat mencintai Jo.

"Kau merokok?"

"Eh?" Tangan Fara terhenti, ia manaruh kembali rokoknya di kantong jaket. "Lay? Kau di sini?"

"Hem." Pria itu membenarkan letak kaca matanya, lalu menatap putung rokok yang Fara buang. "Selain merokok, kau juga membuang sampah sembarangan. Ckck!"

Fara mengerjit bingung saat Lay memasang sarung tangan, lalu mengambil batang rokok itu. "Biar aku saja, kemarikan...." Fara meminta putung rokoknya, tapi Lay sudah lebih dulu membuangnya ke tempat sampah.

Fara mengikuti langkah pria itu dengan wajah bingung. Dia mengambil cairan pembersih lalu menggosok-gosokkan cairan itu di tangannya. "Jika kau melakukan hal itu di Korea, kau akan didenda sebesar satu juta won."

"Hah? Melakukan apa?" Wajah Fara semakin bingung.

Pria itu memasukkan antiseptik miliknya ke dalam jaket, "Apalagi? Tentu saja buang sampah."

"Ah.... Maaf sebelumnya, pasti kau aktivis lingkungan?" tebak Fara. Pria itu melanjutkan langkahnya ke hotel, dan Fara mengikutinya dari belakang. Sudah jelas pria itu pecinta lingkungan, hingga repot-repot mengurusi secuil sampah di sela-sela pasir.

"Bukan, aku seorang dokter." Akunya. Fara mengangguk mengerti. Dokter yang mencintai lingkungan, Fara sangat mengerti.

"Hem, bisa kau semprotkan ini ke mulutmu? Aku tidak tahan dengan bau rokok." Lay memberikan Fara sebuah cairan berwarna bening.

Fara mengerjit, tapi buru-buru dia mengambil cairan itu di tangan Lay. "Ah maaf..."

"Tidak apa-apa. Sempotkan sebanyak tiga kali. Produk itu ampuh menghilangan bau mulut sekaligus kuman yang ada di sela-sela gusimu." Lay mengamati gigi Fara lalu bergidik ngeri, "Aku yakin ada Streptococcus mutan di gigimu. Cepat pakai!"

Fara sebenarnya sedikit tidak nyaman, tapi ia tetap melakukan intruksi dari Lay. "Terima kasih..." Fara mengambalikan obat itu tapi Lay menahannya. "Tidak, aku mempunyai banyak di tas. Itu untukmu."

"Baiklah, sekali lagi terima kasih." Lay mengangguk. Fara menggaruk tengkuknya, pria itu sangat aneh. Apakah Fara bodoh jika dia tidak itu apa itu Streptococcus mutan?

"Padahal udara cukup dingin. Apa yang kau lakukan di luar?"

"Hanya mencari angin." Fara tersenyum canggung.

Top Hallyu and Me (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang