WYLS 2 (08)

598 117 13
                                                  

Taehyung baru saja hendak meninggalkan kampusnya saat ia mendapati presensi tak asing sedang berdiri di halte.

Dipelankannya laju motor lantas berhenti mulus di depan Mira. Gadis itu tampak terkejut mendapati Taehyung dan motor hitamnya di depan mata. Berkedip polos lantas berusaha menyembunyikan gurat malu di pipinya.

"Hai, dek. Nunggu bis, ya?"

"Eum, iya kak," balas Mira sambil mengangguk kecil. Taehyung tersenyum kecil lalu menunjuk bangku di belakangnya yang kosong.

"Mau kakak anter ga? Mumpung kita searah," tawar Taehyung yang sukses membuat jantung Mira berdegup lebih kencang.

"Ta-tapi, kakak ga bareng kak sooyoung?" Asal kalian tahu, itu hanya akal-akalan Mira. Ia tahu betul bahwa Sooyoung sedang di luar kota.

"Engga. Sooyoung lagi ada proyek. Jadi, ya bangku ini kosong selama beberapa hari. Haha," ucap Taehyung sembari tertawa getir.

Jika boleh jujur, Taehyung sudah rindu pada sosok Sooyoung yang selalu berisik itu. Rindu melakukan cudling seharian di atas sofa maroon miliknya.

Mira nampak gamang walau hatinya jelas setuju akan tawaran Taehyung. Melihat netra Taehyung yang tampak menunggunya, Mira jadi sedikit punya keberanian untuk melangkah lebih jauh. Menggantikan posisi Sooyoung, misalnya.

"Tapi, sori kalo entar rambut kamu berantakan, dek. Kakak ga bawa helm lagi," ujar Taehyung sambil mulai melajukan motornya.

"Gapapa kok, kak. Dianter pulang aja aku udah terima kasih."

"Oiya, kamu udah ngerjain tugas dari senior Ahn, belum?" Tanya Taehyung guna mencairkan suasana yang terasa sepi.

"Udah, kak. Kemarin."

"Rajin banget, ya. Kayak Sooyoung, dek," balas Taehyung tanpa menyadari raut jengah dari Mira.

Sooyoung lagi Sooyoung lagi. Apa-apa selalu saja Sooyoung. Gumam Mira dalam hati.

Mira bahkan masih ingat dengan jelas saat ia pertama bertemu Taehyung.

Ia yang tak tahu gedung fakultasnya tak sengaja bertemu Taehyung dan Sooyoung yang saat itu sedang ingin ke parkiran. Awalnya, Mira tak pernah menaruh hati pada seniornya yang tampan itu. Tapi, melihat begitu bahagianya pasangan paling harmonis di fakultas psikologi entah mengapa membuatnya kelewat iri.

Ia juga ingin dicintai sebanyak Sooyoung. Ia juga ingin dipandang begitu tulus seperti Sooyoung. Ia ingin jadi Sooyoung, tapi itu mustahil.

Lalu, ia sadar. Ia tak perlu jadi seorang Park Sooyoung yang memiliki banyak cinta. Ia hanya perlu merebut semuanya dari gadis itu. Semua cintanya.

Ia akan dielu-elukan semua mahasiswa di kampus setelahnya. Disebut sebagai pasangan paling diimpikan lantas bisa menggandeng lengan Kak Taehyung tiap detik seperti apa yang dilakukan Park Sooyoung.

"Udah sampai, dek," ujar Taehyung yang membuat kesadaran Mira kembali. Gadis itu turun dengan gerakan canggung sambil membenarkan letak anakan rambutnya ke belakang telinga.

"Ma-makasih, kak. Mau mampir?"

"Ga deh, dek. Kakak ada presentasi besok dan filenya belum kakak kirim ke temen kakak. Kakak pulang aja." Mira tentu saja kecewa, tapi ia sembunyikan itu dengan sangat baik.

Dengan lambaian tangan malu-malu, ia mengantar kepergian Taehyung yang mulai menghilang dari pandangan.

Setelah sosok itu benar-benar hilang, Mira tersenyum sinis sambil tangannya bersedekap di depan dada.

"Tunggu aja, kak. Gue akan buat lo betah banget di rumah gue suatu saat nanti. Persis kayak lo yang betah banget tidur di apartemen kak sooyoung padahal orangnya ga ada."

Mira jelas tahu kemana arah motor Taehyung pergi. Ia sudah tahu sejak awal bahwa apartemen Taehyung berbeda arah dengan rumahnya. Dan apartemen Sooyoung searah dengan rumahnya.

Gadis itu lantas berbalik lalu melangkah pelan meninggalkan pekarangan.[]










Miranya jahad ya kaya doi :")

Btw, adakah yang ngeh bahwa Mira itu juga calon pelakornya sooyoung-taehyung di rily 2 :v

Oiya, kacoo juga mau bilang bahwa minggu depan kacoo hiatus. Soalnya, kacoo ada patbk :")

Dan teruntuk bapak menteri, kacoo harap sbmptn tidak jadi dihapus dan un tidak jadi dijadikan penentu kelulusan:" kita bkn kelinci percobaan pak.

Ini menyangkut masa depan kami.

Lalu, apa kabar untuk otak dan nilai rapot kami yang pas-pasan? Kami harus lewat jalur mandiri? Tidakkah bapak kasian dengan mereka yang hidupnya bahkan sederhana?

Sejujurnya kacoo emosi, sangat. Pola pendidikan indonesia itu masih belum kuat, tapi orang orangnya tetep aja maksa. Ibaratnya, otak kacoo itu cuma permegabite(?) Tp bapak menterinya maksa dijadiin gigabite. Ya mana bisa lah? :"))

Udah ah, jd malah curhat :")))))

Bye,

Salam atelelele~
Kacoo.

wнen yoυ love ѕoмeone. [ vjoy ]✔ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang